
Jangan bermain-main dengan singa yang sedang tidur, mungkin adalah peribahasa yang tepat untuk situasi yang Kyra jalani malam ini. Tanpa ampun, Bara merobek seluruh pakaian yang melekat di tubuh istrinya itu layaknya orang kesetanan. Dengan beringas, Bara menghujani ciuman di setiap inchi tubuh wanita yang empat bulan ini membuatnya tergila-gila.
Tangisan, jeritan, pukulan, bahkan tendangan Kyra tak sanggup menghentikan pergerakan Bara yang jauh lebih gesit dan kuat. Bara mengungkung tubuh istrinya di bawah sementara salah satu tangannya menahan erat pergelangan tangan Kyra di atas kepala wanita itu. Ciuman demi ciuman yang panas dan basah membuat Kyra menggigit bibir Bara dengan kuat hingga lelaki itu meringis kesakitan dan rasa darah mengecap di mulut masing-masing.
Tak berhenti di sana, tubuh mulus tanpa sehelai benang itu pun tak lepas dari tatapan ****** Bara. Jhony yang sejak tadi sudah memprotes keras, ia biarkan lepas begitu saja. Gerakan yang mendesak kuat di inti tubuhnya membuat Kyra seketika memejamkan mata. Air mata yang sejak tadi menetes tak membuat Bara menghentikan aksinya. Ia semakin beringas, semakin menggila.
"Hentikan, Bara," rintih Kyra menahan perih karena Jhony terus saja meringsek di bawah sana.
"Berhenti?" Bara menatap manik netra Kyra yang meredup dan tersenyum kecut. "Tidak akan pernah!" Hentakan yang kuat ia lepaskan hingga Jhony sudah sepenuhnya tenggelam di bawah sana.
__ADS_1
"Kamu tahu, besok adalah hari ulang tahunku." Bara mulai bergerak dengan intens agar Kyra mulai terbiasa.
Diantara rasa sakit dan perih yang saat ini ia rasakan, Kyra masih bisa mendengar dengan jelas perkataan Bara. Namun, kali ini ia sudah lelah untuk memberontak, toh Bara sudah mendapatkan apa yang ia mau sejak dulu.
"Aku anggap ini adalah kado darimu." Bara menurunkan kepalanya dan mencium bibir Kyra yang masih menyisakan rasa darah.
Hingga permainan itu usai, Kyra tak merespon sedikitpun. Ia membiarkan Bara melakukan apapun pada tubuhnya meskipun setelah itu ia akan sangat membenci suaminya.
Tanpa menunggu jawaban, Bara menggotong tubuh Kyra masuk ke dalam kamar mereka. Ia meletakkan Kyra dengan sangat hati-hati dan kembali menghujani wanitanya dengan ciuman. Bara tetap menyetubuhi Kyra meskipun tak ada respon selain suara rintihan kesakitan. Tak ada *******, tak ada jeritan, namun Bara sangat menikmati semuanya.
__ADS_1
Entah sudah berapa lama, akhirnya Bara menyerah dan membiarkan Jhony memuntahkan cairan jeli itu ke dalam Jhinny. Terlampau emosi dan bernapsu rupanya membuat Bara cepat mengantuk. Ia pun langsung terlelap dengan tubuh masih memeluk erat wanita kesayangannya.
Jam 3 dinihari, Kyra yang sempat tertidur akhirnya membuka mata. Ia menoleh lemah pada Bara yang sudah terlelap dan masih memeluk tubuhnya. Kyra tak paham apa yang saat ini ia rasakan di dalam hatinya. Rasa sesal, amarah, dan cinta itu melebur jadi satu.
"Selamat ulang tahun, Bara," bisik Kyra dengan air mata yang kembali berurai. "I love you."
Usai mengucapkan kata itu sambil memandangi wajah suaminya yang tengah terlelap, Kyra perlahan bangkit dan turun dari ranjang. Ia membersihkan dirinya yang lengket di seluruh tubuh. Setelah itu, masih dengan air mata yang menetes, Kyra membereskan beberapa pakaiannya. Ia hanya membawa pakaian lamanya dan tak membawa satupun pakaian yang dibelikan oleh Bara.
Di tengah gelap malam yang sunyi itu, Kyra pergi dari Penthouse dan meninggalkan Bara yang masih terlelap memeluk guling. Sesuai yang sudah ia katakan tadi, ia akan pergi dari kehidupan Bara mulai detik ini. Semua sudah menjadi pilihan yang ia putuskan tanpa harus disesali. Kyra akan pergi, dan tak akan kembali muncul di hadapan Bara lagi. Selamanya.
__ADS_1
...****************...