Her Private Life

Her Private Life
Last hit


__ADS_3

Cian bergegas ke tempat dimana Sora pergi membawa mereka berdua, ke tempat di sisi lain ruangan besar ini, dan ada lagi tempat yang mirip dengan ini, namun jembatan yang lebih besar dan sangat dalam ke bawah, seperti ke dalaman empat ratus meter menuju permukaan di sana.


"Tempat apa ini sebenarnya?" Tanya Cian.


"Kami tidak tahu, kami juga terjatuh ke tempat aneh ini dari gua tadi"


"Lalu, kami kehilangan satu orang lagi, Cian segera selamat kan dia!"


"Satu orang? siapa?"


Akira ke gerbang tadi, dan menunjuk ke bawah sana tepat di bagian tembok yang retakannya cukup dalam, dia yakin Flaire terbanting ke sana dan sampai masuk ke dalam tembok itu.


"Di sana! bawa dia kemari"


"Baiklah"


Dia segera pergi ke reruntuhan dan retakan besar yang membuat lubang di tembok itu.


Di sana memang ada seseorang, perempuan, ketika dia mengangkat dan mengeluarkan nya, dia terkejut. Ini adalah gadis sebelumnya, gadis berambut ungu yang menyerangnya dan Sora di hutan.


Ekspresi nya berubah, tapi tetap menyelamatkan gadis itu dan membawanya ke atas.


"Dia masih hidup?"


"Entahlah"


Mereka diam sementara.


Dan dia memang benar-benar tidak mati, dia pingsan.


"Aduh. Aduh. Tubuhku sangat sakit"


Sambil bangun dari pingsannya


Kemudian dia membuka matanya dan melihat sekeliling pada teman-temannya, tapi ada dua orang lagi yang pernah dia temui. Itu adalah perempuan berambut merah muda dan satunya berambut hitam, dia mengenali mereka, dua wanita yang di serangnya di hutan waktu itu.


Dia segera sadar.


"Kalian?"


Dia menatap Akira dan Isami dulu yang ternyata benar-benar terluka dan jubah yang terbakar setengah.


"Kalian yang waktu itu bukan? kalian menyelamatkan ku?"


"Akira menyuruhku, kamu sekarat di sana"


"Kenapa kamu masih ingin menyelamatkan ku? bukankah kita adalah musuh?"


"Yah, kita memang musuh"


"Jadi kalian adalah orang yang di ceritakan Akira? kalian temannya yah"


Setelah itu, mereka semua berjalan lagi keluar dari gerbang selanjutnya, dan ternyata ruangan yang lebih besar ini memiliki jembatan yang lebih panjang dan sekarang ada tiga jembatan, jembatan mereka tepat berada di paling kiri, dan ada dua di kanan. Tapi jarak nya sangat berjauhan.


Di bawah sana bukan lagi tumpukan emas ketika mereka menatapnya baik-baik ke bawah, itu adalah tumpukan mayat yang tak terhitung jumlahnya.


Ada banyak juga mayat-mayat yang menggunakan baju zirah, di bawah tumpukan mayat, ada lagi yang sudah menjadi tengkorak dan tersisa tulang belulang mereka.


"Apa-apaan itu"


Ketika mereka sambil berjalan, tiba-tiba jembatan yang besar dan megah ini bergetar lagi, seluruh tembok ikut bergetar.


"ARGGHHHHHHHH~"


"AAAAAGGHHH!!!~"

__ADS_1


Teriakan naga tadi masih ada. Dia masih hidup.


Dia datang dari arah kanan, rupanya ada jalan lain di antara tembok ruang-ruang besar ini, mereka saling terhubung dengan jalan lain.


Dia datang melaju dengan tubuhnya yang sepenuhnya terwarna oleh cairan emas panas, dia benar-benar sangat marah.


"Kalian!!"


Flaire dan yang lainnya, semua terkejut bahwa dia masih hidup bahkan setelah terkena cairan emas yang begitu panas nya karena api nya sendiri.


"Masih ada jalan lain, jangan khawatir"


"Jalan apa??" tanya Sora.


Irin: Itu dia


Kata-kata Irin hanya terdengar sesama dia dan Kiana, namun dia sudah tahu apa yang akan di lakukan Cian dengan sesuatu yang sudah di tiru Cian dari nya, dan...


"Kiana, kamu tahu? permainan ini sebenarnya sudah hampir selesai"


"Hah?"


"Sepertinya Cian akan menjadi pemenang, ini semua karena kesalahan dalam aturan ku"


Naga itu mendekat dengan sangat cepat dan segera akan menyemburkan api lagi.


"Portal Cermin! TERBUKALAHH!"


Ketika tangan kanan nya di arahkan ke arah naga yang melaju itu, sebuah lingkaran besar dengan sangat cepat keluar di depan mereka, dan mengeluarkan api yang sangat panas ke arah naga itu, bertabrakan dengan sangat cepat dan membuat naga itu kesakitan.


"Apa itu?"


Tanya Isami.


"Ini adalah portal cermin, serangan nya yang menghilang tadi, ke masukkan ke dalam sini. Jaga-jaga jika mungkin dia akan bangkit lagi, dan sesuai dugaanku dia bangkit lagi, semoga serangan ini berhasil"


Portal cermin itu menghisap masuk serangan lawan sebesar apapun itu, dan pengguna bisa membuka kembali portal untuk mengeluarkan serangan yang ada.


Serangan itu kini mengenai naga itu dengan sangat kuat, Itu adalah api nya sendiri yang di pantulkan padanya.


Membuatnya terbanting ke tembok sebelah kanan, dan akhirnya terjatuh ke tumpukan mayat-mayat di bawah sana.


Tanpa berpikir apa-apa lagi, mereka semua segera berlari ke pintu gerbang selanjutnya untuk menghindari diri mereka dari jembatan lagi, jika jembatan runtuh mereka bisa mati terjatuh dari ketinggian ratusan meter seperti itu tanpa sihir penahan.


Naga itu sepertinya benar-benar mati, aku sudah tahu apa yang akan di lakukan Cian dengan rencana terakhirnya, itu adalah serangan pantulan cermin yang dia perkirakan sejak awal.


Itu adalah monster, tunggu... apakah naga di sebut sebagai monster? mahluk seperti itu ternyata memang ada, aku bisanya hanya melihat mereka dari film-film dan dari film-film dimana menceritakan kisah mereka yang tidak mempercayai keberadaan seekor naga, lalu naga itu benar-benar ada.


Semua itu hanyalah sesuatu yang terjadi dalam film-film, tapi kini itu terjadi di dunia nyata, aku melihatnya. Dia bisa berbicara, benar-benar menyemburkan api seperti yang ada di film-film itu.


Baiklah, itu termasuk monster sebenarnya, ini lebih berbahaya dari semua monster yang sudah kulihat disini, yang ini jauh sangat berbahaya.


Dengan begini sepertinya Cian segera naik melampaui level Akira dan Isami dengan sangat tinggi.


Dia langsung berada di level terakhir, dengan membunuh sebuah naga.


CLING!


Pemberitahuan muncul di ponsel mereka, semua ponsel mereka masih ada dan tidak rusak dalam pertempuran. Bahkan tidak ada retak sekalipun, semua baik-baik saja.


Pesan yang di buka adalah...


[PENGUMUMAN PEMENANG GAME]


Teruntuk semua pemain, pemenang permainan ini sudah di tentukan dengan hasil akhir yang meningkat pesat, dan di menangkan oleh tim Cian.

__ADS_1


Selamat untuk tim pemenang.


Sekarang Game Master akan memulangkan semua pemain ke dunia awal.


....


Dengan begitu pesan di akhiri.


"Hah? kalian akan kembali ke dunia awal?"


"Akira, Isami! lihatlah! aku dan Sora menjadi pemenang lagi"


Sambil tersenyum.


"Tcih! kamu hanya datang menyampah"


"Menyampah? aku membunuh naga nya, itu termasuk monster bukan? rupanya naga itu nyata dan ada di dunia ini yah"


"Lagipula...aku menyelamatkan kalian"


"Isami mulai tidak senang lagi, dan berusaha menahan marah, dia hanya diam disana tanpa mengeluarkan kata-kata lagi, mereka benar-benar lengah"


"Tunggu..."


"Darimana kamu bisa melakukan sihir? apa yang terjadi? bukankah kita semua tidak bisa memakai sihir?"


"Aku tidak tahu, ini terjadi secara tiba-tiba ketika kemampuanku berhasil meniru serangan gadis ini, Umm...aku lupa namanya"


"Flaire Lynelle, itulah namaku"


"Oh, Flaire ya, dia pernah menyerangku dan Sora tanpa alasan, lalu kami menyelamatkan nya dari hutan sendirian, dia pergi lagi ketika siuman dan pergi dan pergi tanpa ucapan terima kasih pada kami dan Yuuki si pemilik rumah di tengah ladang itu"


Isami: "Yuuki? siapa?"


"Yuuki adalah orang yang menyelamatkan kami semua dan menawarkan bantuannya untuk sihir, tapi kami menolak, kemudian gadis ini pergi darinya tanpa berterima kasih sedikitpun"


"Huh?"


"Ya, begitulah, dan ini adalah yang kedua kalinya kami menyelamatkan mu"


Isami diam lagi dan benar-benar berpikir wanita ini sangat cerewet dan sulit untuk diam.


Dia merasa tidak di adili, dengan dirinya dan Akira tidak bisa menggunakan sihir, dan mereka yang tanpa alasan tiba-tiba bisa menggunakan sihir seperti itu.


"Jadi, bagaimana?"


"Hah? bagaimana apanya?"


"Game Master akan memulangkan kita semua kembali ke dunia asal, bukankah Irin dan Kiana akan membawa kita kembali?"


Ucap Sora.


"Seharusnya begitu"


Tidak ada lagi satupun respon dari Irin dan Kiana melalui pesan tersebut.


Merek semua menghilang, aku baru saja mau membatalkan semua sihir ini dan memulangkan mereka kembali.


"Sora, apakah kamu yang melakukannya?"


"Apa?"


"Memulangkan mereka ke dunia awal?


"Tidak-tidak, bukan aku, kupikir kamu sudah melakukannya dan akan membawa kita berdua kembali juga"

__ADS_1


Mereka menghilang, sesuatu sepertinya terjadi pada mereka, aku dan Kiana bisa melihat semua hal yang terjadi di dunia ini dengan posisi sebagai Game Master dan wakil, tapi mereka tidak ada di satupun dunia tak berujung ini, kemana mereka pergi?


Ada yang tidak beres...


__ADS_2