I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Ultah Raymon


__ADS_3

Pagi sekali, Shakira membangunkan Kyra yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Hari ini Ray ulang tahun!" bisik Shakira sembari menyingkap selimut putrinya.


Rasa kantuk yang masih melanda Kyra mendadak lenyap, ia beringsut duduk sambil mengucek kedua matanya. Semalam ia tidur larut malam karena masih mengobrol di telepon dengan Ayahnya di Indonesia.


"Kita akan memberi kejutan kecil untuknya. Kau cepatlah mandi, Mama tunggu di ruang makan."


Kyra mengangguk dan bergegas menurunkan kakinya dari atas ranjang. Sedikit gontai, ia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan badan dengan kecepatan ekstra.


Sepuluh menit kemudian, masih dengan mengenakan pakaian ala kadarnya, Kyra menyusul sang mama di meja makan. Beberapa balon dan bunting flag warna-warni nampak menghiasi dinding yang tadinya putih bersih.


"Happy Birthday, Rayyyy!!"


Teriakan Shakira mengagetkan Raymon yang sedang berjalan menuju meja makan sambil memperhatikan ponselnya. Untuk beberapa detik, Raymon terpaku di tempat dengan wajah syok.


Melihat putranya tak bergerak, Shakira berinisiatif menghampirinya dan memeluk Raymon yang lebih tinggi dari mereka dengan erat.


"Ma, apa-apaan ini?" desis Raymon tak percaya dengan penglihatannya sendiri.


Tahun-tahun sebelumnya, Shakira selalu memberikan kue tart di tengah malam. Berhubung semalam tak terjadi apapun, Ray pikir dirinya sudah cukup dewasa untuk mendapatkan kejutan semacam itu. Ray tak berpikir bila dia akan mendapatkan kejutan di pagi hari, terlebih karena usianya sudah 23 tahun.


"Dan itu..." Ray menunjuk bunting flag warna-warni yang menempel di dinding. "Ma, aku bukan anak PAUD!"


"Pfff." Kyra menutup mulutnya dan berpaling untuk menyembunyikan tawanya.


Shakira tersenyum sumbang dan menggaruk keningnya yang tak gatal. "Itu ... Itu ... You know, bagi Mama, kalian tetaplah anak-anak!"


Raymon mengusap wajahnya dengan frustasi. "Baiklah, terserah Mama."


"Kyra, kau tidak mau mengucapkan selamat pada adikmu?“ Shakira menoleh pada putrinya yang masih memegangi piring  di tangannya.


"Oh, benar!"

__ADS_1


Buru-buru Kyra meletakkan piring itu dan berhambur memeluk Raymon.


"Selamat ulang tahun, Adikku Tersayang!" bisiknya sembari berjingkat agar bisa berbicara tepat ditelinga Ray. "Kau mau kado apa dariku?"


Ray menggeleng. Ia mengurai pelukan kakak perempuannya dan mengawasinya datar.


"Aku tidak mau kado atau barang apapun darimu. Aku hanya mau kamu tetap di sini temani kami."


Deg. Kyra menelan salivanya gugup. Ia melirik Shakira yang sedang tersenyum lebar.


"Bisa?" ulang Raymon memastikan.


"Ak-aku ..." Suara Kyra mendadak tercekat di kerongkongan. Ia memberanikan diri membalas tatapan adiknya yang sangat dalam. "Akan aku pikirkan!"


Senyuman Raymon yang jarang sekali terlihat mendadak tersungging dengan lebar.


"Baiklah! Kalo begitu ayo kita makan! Bukankah hari ini kalian ada kuliah pagi? Ayo, cepatlah!"


Shakira menghampiri dua makhluk kesayangannya dan menarik mereka ke meja makan. Usai sarapan, mereka bertiga meniup lilin di kue tart yang tersaji di tengah meja. Tak ketinggalan, mereka bertiga mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama. Pagi ini, sosok Raymon terlihat sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Hati Kyra terasa hangat, merasakan kebahagiaan dari keluarga yang utuh membuat matanya berkaca-kaca. Andai saja Ayah Roni-nya bisa bergabung, mungkin kebahagiaannya akan terasa semakin lengkap. Hanya saja hal itu tak akan pernah mungkin terjadi mengingat Mamanya sudah memiliki keluarga baru dengan Raymon di tengah-tengah mereka.


Tiba di kampus, Raymon dan Kyra yang baru saja turun dari mobil dikejutkan dengan teriakan beberapa orang dari atas gedung. Ketika keduanya menoleh, sebuah gulungan banner mendadak turun dari atas dan menampilkan wajah tampan Raymon dengan ucapan selamat ulang tahun di tengahnya.


"Apa dia sudah gila?" rutuk Raymon syok.


Beberapa orang gadis terlihat melambaikan tangan dari atas gedung pada Ray dan Kyra. Bukannya bahagia,  Raymon justru semakin malu mendapatkan kejutan semacam itu.


"Ray, happy birthday."


Tubuh Raymon mendadak kaku, ia melirik Kyra yang juga sedang meliriknya. Seseorang yang sangat Raymon hapal suaranya, sedang berdiri di belakang mereka berdua sembari membawa sebuah cake ulang tahun. Karena Ray tak kunjung menoleh, akhirnya Kyra menarik adiknya itu agar membalikkan tubuhnya.


Benar saja, wajah Anya sangat berseri-seri ketika Raymon mengawasinya dengan tajam. Sungguh menyebalkan! Ray tak suka perlakuan berlebihan semacam ini.


"Tiup lilinnya, Ray!" pintar Kyra sembari menunjuk tart di tangan Anya.

__ADS_1


Untuk beberapa saat, Ray hanya menatap tajam pada gadis yang sejak dulu selalu saja mengejar perhatiannya. Kedua rahangnya yang mengeras dengan sorot mata yang tak seperti biasanya membuat Kyra mulai cemas. Mendadak ingatannya melanglang buana ke ekspresi suaminya ketika sedang marah.


"Ray?" Kyra menggenggam tangan adiknya untuk meredakan gejolak emosi dan rasa malu yang pasti ia rasakan saat ini. "Tiuplah."


"Fuh!" Ray meniup lilin itu dengan cepat, namun tangan kirinya yang tak digenggam Kyra seketika menepis tart di tangan Anya hingga kue cantik itupun terjatuh.


Wajah Anya yang sedang tersenyum lebar ketika lilin  itu ditiup, mendadak pucat pasi ketika dalam hitungan detik kuenya sudah menyatu dengan tanah.


"Ray ..." lirih Anya sedih.


"Berhenti, Anya. Hentikan semua ini." Ray menepis tangan Kyra dan menatap Anya dengan tajam. "19 tahun aku mengabaikanmu. Apakah  tak membuatmu sadar bila aku tak pernah menginginkanmu?"


"Raymon, aku--"


"Jangan lagi muncul di hadapanku, Anya. Selamanya!" putus Raymon sebelum kemudian ia beringsut pergi tanpa menoleh lagi.


Tubuh Kyra yang tadinya mematung cemas, seketika memeluk Anya yang nampak sangat syok dengan perlakuan Raymon padanya.


"Anya, maafkan Raymon. Dia hanya sedang--"


"Dia benar, Kak. Raymon benar, harusnya aku sadar diri."


Kyra mengurai peluknya dan mengawasi wajah Anya yang sudah berlinang air mata. Sebagai sesama perempuan, Kyra paham bagaimana rasanya diacuhkan oleh orang yang kita cintai. Bara pernah melakukannya ketika Kyra mulai menyukainya namun Bara malah ketahuan makan siang dengan mantan pacarnya.


"Aku akan mundur, Kak. Kamu benar, aku harus membuka hatiku pada pria lain." Anya menyeka air mata di pipinya dengan hati terluka.


"Baguslah. Itu yang terbaik untuk hatimu, Anya. Kamu harus belajar melupakan Raymon. Dia bukan lelaki baik, Anya. Raymon sudah sangat jahat padamu."


...****************...


Minal Aidin wal Faidzin, Bestie!


Mohon maafkan otor bila selama ini sudah bikin kalian kesal tiap kali baca karya ini 😅. Maaf juga karena sempat off update selama beberapa hari ini ya, otor butuh liburan dan healing.

__ADS_1


betewe, untuk teman-teman yang sudah masuk di grup, bisa mengambil poin yang sudah otor bagikan, yaaa! ❤


once more, selamat menikmati hari lebaran bersama keluarga tersayang ❤


__ADS_2