
Tunggu Akira...itu...itu...darimana kamu mendapatkannya. Isami bertanya.
Sambil menunjuk gelas dan piring kosong di meja tersebut.
"Oh ini, ini gratis untukku"
"Hah? aku juga mau, dimana?"
"Kami memberikannya padanya"
Kata Blossom.
"Bisakah aku mendapatkan itu juga?"
Blossom dan Yumiko segera saling menatap beberapa saat dan Yumiko langsung mengeluarkan beberapa kata...
"Bisa, kamu bisa mendapatkan makanan gratis dari sini dengan satu syarat"
"Hah? syarat apa itu? cepat katakan"
"Ikut denganku"
Isami di suruh mengikuti Yumiko masuk ke dalam melewati pintu resepsionis tersebut, ada ruangan yang cukup bagus untuk para pelayan ini bersantai, sementara ruang paling belakang di sana adalah toilet dan dapur. Disana dia di bawa di bagian dapur, dimana piring kotor yang sangat banyak benar-benar menumpuk.
"Apa ini?"
"Cuci...kabari aku di depan jika kamu sudah selesai dengan semuanya"
"Mencuci semua ini?"
"Benar, kamu mau coklat dingin secara gratis bukan? dengan makanan?"
Isami: "..."
"Cuci dengan bersih, jangan ada noda kotoran satupun tersisa, aku akan memeriksanya begitu semua selesai"
Yumiko kemudian kembali berjalan keluar ke tempat mereka semua tadi, meninggalkan Isami mencuci semua tumpukan itu, ada total dua ratus piring, seratus empat puluh gelas, dan tiga ratus sendok, sisanya masih ada beberapa.
"Apa yang kamu suruh lakukan?"
Tanya Flaire.
"Piring kotor yang menumpuk, untuk meringankan pekerjaanku"
"Lalu, bagaimana aku bisa di berikan itu secara gratis tadi? tanpa ada syarat?"
"Sebenarnya ada cukup syarat untukmu, namun bukankah aku sudah puas dengan ide ku yang berhasil membuatmu tertidur?"
Kini Akira ingat lagi, dia di berikan makanan tadi hanya untuk membuatnya tertidur, dan memuaskan keinginan Yumiko untuk mendandan lelaki menjadi seorang perempuan.
"Jangan lakukan itu lagi, aku lebih baik mengeluarkan uangku untuk makan di luar"
"Hmmm? apakah kamu tidak suka di dandan menjadi wanita? aku suka ketika kamu menjadi wanita"
"Memori kaca"
Dia kemudian mengeluarkan sihir untuk membuat sebuah cermin yang menampilkan kejadian dimana mereka mendandaninya sebagai perempuan tadi. Seperti sebuah rekaman di sebuah cermin.
"Ahh, Flaire...lihatlah! bukankah itu gadis yang cantik tadi? andai dia tetap seperti itu saja"
"Benar, padahal aku sudah berkhayal tinggi tadinya, dan kamu hampir saja menjilati wajahnya tadi"
"Ah? apa? menjilati wajahku? siapa yang ingin melakukan itu?!"
Wushh!
Dengan cepat Blossom dan Flaire menunjuk ke arah Yumiko dan dengan serentak berkata...
"Dia"
"Ah, itu sangat buruk...sangat buruk, kamu membuatku tertidur dengan minuman tipuan, menghiasiku bagaikan milikmu, lalu ingin menjilati wajahku? apa itu?"
"Eh, bukan begitu maksudku...a..aaa..aku tidak bermaksud melakukan itu"
Tiba-tiba terlintas peristiwa sebelum Flaire datang, adegan dimana Blossom masuk ke dalam dapur, dan Flaire belum datang ke tempat ini, namun Akira telah di dandani olehnya. Yang berada di ruangan ini hanya dia dan Akira yang di dandani nya sambil tertidur, terlihat adegan itu di cermin memori, dimana Yumiko duduk di samping Akira yang tertidur, meletakan tangannya di wajah Akira perempuan, dan menjilati sedikit pipinya hampir mengenai mulut Akira.
"Tunggu...tunggu...apa itu?"
"O-Ow, matikan!"
Dia segera mengacak mantra memori cermin dengan kacau hingga mantra nya tersebar dan tidak dimatikan. Yang ada malah rekaman itu tidak berjalan lagi ke setelahnya, malah bagian ini terulang secara terus menerus tanpa henti ketika dia benar-benar menjilati wajah Akira.
"Apa itu? kamu adalah gadis yang stress"
"Yumiko~ jadi kamu benar-benar melakukan itu? apa faedahnya perlakuanmu itu?"
"Tidak, semuanya dengarkan! aku tidak bermaksud melakukan itu, aa-a-aku..."
Dia segera menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya hingga berjalan mendekati Akira dengan cepat, dia menuju ke arah Akira dan ke belakang Akira.
BOING!
Akira: "Akhh!"
Sambil menyembunyikan dirinya dari teman-temannya dan berkata...
"Tolong, maafkan aku! aku tidak bermaksud melakukan hal aneh padamu, kumohon!"
"Hmph? baiklah"
"Hah? benarkah? kamu memaafkanku semudah itu?" dengan wajah yang hampir menangis.
__ADS_1
"Ya benar"
"Tapi..."
"Tahukah kamu?"
"Apa itu?"
Sejak aku kecil, keluargaku sudah menetapkan sebuah hal pada semua anggota keluarga bahwa kami belum di sentuh oleh siapapun, bukan di sentuh secara biasa, namun di sentuh dengan nafsu seperti itu, menjilati wajah...itu salah satunya dari kami, bahwa kami sudah di sentuh oleh orang lain, jika itu adalah aku dan yang melakukannya adalah lelaki, maka hukuman tidak berlaku untuk nya dan untukku.
Tapi andai itu adalah aku, dan yang melakukannya adalah wanita atau sebaliknya aku adalah wanita dan kamu adalah pria, menjilati dan menyentuhku seperti itu, harus ada hukumannya.
Kata Akira.
"Huh? hukuman?"
Sambil memeluk semakin erat Akira dari belakang...
"Benar...hukuman yang ringan, tidak terlalu berat"
Akira mengatakan itu, namun nada suaranya benar-benar terdengar sangat jahat, seperti sisi jahatnya ketika menyiksa anak-anak sekolah itu.
"Hu-huuhu-hukuman apa itu?"
"Aku harus menikahinya, jika tidak...hal yang sial akan terus menimpa hidupku"
"Hahh? lalu apa yang harus kulakukan?"
Keduanya Blossom dan Flaire sepertinya memercayai perkataan Akira, karena kali ini nada suaranya yang agak menyeramkan seperti benar-benar serius.
"Benar! aku harus menikahimu!"
"Tidak! ini bohong bukan?"
Akira kemudian membalikkan dirinya ke belakang ke arah Yumiko yang berada di belakangnya.
"Matamu"
Yumiko: (*﹏*;)
"Aku melihat kebohongan, kamu tidak bisa menipuku"
"Hah?"
Ketika aku mengatakan bahwa aku akan menikahimu, kamu hanya berpura-pura takut dan ingin menolak, tetapi aku melihat dari matamu bahwa itu mengatakan untuk benar-benar ingin melakukannya, bukan?
Tanya Akira.
"Apa maksudnya itu?"
"Biar "
Kamu berpura-pura panik dan ingin menolak, namun kamu ingin di nikahi olehku dan berharap seperti itu, aku bisa melihat kebohongan itu dari matamu hahahaha...
"Hahaha! bercanda! aku tidak akan seperti itu, tidak ada aturan keluargaku yang seperti itu...aku hanya mengarang nya saja"
"Gadis disana, Flaire... bagaimana dengan aktingku? bagus bukan? sudahkah aku cocok sebagai pemeran teater?"
"Sangat bagus! bintang lima untukmu, itu sebuah akting yang hebat, aku tidak percaya!"
"Kupikir dia serius"
Kata Blossom.
"Sebenarnya kamu bisa jika kamu mau masuk ke dalam daftar "
"Harem?"
Dengan serempak ketiga gadis itu bertanya di detik yang sama.
"Benar! harem dimana aku adalah lelaki yang memiliki banyak wanita sebagai pacar atau istriku, terlihat bagus?"
Flaire: (ー_ー゛)
Blossom: (ー_ー゛)
Yumiko: "Benarkah?"
"Kalau begitu...Akira, umm tidak...maksudku tuan Akira, kumohon buat kembali aturan itu dan nikahi aku"
"Hahaha! kamu sangat lucu! jangan bercanda!"
"Aku serius?"
Flaire & Blossom : "Heh??"
"Jika kamu serius seperti itu, maka aku merasa kasihan dan harus menikahi mu, itu yang kamu mau bukan?"
"Benar! benar sekali"
GLUDUK! GLUDUK! JDERRR!
Sebuah gemuruh di langit tiba-tiba berbunyi sangat keras, di jendela mereka melihat kilatan-kilatan petir di balik tebalnya awan hitam malam hari ini.
Beep...
Sebuah pesan masuk bergetar di ponsel Akira.
Dia segera membukanya, dia memang harus membukanya dan melihat asal getaran ponselnya, ketika dia membuka ekspresi nya berubah dengan melihat suatu pesan.
Akira...
__ADS_1
Sebagai game master aku tidak boleh turun di dalam permainan, aku mengawasi semua yang terjadi sekarang, kuharap kamu tidak melakukan hal yang macam-macam tanpa ada aku. Karena aku melihat segalanya sekarang disini, aku mengawasi mu, alam semesta ini sekarang berada di bawah kendaliku dan Kiana, jika kamu macam-macam, maka petir dengan arus kuat yang tidak terukur ini akan menyambar mu sebagai hukuman hingga membuat seluruh tubuhmu menjadi sebuah Akira panggang.
Dari Airin tersayang...
"Tidak! tidak! tidak!"
Dia sedikit berteriak dan...
"Flaire! tutup semua jendela!"
Flaire kemudian menutup semua jendela dengan tirai seperti yang di katakan Akira.
"Ada apa? kamu ketakutan begitu?"
Blossom bertanya lagi.
Semuanya agak khawatir dengan gemuruh kilat sekuat itu di atas langit, seperti ingin memecahkan seluruh langit dan menyambar satu kota ini.
"Tidak! aku menarik kembali seluruh ucapanku tadi, Yumiko! aku tidak jadi menikahimu, ratuku sudah marah"
"Ahhh!! apa yang terjadi?"
Isami juga keluar ke ruangan tempat mereka semua berada sambil berlari terkejut karena bunyi gemuruh yang begitu kuat.
"Akira, apa itu?"
"Sebuah peringatan untukku dari ratu"
"Hah? apa?"
Kemudian Akira memberikan ponselnya pada Isami untuk melihat pesan itu.
Karena begitu ingin tahu, ketiga lainnya, Flaire, Blossom, Yumiko segera berdiri di belakang Isami yang membaca pesan. Keempat orang juga melihat isi tulisannya dan semuanya membaca dalam hati.
Sebuah teks berisi...
Akira...
Sebagai game master aku tidak boleh turun di dalam permainan, aku mengawasi semua yang terjadi sekarang, kuharap kamu tidak melakukan hal yang macam-macam tanpa ada aku. Karena aku melihat segalanya sekarang disini, aku mengawasi mu, alam semesta ini sekarang berada di bawah kendaliku dan Kiana, jika kamu macam-macam, maka petir dengan arus kuat yang tidak terukur ini akan menyambar mu sebagai hukuman hingga membuat seluruh tubuhmu menjadi sebuah Akira panggang.
Dari Airin tersayang...
"Tunggu, Akira...apa yang kamu lakukan? kamu mungkin membuat Airin marah"
"Dia hanya berakting tadi, dan mungkin dia serius bahwa dia ingin menikahi Yumiko"
"Hah? pantas saja! Airin pasti benar-benar cemburu! kamu melukai hatinya sekarang"
Kata Isami.
"Ayo Akira, siapkan dirimu, aku akan mengatarmu keluar untuk mendapatkan sambaran petir hukuman itu"
Kata Isami lagi untuk menakuti Akira.
"Jangan bercanda! itu baru peringatan, aku sudah menarik kembali ucapanku"
Karena penasaran, ketiga nya bertanya dengan serentak lagi...
"Airin siapa?"
"Airin adalah..."
"Stop! Akira hentikan! ceritamu hanya akan memperpanjang kata-kata"
"Heh?"
"Ketika kamu mulai dengan nada itu, aku yakin kamu akan mulai dengan donggeng lagi, bahwa kamu masuk ke dunia Airin dan menjadikannya pacarmu, bukankah begitu??"
"Tidak seperti itu juga, aku sudah selesai dengan donggengku tadi, sebelum kamu turun kemari"
"Cukup katakan saja...dengan...
Airin Lloyd adalah namanya dan itu adalah pacarku"
"Simpel bukan? kamu hanya memperpanjang nya dan mungkin ketiga gadis ini akan binggung, karena mereka-
"Karena mereka apa?"
"Karena mereka tidak mengerti tentang sihir?"
Flaire memotong pembicaraan.
"Ya! aku berpikir kalian seperti itu"
"Aku memang terlihat seperti gadis biasa, namun aku adalah salah satu penyihir hebat"
"Hah? penyihir katamu? sihir memadamkan api dari sebuah lilin, apakah itu maksudmu?"
"Kamu meremehkan ku yah?"
"Cukup! kalian berdua, berhenti berdebat"
Blossom memisahkan keduanya.
"Yang ini tadi, namanya Isami kan?"
Akira mengganguk disana...
"Baiklah, Isami...berhenti berdebat dan lanjutkan pekerjaanmu, jika tidak...tidak ada makanan untukmu hingga besok"
"Ohh! di ancam lagi, baiklah nona!"
__ADS_1
Sambil berjalan dengan sangat malas kembali ke dapur untuk melanjutkan setengah tumpukan piring cucian yang tersisa.