Her Private Life

Her Private Life
Akira's boring personal dimension


__ADS_3

"Buku yang bagus, apa itu sebabnya kamu tidak pernah membiarkan siapapun melihat isi buku itu?"


"Ahh, bukan begitu. Hanya saja akan aneh jika orang lain tidak bisa membaca isi nya"


"Begitu ya"


Aku akan melihat, mau sampai kapan dia bertahan melawan kami disini.


Mau berapa kali pun dia membawa kami ke tempat lain, aku akan melawan nya.


Kematian instannya tidak akan berguna di domain ku.


Sekarang ada aku disini, awal dari sebelum semua temanku mati. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.


Bahkan karena itulah aku akan membuatnya bertarung serius dari awal, membuatnya harus berubah menjadi mode iblis nya dengan tubuh besi itu di awal.


"Kamu siapa lagi!!!"


"Kamu tidak mengenalnya?"


"Apa-apaan dua orang aneh ini"


"Baiklah, Akira Ryuzaki, itulah aku"


"Airin Lloyd, berambut hitam dan sekarang menjadi hitam setengah abu-abu, cantik, suaranya bagus, pintar memasak, pacarku."


Sambil mengarahkan tangannya pada Airin.


"Sial! kamu membuatku malu!"


"Hah? malu apanya??"


Di saat-saat seperti ini dia masih bisa bercanda dan membuatku kesal seperti itu.


Wajah Airin memerah dan mulai salah tingkah akan hal pujian dari Akira, membuatnya menjadi halus dalam sekejap.


"Apa kalian tahu? leluhur iblis kami pernah melenyapkan dunia yang tak terhitung jumlahnya hanya untuk mencari dua orang, dua orang itu adalah pemilik mata aneh yang benar-benar sangat kuat, satunya menciptakan dan satunya untuk menghancurkan"


Akira dan Airin terdiam sejenak mendengarkan kata-kata nya sesaat. Ekspresi Akira mulai tidak sedap.


"Eyes Of Creation dan Eyes Of Disaster, dua orang yang rupanya sepasang kekasih, namun satunya lagi selamat. Tapi... Aku bukanlah keturunan iblis yang akan mencari tujuan seperti itu, raja iblis kami sudah berganti selama beberapa generasi, aku hanya menjalankan perintah untuk menginvasi banyak dunia manusia dan dewa memusnahkan ahli sihir di seluruh alam semesta dan mengambil semua sumber daya sihir mereka agar ras iblis di akui menjadi ras terkuat bahkan jika kami harus menghancurkan jutaan dewa lagi."


Kaki nya bergerak sedikit ke depan dan berkata lagi...


"Kebetulan, seorang yang masuk dengan sangat tidak sopan disini adalah ahli sihir dunia ini yah? waktu yang tepat. Satu nya mati, satu nya lagi akan kubiarkan selamat untuk merasakan kesedihan itu, akan kubuat kalian merasakannya!"


Langkah kanan nya kemudian menghilang dari sana dalam kecepatan luar biasa, tidak akan lagi terlihat cahaya merah atau semacamnya, itu hanyalah bekas pijakannya.


Kecepatan seperti itu tidak akan terlihat atau terukur walau kamu membayangkan seperti apa kecepatan yang melampaui kecepatan cahaya, bahkan jika itu adalah satu juta kali lipat kecepatan cahaya, kamu tidak akan bisa menyamakannya dengan itu semua.


"Akira! awas!"


Akira dengan kecepatannya yang sama dengan gadis itu sebenarnya melangkah di waktu yang sama. Sama-sama memulai gerakan mereka, dengan kecepatan yang sama.


Dimana kedua pedang harus berbenturan lagi.


Pedang-pedang itu terus bertabrakan tanpa terlihat oleh mata. Setiap kali bilah kedua pedang itu bertabrakan, ledakannya sangat kuat.

__ADS_1


Aku tidak melakukan langkah yang salah, aku membuat area dimensi tanpa batas ini dengan tanpa objek apapun di dalamnya, yang ada hanyalah kami dan pijakan. Bahkan jika tidak ada gravitasi, aku bisa menciptakan konsep gravitasi nya sesuka hatiku. Karena sekarang ini adalah kendaliku.


Harus berapa lama mereka berbenturan seperti itu? aku harus membantu untuk mempercepat.


Baiklah, lembaran yang sebelumnya aku ingin terbuka.


Buku ini tidak pernah tertutup sekarang di atas tanganku, dia akan terus melayang dan terbuka, membuka maju dan mundur halaman yang aku inginkan.


Aku akan membuatmu terjebak lagi.


Walau pertarungan mereka begitu cepat, aku tidak mungkin tidak bisa menangkap hal itu.


Aku cukup mengarahkan tangan dan imajinasiku saja bukan?


Seluruh pijakan yang akan di lewati mereka sudah terbaca oleh Irin, dengan buku sihir ingatan itu di tangannya, semua energi dan mantra sihir yang aneh di dalam buku itu bisa di kendalikan nya hanya dengan imajinasi dan pikirannya saja.


Karena semua pergerakan pertarungan mereka di masa depan sudah terbaca lagi oleh Irin, maka yang dia lakukan adalah menangkap kaki nya.


Bagian pijakan datar berwarna putih itu kemudian membentuk tangan-tangan yang seperti di lakukan gadis itu, bedanya ini bukan tangan-tangan iblis yang merobek celah atau apapun itu.


Ini adalah tangan-tangan yang berasal dari dataran putih ini, semua tangan-tangan itu putih seperti pijakan mereka dan seluruh ruangan ini. Sangat banyak dan menangkap semua kaki tangan gadis itu.


Waktu yang tepat lagi.


Pedang Akira akan mengenai nya, dia akan memotong semua tangan nya.


SING!


Kedua tangan gadis itu putus begitu saja terkena dan segera terbanting ke tanah putih ini.


Gadis itu kemudian menghilang ke tempat lain dan membuat berubah langsung dengan mode tempur iblisnya itu.


Kami tidak tahu apa nama transformasi itu, bagaimana jika aku menganggap itu sebagai mode tempur iblis saja?


Jika anda pernah melihat seperti apa tubuh venom yang berwarna hitam pekat, mata seperti ini juga zirah besi nya itu, berwarna hitam dan memiliki bagian-bagian tajam di beberapa bagian yang menyudut.


Bukan berarti pakaiannya adalah seperti venom, warna nya benar-benar sama dan sehitam itu.


Pedang iblis nya menjadi sehitam itu juga dan seperti menyatu dengan tangan kanan nya, jadi jika memutuskan tangan kanan nya, mungkin akan menjatuhkan pedang nya.


Aku akan memutuskan tangannya.


SING!


Ah, benar-benar kasihan ketika aku harus melihat tangannya terus terpotong, tersambung, terpotong, tersambung, dan terpotong lagi terus menerus seperti itu.


Bagaimana kah perasaan hatinya?


Lagipula, dengan wujud nya yang sekarang, tangannya beserta zirah besi yang di potong Akira tadi hanya tumbuh dalam tiga detik. Jadi aku memutuskan untuk terus memotongnya dan membiarkan Akira melancarkan serangan.


Akira sebenarnya tidak harus bersusah payah menyerang nya seperti itu.


...STOP!...


Tubuh gadis itu membeku dengan sangat cepat dan tanpa tangan kanan dan pedang nya lagi.


Membeku tak akan bisa bergerak sedikitpun dari sana.

__ADS_1


Akira berhenti bergerak dengan kecepatan sejauh itu, dia berhenti dan berjalan ke arah gadis itu dengan langkah yang tidak terlalu cepat dan tidak juga pelan. Semakin lama lama, dia memperlambat langkah nya sambil menyeret ujung bilah pedang itu di tanah.


Kelihatannya pedang itu begitu ringan dan begitu mudah patah jika hanya di pukul ke batu dengan kuat, namun pedang setipis itu menjadi begitu kuat di tangan Akira.


Tidak patah walau memukul apapun.


"Iblis, iblis, iblis, daritadi kamu juga banyak beromong kosong."


Kata Akira sambil berjalan perlahan dan ujung pedang yang di seret di tanah.


"Kamu tahu, sebenarnya kamu bisa menang melawanku dengan mudah, jika saja kamu sudah menghabisi ku dari awal tanpa harus membuatku melawan naga"


"Kamu tahu? aku hanya membiarkanmu bermain-main, aku bisa saja kalah tadi, pikirmu aku tidak bisa membuat dimensi wilayah seperti ini?"


PLIK!


Dia menjentikkan jarinya dan Akira merubah dimensi putih tanpa batasku menjadi daerah aneh yang lainnya selain pertempuran antara ruang putih ku melawan ruang iblis, sekarang kami berada di ruang ketiga.


Akira adalah orang ketiga yang ikut campur dalam mengubah tempat ini.


"Akira, apa-apaan ini??"


"Jangan khawatir, aku hanya memperlihatkannya sesaat, aku hanya ingin sedikit pamer pada iblis ini"


Sekarang mereka semua bukan lagi di ruang putih kosong itu, mereka berada seperti di tempat mengerikan di atas bebatuan luar angkasa. Benda yang mereka pijak sekarang adalah bongkahan planet dan bintang-bintang yang hancur. Dengan bagian terbesar dari bongkahan yang seperti bagian hancurnya, namun bongkahan itu lebih besar dari sebuah bulan, ada sebuah istana yang warna nya gelap dan sangat jauh dari mereka.


"Semua yang kita injak sekarang adalah bongkahan bintang dan planet yang hancur, itulah buatanku disini, kalian bisa melihat seluruh angkasa tak berujung ini bukan?"


Masih berjalan dengan langkahnya sambil menyeret pedang(menyeret pedang di atas bintang hancur).


Satu langkah berikutnya lagi, mereka sudah berada di aula istana yang berisi tiang-tiang yang besar juga, istana ini tidak besar, istana ini kecil. Jendela-jendela besar seperti di jendela gereja tua atau istana-istana megah, semuanya ada di sisi kanan dan kiri.


Dari luar tadi, dan bahkan ketika mereka terpindah masuk ke dalam sini, puluhan galaksi terlihat disini, begitu banyak.


"Disana adalah kursiku sejak jutaan tahun yang lalu, ketika aku bosan dan hanya memandang seluruh galaksi di dalam ruang ciptaanku ini"


Akira sudah melangkah makin dekat dan dekat pada gadis iblis yang membeku itu.


Dan pada akhirnya, dia melewati gadis itu enam mungkin tujuh langkah ke belakang dan berhenti sejenak.


Aku tidak tau, apa yang akan dia lakukan.


"Adalagi, aku sudah hidup miliaran tahun dan pikirmu aku tidak bisa melakukan sihir semudah ini? bagi ahli sihir yang mampu menguasai sihir sejauh ini, ini adalah kemampuan magis dimana mereka berkuasa atas ruang dan wilayahnya, tapi bagiku tidak, ini hanyalah sebuah tempat dimana aku bosan dahulu kala, aku tidur disini sendirian tanpa teman, atau siapapun yang aku miliki"


Begitulah katanya.


Aku benar-benar suka ketika Akira harus berbicara dengan nada pelan seperti itu. Ini memang sisi aslinya, namun aku juga benar-benar suka sisi ketika dia harus bercanda dan bertingkah konyol hanya padaku ketika kami hanya berdua saja.


"Lalu kami mengatakan apa tadi??"


"Aku hanya menjalankan perintah untuk menginvasi banyak dunia manusia dan dewa memusnahkan ahli sihir di seluruh alam semesta dan mengambil semua sumber daya sihir mereka agar ras iblis di akui menjadi ras terkuat bahkan jika kami harus menghancurkan jutaan dewa lagi. Aku masih mengingat kata-kata mu tadi, jutaan dewa katamu?"


"Aku adalah manusia malang yang belajar sihir ketika leluhur iblis mu harus memusnahkan semua keluargaku dan orang yang kucintai, aku menjadi manusia ahli sihir dan akhirnya menjadi dewa, bahkan lebih kuat dari para dewa lemah itu, kamu bahkan tidak bisa melawan satu orang saja sepertiku, bukannya sama saja seperti kamu mencoba untuk melawan kelipatan tanpa batas dari jutaan dewa?"


"Jawabannya, kamu tidak akan pernah menang"


Gadis iblis ini mendengarkan perkataan Akira daritadi, dan aku hanya berdiri di sini sambil mendengarkan nya juga, menunggu apa yang akan dia lakukan pada gadis itu selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2