Her Private Life

Her Private Life
Help from the opposing team


__ADS_3

Dia menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di tengah jembatan.


"Aku sudah menyadari!"


Lho?...


DATANGLAH!!!


Dengan nada yang cukup keras hingga akan terdengar ke seluruh bagian ruang sungai emas ini.


Dengan kecepatan tinggi, bayangannya akhirnya terlihat jelas ketika benar-benar mendekatinya, itu adalah bayangan seekor naga yang sangat besar, mendekati Akira dengan kecepatan yang hampir tak terlihat oleh mata.


Akira mulai mengepalkan tangannya, dan mencoba bereaksi atas serangan tersebut, naga itu menghampiri nya dengan sangat cepat, begitu mereka benar-benar saling bersentuhan, Akira menghindari sedikit lebih cepat ke samping dan menghantam bagian kiri tubuh naga itu.


BANG!


Pukulan yang sangat keras mengenai naga itu, hingga menabrak dinding-dingin bangunan ini sejauh puluhan meter.


Dia menahan kekuatan pukulan hingga tidak menghancurkan jembatan ini, yang retak hanyalah bagian pijakan kakinya, namun bahaya jika dia memukul beberapa kali lagi, jembatan ini mungkin akan rubuh.


Dia tahu bahwa mahluk itu belum mati, dia belum mengerahkan seluruh tenaga nya pada pukulan itu. Jadi, dalam beberapa saat naga itu bangkit perlahan di atas tumpukan sungai emas dan berkata...


"Hebat!!"


Lalu "Sungguh hebat!"


"Aku belum pernah menemui penyusup sekuat dirimu yang mampu menghindari kecepatan serangan ku dan memukulku hingga terjatuh"


Pupil mata mereka semua segera mengecil dan terkejut, ini adalah seekor naga. Naga yang bisa berbicara.


"Kamu tidak pernah tahu tentang tempat ini?"


Tanya Isami pada Flaire.


"Tidak, tidak pernah ada orang yang tahu tempat ini, bahkan aku, naga itu benar-benar ada? kupikir itu hanya cerita legenda yang di buat-buat"


"Apakah kamu hanya akan berdiam diri saja di sini dan membiarkannya melawan sendiri?"


"Tidak, aku akan membantunya. Jika tidak bisa, mungkin kita harus lari dari sini"


Ketika naga itu menyelesaikan perkataan nya, Akira membalas dengan cepat.


"Maaf karena kedatangan kami yang begitu saja di tempat ini"


Lalu...


"Lalu, begitukah caramu menyambut tamu?"


Naga itu segera berdiri lagi dengan cepat dan mengepakkan sayapnya, lalu terbang menyerang Akira lagi.


Naga yang begitu aneh, setiap naga biasanya terbang dengan agak lambat. Tapi dia bergegas dari pijakannya dan terbang melaju seperti kecepatan sebuah pesawat jet atau mungkin lebih cepat dari itu.


Serangan berikutnya, dia tidak mengenai Akira lagi, namun mengikis bagian jembatan dan membuat retakan yang besar.


Dengan terbang di sana, dia mulai membuka mulutnya.


Akira sudah pernah melihat naga sungguhan dari banyak dunia massa lalu yang dia masuki, tapi naga yang ini juga cukup kuat, dia bukan naga biasa, bisa berbicara, lalu dia seperti bukan pemilik tempat ini, lalu jika dia sekuat ini, sekuat apakah pemilik tempat ini?


Tanya nya dalam hati.


Naga itu segera membuka mulutnya, dan dengan cepat menyemburkan api yang sangat besar ke arah nya.


Dia seperti nya tahu, kebanyakan naga adalah mengeluarkan api dari mulutnya, jadi dia berusaha bergegas lari ke arah Isami dan Flaire.


WOOOSHHHH~


Dia menyemburkan api begitu cepat.


Isami segera mengeluarkan semua kaki laba-laba itu dari belakang nya dan membuat semua nya tertancap di gerbang, agar dia bisa mendekati Akira sedikit dan menarik tangannya ke dalam.

__ADS_1


Dia mengeluarkan tangannya, dan Akira berlari sudah sangat dekat, hingga tangan mereka saling bersentuhan, dan dia menarik Akira dengan kuat sampai terlempar ke sisi lain gerbang.


"Kemampuan laba-laba?"


"Kamu manusia laba-laba?"


Flaire bertanya dengan rasa aneh dan tidak percaya dengan manusia laba-laba dan naga tiba-tiba ada.


Lalu tangan kiri Akira yang berubah menjadi tangan besi seperti bentuk tangan beruang dengan kuku yang tajam.


"Nanti saja di jelaskan!"


Api itu menyembur memenuhi seluruh lorong, seperti akan membakar habis semua bangunan ini, daerah yang lebarnya seratus meter di penuhi dengan api, menyebur sangat jauh seperti dua dua ratus meter, api nya benar-benar terasa panas.


Bahkan sepertinya benar-benar panas, hingga melelehkan semua tumpukan emas itu dan benar-benar menjadi emas cair, itu seperti pantas di sebut dengan sungai emas.


Dia menyebur sekitar lima detik dan selesai, semuanya terbakar, tapi bangunan ini tidak, tidak ada bekas hangus atau apapun seperti terbakar, api nya padam lagi, dan semuanya kembali seperti tidak rusak.


Yang berubah hanyalah emas-emas yang mencair dan hawa seluruh tempat ini yang menjadi agak panas.


Tidak hanya itu, Cian dan Sora sudah berada di tempat ini tanpa sengaja menemukan gua ini juga. Dia benar-benar sampai dengan cepat, karena teleportasi ke atas sini, dan itu benar-benar berada di dekat gua yang sama dengan yang dimasuki oleh mereka.


"Kemampuanku benar-benar berguna, sihir di larang, tapi kemampuan ku adalah peniruan sihir, ini sangat berguna membangkitkan kembali sihir yang sudah aku tiru, bukan begitu?"


"Nah! benar, dengan begini kita bisa menang, mungkin kita akan menemukan monster buas dan mengalahkannya dengan mudah disini"


Ucap Sora.


"Tapi ngomong-ngomong, apakah kamu merasakan sesuatu?"


"Apa? aku hanya merasa semakin panas saja, dan seperti ingin melepas bajuku"


"Ya. Ya. Ya... memang panas, tapi ada satu lagi"


"Apa itu?"


DUG! DUG!


DUG!


"Gempa?"


"Mungkin itu adalah langkah monster nya"


Mereka berdua segera berjalan mencari arah asal getaran, semakin mereka mendekat, getarannya semakin kuat dan seperti ada bunyi bertabrakan.


Sebenarnya itu adalah bunyi dari Flaire yang menyerang naga itu dengan sihir nya, namun seperti efek nya benar-benar kecil.


Cahaya-cahaya hijau terus menyerang naga itu seperti sebuah laser tapi, bukan seperti laser, ini seperti sebuah energi yang di tembakan dengan kuat, suatu energi sihir yang di konsentrasi ke satu titik.


Dia terbang dengan jubahnya yang berkibar-kibar di atas jembatan yang sudah runtuh, Akira dan Isami segera turun melalui reruntuhan jembatan, dan berusaha agar tidak menginjak cairan emas di bawah.


"Kalian benar-benar penyusup KOTOR!!!"


WOSHHHHH~


Dia menyemburkan lagi ke arah Flaire dan itu tepat mengenai Akira dan Isami, kali ini semburan nya cepat, sekitar dua detik saja, itu adalah semburan serangan cepat.


Jubah mereka terbakar dan anehnya, tidak membakar wajah dan tubuh mereka, tidak ada luka bakar sedikit pun, terkecuali mereka berdua terlempar cukup jauh menabrak tiang-tiang penyangga dan tembok.


Flaire mengaktifkan sihir pelindung diri, namun itu segera menghilang lagi, dan membuatnya hampir terjatuh ke sungai emas itu.


Detik berikutnya, naga itu maju dengan sangat cepat lagi, membanting ekor nya ke arah Flaire yang terbang disana, lalu membuatnya terbang menabrak tembok dengan sangat kuat, hingga tembok itu retak dengan dalam.


Flaire tidak bisa lagi berdiri.


Dia pingsan.


"benar-benar lemah!"

__ADS_1


"Terlalu lemah!!! jangan harap kalian semua bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini!"


"Bersiaplah rasakan panasnya api neraka!!!"


...WOSSHHH~...


Dia menyemburkan lagi ke arah Akira dan Isami di bawah sana, Akira dan Isami sudah tidak memiliki jalan lain, karena mereka tidak memiliki sihir apapun pada saat ini.


"Sepertinya ini hari terakhir kita"


Kata Isami dengan pasrah.


Akira masih diam dan menunggu sesuatu atau penyelamat, menyelamatkan mereka.


Berharap akan hal itu.


"Irin, kamu akan diam begitu saja? mereka tidak memiliki sihir. Bukankah kamu bilang akan membantu mereka?"


Tidak ada jawaban.


Semburan api panas itu terus menyerang Akira dan Isami, tapi tidak mengenai mereka.


Sekitar sepuluh detik serangannya, dia berhenti. Berpikir mungkin mereka berdua sudah hangus terbakar dan menghilang menjadi abu.


Ketika semuanya berhenti, Naga itu terkejut...


Bahwa ada satu orang lagi yang menyelamatkan mereka berdua disana, seeorang perempuan berambut merah muda.


"Kemana semua serangan ku?"


"Kamu!"


Akira dan Isami segera melihat bahwa di depan mereka adalah Cian yang berdiri menahan serangan itu dengan sihir dan entah semua serangan naga itu menghilang kemana.


"Cian?!?! apa yang kamu lakukan disini!"


"Aku tidak tahu, tapi berlindunglah! cepat!"


Sora terbang membawa ke arah Akira dan Isami, membawa mereka berdua ke atas bangunan di gerbanh lain.


"Kamu, ternyata ada disini juga? bagaimana bisa?"


"Hanya kebetulan, aku dan Cian melewati gua aneh dan jatuh kemari, kami menemukan kalian dalam kondisi sudah seperti ini, hawa nya sangat panas."


"Hah? ada satu orang lagi? kalau begitu semua ada lima orang sekarang, aku bisa melenyapkan kalian semua sekaligus!!"


Naga itu terbang dengan cepat menuju ke arah Cian, dia dengan cepat mengindari ke atas naga dan kecepatan mereka berdua cukup cepat.


SING!


Naga itu terbang jauh, dan berbelok berputar lagi ke arah Cian untuk menabraknya di atas runtuhan jembatan itu.


Dan ketika dia merasa sudah pasti benar-benar tidak ada celah agar gadis ini berlari, dia sangat yakin, bahwa dia akan membunuh gadis itu dengan sekali tabrak.


SING!


Dia melewati Cian, namun tidak berhasil menabraknya.


"Hah? kemana?"


Cian masih berada di atas runtuhan besar dan sudah memegang sebuah sabit yang biasanya dia pakai.


Naga itu tidak menyadari bahwa tabrakan pertama nya, Cian sudah mengeluarkan sabit itu dan mengiris sayap sebelahnya. Kini, sayap kanan nya juga terkena sayatan sabit itu, robek sangat panjang.


Membuat sayap nya tidak bisa lagi di gerakan olehnya, seperti seekor burung yang sayap nya terluka dan mencoba untuk terbang.


Sudah terlambat, dua serangan itu kena tepat sasaran dan naga itu sekarang akan jatuh ke sungai emas.


"TIDAKK!!!!!"

__ADS_1


Suara sebagian sayap nya yang terbentur ke tembok, dan suara tubuhnya yang seperti menabrak dasar sungai tersebut membuatnya hampir di selimuti cairan emas secara keselurahan.


Rupanya itu sangat dalam. Bahkan naga itu masuk ke sana hingga tidak terlihat lagi, sayap ataupun semua anggota tubuhnya, itu masuk ke dalam sungai di habisi oleh cairan emas.


__ADS_2