Her Private Life

Her Private Life
Return Of The Fallen Angel


__ADS_3

Kemarin Akira sudah mendapatkan lawan yang cukup kuat seperti Isami, namun akan sangat mudah jika dia melawan dengan merubah wujud nya.


Dia belum berniat menggunakan wujud dan kekuatan nya sekarang, mungkin saja dia masih menang jika dalam kondisi mereka yang seperti ini, lagipula beregenerasi dalam sekejap cukup tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal lain.


Mereka masih bisa bertahan lama, Irin mulai menggunakan sihir-sihir yang lebih tinggi, benar-benar membuat dataran ini bergetar, namun menyentuh Fallen itu sangat sulit.


Dia memiliki empat sayap yang benar-benar dapat melindunginya, setiap serangan di tahan oleh sayap itu.


Padahal dia tidak memiliki zirah, baju besi pelindung atau apapun itu, yang dia pakai hanyalah seperti sebuah kostum hitam yang dari atas menyatu sampai bawah.


Serangan mereka cukup sia-sia dengan Fallen yang mengendalikan hal-hal disini, gravitasi, cahaya, bayangan, belokan ruang, dimensi, elemen, hukum bahkan sebab akibat di dunia ciptaanya sendiri bebas di kendalikan olehnya, oleh sebab itu pukulan yang mengenai nya baru dua kali masing-masing dari mereka.


"Kalian terlalu lambat! hahahaha"


Dia tertawa lagi dengan sangat percaya diri seperti sebuah pemain yang yakin bahwa dia memiliki sebuah kartu kemenangan.


Namun tiba-tiba serangan Irin mengenai nya dengan sangat cepat, dan membuat tangannya putus sama seperi sebelumnya lagi.


"Hemmm, kamu lengah!"


"Sialan!!"


Hatinya mulai sedikit tergeser dan harus segera waspada dengan Irin ini.


Irin menyerang lagi dengan serangan kedua membuat langit dan awan-awan sampai terbelah, angin nya sangat kencang. Menabrak tepat di perut Fallen dan membuatnya terhempas sejauh lima ribu mil.


Namun Fallen memiliki efek regenerasi yang sama dengan mereka, jadi tangan dan semua anggota tubuh yang hilang bisa tumbuh dalam sekejap.


Dia sangat marah dan bergerak lagi tepat muncul di hadapan Irin dalam sekejap, namun ketika dia pukulan cepat nya hampir mendarat mengenai Irin, Akira juga muncul untuk melindungi nya dan pukulan Akira kali ini kena tepat di wajahnya dan menghantamnya jatuh ke bawah dengan sangat cepat.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh nya!"


"Kamu juga cukup menggangu! setelah aku membunuh gadis itu aku juga akan membunuh mu!"


Irin tahu bahwa Akira mengambil pembicaraan untuk membuat Fallen lengah dan emosi, ketika dia baru mau mengucapkan sepatah kata lagi, Akira langsung di bawah bersama nya dan tendangan nya mengenai Fallen hingga terlempar dengan fatal menembus gedung-gedung silver di belakang.


"Kurang ajar!!!"


Akira mau menyerang lagi, namun Fallen sudah hilang dengan sangat cepat dari tempat mendaratnya.


Cahaya hijau gelap muncul menutupi pemandangan langit, dengan terbuka sebuah lingkaran hitam. Empat sayap terbuka lebar di langit setinggi sepuluh ribu kaki dari dataran


Sebuah pedang keluar dari lingkaran-lingkaran di langit dan dia menariknya keluar, sebuah pedang malaikat yang tercemar dengan kejahatan.


"Dunia ciptaan ku! lebih unggul dari semua dunia di sungai hitam Curileo! lebih unggul dari semua dunia dengan dimensi tidak terbatas yang ada! tidak...tidak...dunia ciptaan ku harusnya lebih unggul dari semua itu!"


Kata-kata nya sambil tertawa dengan sangat sombong sambil memegang pedang dan aura hijau yang memancar kuat ke seluruh cakrawala.

__ADS_1


"Begitu?"


suara kecil Akira mulai terdengar


"*Seorang malaikat cacat"


"ingin membunuh seorang gadis sihir yang aku cintai"


"Bahkan ingin mengambil mata nya"


"Mataku"


"Dan seperti yang sebelumnya kau katakan"


"ingin membunuh Tuhan*?"


Airin tercengang mendengar kata-kata Akira yang dingin, suasana ini sama seperti suasana pertama kalinya dia bertemu Akira, mulai memancar aura merah gelap yang cukup untuk menjatuhkan mental orang dengan kekuatan lemah.


Terlebih lagi Irin tidak akan pernah mengira bahwa Akira mengucapkan bahwa dia mencintai nya.


Dia segera melihat angin-angin yang menyapu rambut Akira beterbangan dengan sangat kencang.


"*Ingin membunuh Tuhan yah?"


"Kamu memang benar-benar malaikat yang tidak tahu posisimu*"


Matanya mulai memerah, dari tangan kosong nya tercipta topeng yang awal nya di beri Alshian untuk menahan kekuatannya, topeng itu masih sama seperti dia selesai bertarung dengan Isami. Rusak dan retak seperlima.


Mulai memasang kembali ke wajahnya, sebuah topeng polos retak kembali utuh tanpa retakan dan membuka sebuah mata kehancuran di tengahnya, rambutnya kembali memanjang sedikit sambil beterbangan.


Tangan-tangannya mulai di selimuti sarung tangan yang seperti besi dan seperti kuku yang sangat tajam, baju biasa yang di kenakan nya langsung robek semua dan terganti dengan jubah hitam merah. Pedangnya keluar lagi dari tanah yang terbuka dalam dengan Aura kehancuran.


Pedang nya yang keluar dari tanah perlahan melayang ke langit dengan warna ungu bercampur merah ada sebuah mata di dekat gagangnya sebagai kesadaran kedua nya.


Dia membuka kedua tangannya ke kanan dan kiri untuk bersiap melawan Fallen yang terbang sanagt tinggi di langit, pemandangan ini mengubah seluruh Bulan dan Matahari menjadi retak-retak.


"*Nah..."


"Sekarang..."


"Tunjukkan lah cara bertarung seorang malaikat busuk padaku!"


"SANG DEWA KEHANCURAANNN*!!!!!!!"


Dengan kecepatan tinggi menyentuh pedang nya bergerak menuju Fallen di langit, respon antara keduanya cukup seimbang, kecepatannya hampir setara.


Berbeda dengan Isami yang bahkan sangat berbanding jauh dari kecepatan ini. Apalagi dunia ini di atur Fallen tanpa konsep waktu, entah seperti apa kecepatan mereka bergerak.

__ADS_1


Irin merasa sebaiknya dia tidak ikut campur dalam keadaan ini, untuk sementara dia berada di dataran silver melihat dua orang saling serang yang tak terlihat oleh mata, namun dia bisa masih bisa melihatnya dan menangkap beberapa gerakan mereka.


Dalam beberapa menit pedang malaikat hijau dan pedang dewa kehancuran saling bertabrakan namun di waktu sebenarnya ini hanya terjadi dalam kurang dari setengah detik.


Tidak ada dari dua pedang ini yang retak, benar-benar sangat kuat! dua-dua nya adalah pedang ciptaan Tuhan yang satunya untuk seorang malaikat dan yang satunya untuk seorang dewa, namun malaikat yang satu ini menyalahgunakan senjata ilahi malaikat yang di berikan padanya.


Senjata yang dia pakai untuk menyerap jiwa-jiwa mahluk tak bersalah di seluruh alam semesta.


Berniat menghancurkan seluruh alam semesta dan mencoba menembus alam Tuhan yang di sebut Creator Nature, kali ini malaikat-malaikat yang lainnya di Alam Surga sedang menyaksikan pertarungan ini. Mereka sepertinya yakin bahwa Fallen sangat kuat dari mereka, namun yang tidak mereka tahu adalah mahluk-mahluk dari dunia bawah itu.


Seorang gadis dengan sihir aneh dan seorang manusia yang menyebut dirinya penjelajah cerita sekaligus dewa kehancuran.


Para malaikat melihatnya menutup mata itu dengan sebuah topeng yang menahan kehancurannya. Malaikat-malaikat itu terkejut, mata itu hanya di berikan kepada mereka berdua, tidak ada entitas lain di seluruh alam semesta yang memiliki mata seperti itu.


Mereka belum pernah melihatnya, Tuhan menyuruh malaikat-malaikat dengan setiap tugas nya di seluruh alam. Namun kali ini total sembilan malaikat semuanya berkumpul di Alam Surga untuk.menyaksikan hal ini.


Kekuatan yang menghancurkan dinding-dinding dimensi. menerobos segalanya yang di tatapnya.


Fallen mulai kesulitan menghadapi Akira saat ini, karena mereka hampir seimbang. Irin hanya terdiam dengan wajah kagum pada kemampuan Akira, wujud itu adalah wujud sejatinya yang kedua kalinya dia perlihatkan pada Irin, ini sepertinya bukan sihir, ini sebuah kemampuan kehancuran dari matanya sendiri.


Irin bahkan tidak pernah tahu apa yang terjadi jika Akira harus mengakhiri pertandingan secara paksa dengan melepas topeng dari wajahnya.


"Kamu! aku akan segera membunuhmu!"


Fallen marah dan mencoba lari dari Akira, dia mengarahkan serangan nya dengan cepat pada Irin, dia tidak boleh berlama-lama, Akira bahkan tidak terpengaruh dari semua keterbatasan dan aturan di dalam dunia ciptaan Fallen.


Kehancuran yang terjadi sekarang tidak pulih dalam sekejap seperti tadi, sekarang gedung-gedung itu semuanya hancur dan pemulihan nya terhambat dalam beberapa menit. Nampaknya efek kehancuran nya cukup kuat.


Para malaikat tidak menyangka sang pencipta memberikan mata seperti itu pada manusia biasa hingga menjadi dewa seperti itu.


Irin terkejut dengan sangat cepat Fallen hampir mendaratkan pedang ke wajahnya, jika itu benar-benar kena, mungkin kepalanya akan terputus dari tubuhnya.


Irin tidak tahu bahwa jika seluruh tubuhnya terpotong-potong hingga butiran debu bahkan hilang, itu akan beregenerasi kembali dengan cepat. Karena ketidaktahuan nya atas semua kemampuan ini itu sebabnya dia lebih memilih untuk terus waspada dengan serangan.


Dan mengutamakan sihir aura pelindung untuk melapisi seluruh tubuhnya, ini sama seperti yang di gunakan Yuna namun berbeda warna nya, bahkan bisa di tingkatkan sampai berapa tingkatan pun yang dia mau.


Ketika serangan Fallen segera hampir menyentuh nya, Akira sudah mengenai pedang nya lebih dulu dalam sekejap dan membuat Fallen terlempar sangat jauh sampai tidak terlihat oleh mata.


"Sudah cukup aku harus mengakhiri ini!"


"Apa yang akan kamu lakukan? jangan bilang ka-"


"Aku harus melakukannya, Irin, tetaplah di belakangku, buatlah sihir pelindung untuk mu sekuat mungkin"


"Akirraaa!!"


Irin baru mau mencegah Akira untuk tidak melepaskan topeng nya, namun sudah terlambat, Fallen yang segera bangun dalam sekejap dari ribuan mil jaraknya bergerak dalam sekejap untuk menyerang Akira, kecepatannya sangat luar biasa, namun yang dia tidak tahu adalah kekuatan sejati Akira ketika melepaskan topeng itu.

__ADS_1


__ADS_2