
Tiga boneka beruang semuanya di koleksi olehnya hanya dengan tiga anak panah. Akira berjalan bersama dengan Irin ke suatu tempat, Irin memegang beruang es putih, dan dua lainnya di pegang oleh Akira.
Boneka-boneka ini sangat besar, mungkin setara dengan ukuran tubuh seorang anak yang berusia lima tahun.
Menuju tempat kosong untuk menyimpan boneka di dalam ruang simpanan sihir nya. Seseorang jelas tidak boleh melihat hal ini.
Setelah itu tanpa mereka sadari, malam semakin ramai, dan ini sudah memasuki jam dua belas.
"Mau ke tempat terbaik untuk melihat pemandangan?" tanya Akira.
"Umm, terserah"
Akira segera memegang tangan Irin dan memindahkan mereka ke tempat resort dari ketinggian yang dapat melihat seluruh kota dari ketinggian nya, mereka duduk di satu meja dan dua kursi dengan view yang sempurna.
Sambil memegang makanan nya, Akira berkata.
"Irin, terima kasih sudah mau ikut bersamaku, ini menyenangkan, awalnya aku merasa tidak suka ke dunia ini"
"Begitu kah?"
"Ya, aku sebenarnya sudah memutuskan untuk tinggal selamanya disini, ternyata sangat menyenangkan, memiliki teman, bersekolah kembali seperti mengulangi hidupku"
Irin senang dengan Akira yang perlahan melupakan Yuna itu karena dirinya, efek penghapus setengah ingatan darinya.
"Oh yah, bukankah jika ini adalah malam di tahun terakhir biasanya seseorang akan mengucapkan permintaan nya agar terkabul?"
"Apakah begitu?" tanya Akira.
"Humm, setelah kembang bertebaran di seluruh langit menghiasi malam, kamu bisa mengatakan keinginanmu dalam hati"
"Tidak perlu dalam hati, aku bahkan sudah mengatakan untuk memiliki kehidupan damai bersama teman-teman, sekarang aku tidak memiliki keluarga, namun Isami dan yang lain akan kuanggap teman sekaligus saudaraku"
Kata Akira.
Sambil meminum seteguk minuman vanilla nya, tiba-tiba suasana mulai berisik, para cameraman mulai mengambil posisi terbaik mereka untuk menemukan momen pemandangan kembang api.
"Irin..."
Dia mulai berkata dengan pelan.
"Humm? apakah?"
"Kamu sudah tau bukan? sebelumnya? aku mengatakan bahwa aku akan terus melindungi mu dari apapun, kamu mungkin sudah tau alasannya sebelumnya"
"Alasan apa?"
"Aku melindungi karena aku menyukai mu, meskipun bukan milikku setidaknya aku akan berusaha"
"Kamu...kukira sebelumnya hanyalah sebuah candaan"
"Aku tidak pernah bercanda dari awal, aku hanya menghiasi rasa canggung dengan candaan"
Akira kemudian diam beberapa saat dan mulai memberanikan diri untuk mengatakan bagian-bagian akhir.
"Irin"
__ADS_1
"Jadilah pacarku"
Irin segera menatap mata Akira, denyut nadi nya dan hati nya berdetak kencang, perasaan yang tidak terduga bahwa Akira akan mengucapkan seperti itu. Dia mungkin belum percaya atau lebih mirip sebuah mimpi.
"Ka...kam-"
"Entah kamu mau menerimanya atau tidak tapi kuharap kamu benar-benar menerimaku sebagai orang yang mencintaimu, dan berusaha untuk menembus apa yang ada"
Akira akhirnya lega bisa menyatakan perasaannya pada Irin, sekarang raut wajahnya sedikit masam sambil menunggu jawaban dari Irin, mungkin dia akan sedikit sedih karena tidak berhasil kali ini.
Namun, Irin kemudian mengarahkan jari kelingkingnya pada Akira dan membuat Akira menatap padanya.
Awalnya beberapa detik terdiam, Akira tidak mengerti mengapa Irin mengarahkan jari kelingking padanya, dia berpikir mungkin Irin akan memberi nya jawaban dengan jari kelingking yang artinya mereka akan tetap menjadi teman atau sahabat tidak lebih dari itu.
Kata-kata Irin tiba-tiba keluar dari ujung mulutnya.
"Bagaimana jika dengan tanda jari kelingking ku? apakah kamu bersedia?"
Dengan senyuman tulus nya.
Akira masih tidak mengerti, mengira bahwa Irin hanya akan tetap menjadikannya teman atau sahabat.
..."Bersedia menjadi sepeti yang kamu katakan"...
Akira mulai memandang nya dengan cepat dan perlahan mengerti apa artinya itu.
"Kamu? benar-benar mau?"
"Sesuai dengan yang aku katakan"
"Bagaimana?"
Akira mulai tersenyum dan menggerakkan jari kelingkingnya juga. Kemudian mengikatkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Irin, bertepatan dengan saling menyentuh kelingking mereka, waktu berganti.
Petasan-petasan mulai meluncur ke langit menghiasi malam ini, seperti festival, benar-benar meriah. Warna-warna indah dari berbagai macam ledakan tersebar.
Mulai dari kembang api, petasan kecil hingga petasan besar.
"Irin, terima kasih untuk beberapa hal yang kamu lakukan untukku, besar atau kecil hal itu aku akan selalu menyukainya"
"Aku tidak pernah menyangka ini"
Irin sangat senang ketika orang yang dia sukai di dapatkannya, ini pertama kali nya dia memiliki perasaan suka kepada seorang lelaki.
Bahkan yang sangat membuatnya bersyukur adalah dirinya yang pemalu dan sulit untuk mengungkapkan semuanya, namun Akira begitu berani untuk berusaha dan berbicara.
Akan berbeda jika Akira bukanlah orang yang berani berbicara secara langsung, mungkin harapan dan harapan ini akan terus saling menajuh.
Namun, disinilah dia berada.
Dengan anak lelaki berusia miliaran tahun yang menjelajah ke miliaran alam semesta hanya untuk mencari kekasihnya, namun tujuannya berubah ketika menemukan Irin untuknya.
Mereka benar-benar mirip, Akira selalu menggangap bahwa Irin adalah reinkarnasi dari Yuna, entah itu benar atau tidak, dia akan terus menjaga gadis ini bersamanya.
Rahasia itu akan terus di telusuri olehnya, tentang semua misteri yang tidak mereka ketahui tentang Irin dan bahkan Irin yang tidak tahu asal-usul kelahirannya tanpa keluarga.
__ADS_1
Akira memang sudah seharusnya menang untuk mendapatkan hati Irin dengan susah payah dan keberaniannya, sementara Isami hanyalah anak yang tidak berpengalaman untuk mendapatkan hati Irin.
Lagipula Irin belum pernah tertarik untuk menyukai siapapun, dan pertama kalinya itu hanyalah menyukai Akira.
Sesuatu yang ajaib terjadi lagi, entah apakah itu tapi di beberapa bagian helai rambutnya perlahan berubah menjadi warna abu-abu.
"Irin, warna rambutmu! ada apa itu?!"
Bertanya dengan terkejut melihat perubahan warna pada helai-helai rambutnya. Warna nya benar-benar hanya berada di beberapa helai poni depan, di dekat telinga dan ujung helai rambut bawah.
"Jangan bercanda lagi!, warna rambutku adalah hitam"
"Hah? aku tidak bercanda? apakah suatu cat tumpah ke atas rambutmu tanpa kau sadari? mungkinkah debu kembang api?"
"Hah??"
Irin segera mengeluarkan Cermin kecil dari jari-jari nya dan segera melihat apa yang terjadi. Namun hal itu benar, ujung rambut di poni nya dan bagian belakang mulai berubah menjadi abu-abu.
Kemudian dia memegang setiap helai yang berwarna abu-abu kemudian menciumnya, tidak ada sesuatu yang menempel atau apapun itu yang menyebabkan perubahan warna.
Bahkan bau rambut nya sangat harum dan tidak berubah, sesuai sihir permanen yang telah dia tetapkan pada dirinya sendiri.
"Apa yang terjadi?" tanya nya dalam hati.
Perubahan yang terjadi secara alami, namun perubahan yang begitu cepat tidak bergerak lagi, hanya beberapa bagian rambut yang terpilih.
"Itu benar-benar indah sebenarnya, di warnai di beberapa helai bagian ujung, apakah ini sihirmu?"
"Umm, tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi pada perubahan rambutku"
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan, warna rambut apapun itu akan tetap terlihat bagus untukmu, terkecuali hijau dan biru mungkin? atau warna-warna aneh lainnya"
"Hmm, begitu yah. Kalo begitu tidak apa-apa"
Dari tempat duduk mereka tadi, mereka segera menyelesaikan makanan yang telah di pesan, seperti burger, roti, dan minuman instan lainnya seperti boba.
Hampir jam satu malam, yang harusnya di malam biasa sudah cukup sepi, namun benar-benar masih ramai, festival di sana-sini.
Akira ikut bersama Irin sebentar untuk melihat bagaimana keadaan yang lainnya, entah mereka bepergian malam ini atau tidak. Ketika Irin membuka pintu ruang tamu, mereka berempat terlihat di ruang tengah dengan handphone mereka masing-masing.
Berbeda dari kebanyakan orang, tiga dari empat adalah orang yang berasal dari Magic World, namun mereka benar-benar merasa terlalu asik dengan peradaban manusia di dunia bawah.
Peradaban teknologi yang begitu luar biasa, mereka menjadi tergila-gila disini, dan mencoba mempelajari semuanya. Termasuk Game. Keempatnya tidak terlalu memperhatikan Irin dan Cian yang datang, mereka benar-benar fokus dengan pandangan mereka di game. Lama nya waktu sejak awal mereka saling berlawanan sekarang dengan hasil 3-2.
"Ahh, aku kalah? bagaimana bisa? padahal aku benar-benar berlatih game ini" Ucap Isami.
"Jahahahaha, kamu masih belum bisa mengalahkanku hah? sekarang kita sudah tau pemenang nya dan apa hukumannya untuk tim yang kalah" Ucap Cian dengan bangga.
"Hah? yang benar saja! kamu itu hanya seperti beban di dalam game bagi Sora, aku yakin dia pasti berpikir seperti itu tentangmu"
kata Isami dengan sedikit kesal.
"Sepertinya tidak begitu juga, Cian sangat mudah menguasai game ini, jadi aku agak mudah beradaptasi dengannya" kata Sora.
Sesuai perjanjian, Isami akan memasangkan kaos kaki untuk Cian setiap pagi dalam lima hari berturut-turut ketika hari sekolah di mulai, tidak hanya untuk pergi saja, pulang pun kaos kaki dan sepati harus di bukakan olehnya, dan Kiana yang juga satu tim dengan Isami yang kalah, akan membersihkan rambut Sora dan Cian.
__ADS_1
Mencuci rambut, memberi sampo kemudian kondisioner, sama seperti keramas namun bukan pekerjaan yang buruk untuk rambut, lagipula rambut Cian ini tidak perlu di bersihkan, karena dia sangat bersih dalam merawat rambutnya.
Rambutnya hanya normal tanpa apapun dan berwarna merah muda, namun akan di ikat dengan model kuncir dua ketika dia bepergian keluar rumah.