
...SING!...
Akira menebas tubuh belakang gadis iblis itu, hanya dengan pedang panjang yang tipis merobek seluruh bagian belakang zirah itu.
Gadis itu terjatuh dan keluar dari baju iblis nya yang hancur.
"Aakhhhhgggg~ Ahhh!!"
Dia menjerit kesakitan dan mengharapkan belas kasihan, namun, dia masih ingin melawan lagi.
Dia terjebak disini sekarang.
Tangannya membuat lantai karpet istana ini robek dan merah, mencoba merubah domain lagi agar dia bisa sembuh dan beregenerasi dalam sekejap.
"Huh? ingin merubahnya lagi?"
Baiklah sekarang bagianku lagi, aku akan membiarkan dia merubah ruang Akira kembali ke ruang iblis. Ini adalah peran yang sempurna.
"Akira, gunakan lagi topeng mu dan usahakan mata mu tidak sampai keluar dari pandangan topeng"
"Ah, baiklah."
Kami berkomunikasi lagi dalam telepati, ini benar-benar menyenangkan ketika kami membalikan keadaan, dengan merubah wilayahnya, dia pikir dia akan membalikan kembali keadaannya yang menyedihkan itu.
Akira membatalkan semua wilayahnya sebenarnya dengan sengaja, dengan begini, mereka kembali ke wilayah iblis gadis itu, sama seperti awal nya di ruang besar yang langit-langit istana ini seperti setinggi puluhan meter dan luasnya yang seperti hampir sepuluh ribu meter persegi.
Semuanya kembali berubah menjadi istana gelap dengan warna merah menyelimuti segalanya.
WUSHHH!!!
Gelombang kuat tiba-tiba menyapu semua baju mereka dengan kuat, seperti gelombang kejut dan itu adalah efek topeng yang baru saja di pasang nya.
"Emm, dimana pedang mu?"
"Pedang? aku tidak harus selalu menggunakan pedang itu, pedang baja kecil ringan ini saja sudah cukup untuk membela tubuhnya itu walau dia harus beregenerasi sebanyak jutaan kali."
"Apa?"
Gadis itu memandang ke arah Akira dengan melihat topeng bermata satu nya yang tepat berada di tengah itu, jubahnya kembali menjadi hitam.
"Gadis iblis, sayang sekali, kamu sudah terlambat, aku sudah memakai topeng ini"
Kata Akira.
Akira sebenarnya bisa memasang topeng itu dan menang di awal ketika Isami dan yang lain masih bersamanya, namun karena dia selalu mencoba untuk tidak memakai nya dan bertindak lemah seperti itu, dia jatuh ke dalam siksaan iblis itu, hal yang di lakukannya untuk mendapatkan bantuan adalah dengan mencoba melakukan pembatalan sihir ruang seperti itu, dia sengaja memecahkan semua dimensi itu di awal agar dia bisa bertemu dengan Irin dan membantunya.
Setidaknya Airin adalah gadis yang terkadang menurutinya, membuat mereka berdua harus melakukan akting dimana kedua pemeran harus menyiksa balas iblis ini.
Bahkan menang tidak harus sesulit mengarahkan pedang nya kepada lawan, dia lupa soal Curileo.
Cahaya Hikari tak terbatas jumlahnya di sana, dia harusnya bisa berada di luar seluruh alam semesta ini dan membunuh iblis ini dari atas sana. Kemampuan spesial yang hanya diizinkan Alshian padanya.
Dia mulai melupakan semua itu dan kemampuan luar biasanya yang sebenarnya dia miliki. Kadang-kadang dia mengingatnya lagi ketika dia bertarung.
Gadis itu bangkit dengan cepat lagi dan berdiri mengambil pedang itu secara terus menerus.
Sudah cukup lama bermain-main nya, aku akan bertindak sekali saja lagi.
Jadi, aku langsung saja membuat gerakanku...
SRING!
"Ah"
Airin: ...
Aku baru mau bergerak lagi, Akira sudah memotong kepalanya hingga putus seperti itu.
Darahnya bertumpahan kemana-mana di sekujur tubuhnya yang terjatuh di tanah, dan kepala nya yang juga jatuh ke tanah dengan sangat buruk. Aku kasihan.
Aku menggerakan jalanku tanpa batas dan mendekati Akira dengan cepat. Baiklah angka sebelum satu apa? jika satu adalah angka kardinal, lalu ordinal sama saja dengan maksud yang berbeda, berarti aku bukan pada kedua nya, aku akan mengatakannya dengan nol detik.
Aku menghampiri Akira disana yang memenggal kepalanya dan mendaratkan tanganku ke lengan kanan nya yang memegang pedang.
BRUK!
"AKH! apa yang kamu lakukan?"
"Aku memukulmu"
"Dengan alasan apa?"
"Kamu membunuh gadis ini dengan sangat kasihan, lihatlah dia mati sekarang, bagaimana dia harus berdiri kembali tanpa kepala seperti itu? kamu tidak boleh kasar seperti itu kepada wanita."
"Omong kosong, apa-apaan, kamu tidak menyaksikan ketika dua harus membunuh Cian dan yang lainnya juga membuatku berdarah seperti itu"
__ADS_1
"Bercanda deh, tindakan kita benar sih, gadis yang malang, lalu ayo kita keluar dari sini"
"Sesuai perintah sang ratu"
"Berhenti memanggilku seperti itu, kamu benar-benar mengejek-ejek ku"
"Hahahaha-"
...BLUSH~...
"Hah?" Akira terkejut.
Bahkan aku segera melihat ke asal bunyi yang tiba-tiba itu, bunyi nya secara perlahan menghilang dan itu seperti sebuah celah hitam gelap dengan seperti tulisan-tulisan iblis beberapa motif lingkaran nya yang merah menyala.
Ada langkah kaki lagi keluar dari celah besar itu.
"Akhirnya aku menemukanmu... Isabel"
Ada satu lagi perempuan lain yang keluar dari lubang yang berbeda.
Aura nya juga kuat, tak kalah kuat oleh gadis dengan kepala yang terpenggal ini, apakah barusan dia menyebutkan namanya? Isabel? nama gadis ini Isabel? tidak kedengaran seperti nama iblis tapi dia cukup kuat.
"Kalian benar-benar memukuli temanku sampai sejauh ini, biarkan aku membawanya pulang"
"Hah? kamu siapa lagi? datang dan ingin membawa mayatnya begitu saja?"
"Perkenalkan, namaku Valerie, aku adalah seorang iblis dari alam iblis yah begitulah kira-kira, aku akan membawa temanku pulang dalam misi nya yang gagal disini"
"Ada berapa banyak sebenarnya iblis?"
Aku benar-benar ingin tahu, lalu dia menyebutkan alam iblis.
"Berapa banyak iblis yah? walau kalian bertanya seperti itu, aku tidak tahu berapa jumlah seluruh iblis di dunia kami, dunia iblis itu sama saja dengan iblis yang terus lahir setiap hari nya, percuma saja, aku tidak akan bisa menghitungnya"
Dia kemudian menggangkat tubuh temannya untuk berdiri dan memegang kepalanya yang putus.
Dia kemudian entah bagaimana membuat kepala dan tubuh temannya itu terhubung lagi.
Namun di sisi yang begitu aneh ini, dia memasangnya kepala itu dengan sedikit miring.
Isabel itu tidak mati tapi hanya terputus dari tubuhnya, jika harus tersambung kembali, dia harus mengumpulkan tenaga dan kesadaran penuh untuk membuat tubuhnya berjalan menuju kepala nya dan memasangnya kembali sendirian.
"Valeria!!!! pasang dengan benar!"
Hal ini tadinya begitu menakutkan dan aneh, bukankah tiba-tiba menjadi komedi seperti itu?
"Apanya yang lucu? kali ini aku kalah karena satu melawan dua, lain kali aku akan menemukan kalian lagi dan membunuh kalian berdua!!!"
"Isabel, hentikan, ayo kembali, kamu akan terlambat, ratu sudah menunggu terlalu lama"
Dia benar-benar marah karena kalah tanpa perlawanan begitu, untung saja Valerie yang di tugaskan mencarinya menemukannya setelah memasuki beberapa dunia manusia, mereka saling menemukan keberadaan iblis lain hanya dengan merasakan hawa dan darah iblis saja, itu akan mudah menemukan sesama iblis.
Dia menarik tangan Isabel dan dengan cepat kembali masuk ke lubang hitam mengerikan itu.
"Semoga lain kali kita bertemu lagi, tiba suatu saat nanti, tolong tunjukan kekuatan kalian dengan serisu ketika berhadapan dengan ku"
Kata Valeria yang baru datang.
Gadis itu tidak benar-benar bercanda, raut wajahnya serius walau dia seperti sedang buru-buru menarik temannya ke dalam.
Celah itu tertutup lagi di kehampaan dan menghilang.
"Ada lagi iblis seperti gadis itu? sebenarnya berapa banyak mereka?"
"Umm, entahlah, aku saja tidak tahu"
PLAK!!
Aku memukul kepala Akira dengan keras dan membuatnya marah sedikit.
"Hah? kenapa memukulku lagi?"
"Gadis bernama Valerie itu sudah mengatakan tidak bisa menghitung nya, bagaimana kamu bertanya lagi padaku yang tidak tahu apa-apa tentang iblis!"
"Ah, maaf, kalau begitu ayo kita kembali"
Keduanya kembali ke tempat semuanya berawal.
"Airin, Akira! darimana saja kalian? kami terpisah dari kalian beberapa saat, bukankah ada seorang gadis di istana tadi?"
"Cian, apa yang kamu khawatirkan? kamu begitu khawatir."
"Hah? lalu apa yang terjadi barusan? bukankah kita di jebak seorang gadis dan seekor naga yang bisa berbicara?" Ucap Sora.
"Oh tidak, itu sudah selesai, kami sudah menyelesaikan semuanya"
__ADS_1
Isami : "Hah? apa yang terjadi begitu cepat? kamu baru berdiri disini sepuluh detik yang lalu, kalian terlambat sedikit."
Sepertinya waktu itu tidak selamanya sama yah, perbedaan waktu di mana-mana entah konsep waktu itu ada atau tidak, semua akan menjadi waktu lain ketika kami sampai ke dunia awal.
Asalkan aku masih bisa terus kembali ke masa lalu untuk merubah kematian seseorang, mereka tidak akan mati, aku akan mencegah itu terjadi.
Oh ya, aku akan kembali meletakkan bukuku di kamarku.
"Tunggu dulu... gadis pingsan itu, astaga aku memindahkannya kemari"
"Benar juga, Irin kembalikan dia"
"T-T-Tapi"
"Tapi apa? apa yang akan kamu lakukan disini? keluargamu akan kehilanganmu dan menggangap mu hilang"
"Jadi kamu adalah Airin? tolong biarkan aku sementara waktu disini, lalu bisakah kamu mengantarku pulang kembali?"
"Mudah saja, baiklah untuk sementara beristirahatlah disini, kamu tidak harus selamanya berpisah dari kami, kamu bisa kemari kapan saja, kamu tinggal memanggilku"
"Hah? bagaimana caranya? aku dimana?"
"Di dunia lain, Tadahh, ini rumahku"
Isami segera memukulkan tangannya ke dahi nya dengan membuang nafas dan "Hadeh"
"Kalau begitu aku akan pulang dulu, Akira kamu tidak pulang?"
"Ah, aku ingin disini dulu, tangkap!"
Sambil melemparkan kunci.
"Kunci rumah! jangan hilangkan!"
"Apa susahnya jika kunci nya hilang dan masuk lewat jendela saja?"
"Hah? kamu melakukan itu? jangan-jangan kamu melakukan itu ketika aku membawa kunci rumah dan kamu terkunci dari dalam? tetangga akan menganggapnya seperti pencuri saja"
"Mana mungkin aku melakukan itu, lagipula pintu belakang bisa di buka, aku hanya tinggal keluar dari sana saja dan lewat ke halaman depan, mudah bukan?"
"Ahh, pulang duluan saja sana"
Akira kemudian berjalan ke dapur membuka lemari dan kulkas, mencari makanan yang ada, seluruh penghuni rumah ini adalah seorang gadis, tidak mungkin tidak ada makanan disini.
Pikirnya begitu.
Aku memperkenalkan Flaire tentang dunia dimana dia berada sekarang dan teknologi yang cukup canggih disini.
Aku menceritakan banyak hal, lalu menjelaskannya soal ruang tamu, kamar mandi, dan banyak lainnya, terutama menjaga kebersihan di rumahku!
"Flaire kan?"
"Umm yeah"
"Kamar satu adalah kamar tidurku sendiri, lalu kamar kedua sudah di penuhi dua gadis ini, ini, ini, lihatlah wajah cantik dan imut mereka"
"Yang ini namanya Sora"
Aku memperkenalkan Sora padanya dengan rambutnya yang hitam mengkilat dan begitu lurus.
"Lalu yang ini, Kiana, terkadang dia marah jika makanan seluruhnya di habiskan, rambutnya berwarna biru seperti ini, kamu tidak bua warna, bukan? biru, yap inilah birunya, walau dadanya sedikit kecil, namun dia tetap terlihat cantik"
Kiana : "Akhhh" (Merasa terhina)
"Lalu yang ini, Caillian, kamu bisa memanggilnya Cian, rambutnya berwarna merah muda seperti ini, sangat cerewet, suka mengatur"
"Hah? aku tidak begitu"
"Oh, gadis jahat ini namanya Caillian"
"Jahat apanya? bukankah itu kebalikan dari dirimu ketika kita di hutan?"
"Shuttt!! diam semuanya, karena tidak ada lagi kamar, Flaire, jika kamu masih belum pulang ketika hari sudah malam, kamu akan menginap di....
Aku mengarahkan kamarnya begitu jauh dengan kata "di" yang sangat panjang.
di-
-Sini.
"Okeh, baiklah"
Dia kemari dengan baju di badan nya saja, baju disini sangat banyak.
"Lalu apa lagi? baju? aku memiliki banyak baju"
__ADS_1
Sambil membawanya berpindah ke ruang baju dan perhiasan dalam sekejap"
Menjelaskan sambil berjalan kaki naik tangga seperti tadi begitu lama, jika ada yang mudah mengapa harus yang sulit? hahaha.