I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Kehilangan


__ADS_3

Keluar dari rumah dan berada di jalanan pada dini hari adalah pengalaman pertama yang cukup menegangkan bagi Kyra. Lalu lalang kendaraan yang tak seramai biasanya, membuat langkah Kyra semakin ragu-ragu untuk mengayun jauh.


"Oke. Pertama, cari tempat untuk menumpang hingga besok pagi!" bisik Kyra pada dirinya sendiri.


Tak mungkin ia terus menyeret kopernya di jalanan seperti ini. Memesan taksi online pun sepertinya bukanĀ ide cemerlang. Ketika melihat sebuah minimarket yang buka 24 jam di kejauhan, senyum Kyra sontak merekah. Ia bergegas menarik kopernya menuju minimarket itu dan beristirahat di sana sampai setidaknya matahari mulai terbit.


Kryyukk.


Bunyi perutnya yang mulai keroncongan membuat Kyra mempercepat langkahnya. Usai dibantai Bara semalaman, kini bayinya mulai protes menginginkan asupan makanan.


"Semuanya empat puluh lima ribu tiga ratus, Kak!" jelas si Pramuniaga memperhatikan penampilan Kyra.


Dari segi wajah, Kyra masih sangat pantas disebut Kakak. Tapi melihat kondisi perutnya yang buncit, sepertinya pramuniaga itu menyesal telah memanggil Kyra dengan sebutan itu.


Kyra memberikan selembar uang lima puluh ribuan dan meraih kresek yang diberikan pramuniaga itu. Usai menerima uang kembaliannya, Kyra beringsut pergi dan memilih duduk di kursi yang berjajar di depan minimarket. Ia membeli tiga roti dan sekotak susu untuk mengganjal perutnya. Setidaknya, ia harus menunggu besok pagi bila ingin makan nasi.

__ADS_1


"Makan yang kenyang ya, Nak. Mulai hari ini, hanya ada kita berdua. Kita harus kuat, kita harus saling menguatkan, oke?"


Tendangan kecil dari dalam perut seolah menjawab permintaan Kyra pada janin yang dikandungnya. Sambil tersenyum pilu, Kyra menyantap roti itu dengan sangat lahap. Untuk beberapa saat, ia lupa bila beberapa jam yang lalu hidupnya telah porak poranda demi menyelamatkan masa depan suaminya. Roti coklat itu sangat nikmat, hingga Kyra lupa bila kedua matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.


"Setidaknya, meskipun aku nggak lagi bersama denganmu, kamu harus hidup dengan baik, Bara," pinta Kyra ketika teringat kembali pada sosok suaminya.


Menjelang pagi, Kyra yang sempat terlelap mendadak terbangun ketika mendengar suara bising knalpot motor. Sinar matahari yang masih temaram membuat Kyra masih ingin melanjutkan tidur, sayangnya ia tak sedang berada di tempat yang cukup nyaman untuk terus terlelap. Sambil merenggangkan badannya yang terasa kaku karena tidur sambil duduk, Kyra memperhatikan jalanan di sekitar minimarket yang mulai ramai oleh pejalan kaki yang sedang berolahraga.


Sampai detik ini, Kyra masih tak tahu hendak melarikan diri ke mana. Tak mungkin ia pulang ke rumah ayahnya, karena Bara pasti akan cepat menemukan keberadaannya. Itupun jika Bara masih mau mencari Kyra karena semalam ia sudah mengancam tak akan mencari jika Kyra nekat pergi.


[Setelah kamu pergi, aku akan menyerahkan semua saham milikku di GarmindoTex pada Bara.]


Pesan terakhir dari Friz yang ia baca semalam sebelum tiba di rumah membuat senyum Kyra tersungging diantara rasa sakit yang menderanya. Setidaknya ia sudah menyelamatkan banyak hal dengan kepergiannya kali ini.


Dinnn dinnn.

__ADS_1


Kyra tersentak dari lamunan dan menoleh cepat ke sisi samping jalanan. Seorang Nenek yang sedang berdiri di tengah jalan nampak kerepotan mendorong kursi roda suaminya, bagian rodanya tersangkut ranting pohon hingga menyulitkan sang Nenek untuk menggerakkan kursi roda itu. Reflek, Kyra bergegas melepas tas kopernya dan berlari ke tengah jalan. Ia menyeret lengan Nenek itu dengan sigap di tangan kanan dan kursi roda sang kakek di tangan kiri hingga melupakan kondisinya yang tengah hamil.


Diinn. Bruak.


Moncong mobil itu tak bisa menghindar dan menyerempet tubuh Kyra hingga ia terpental cukup jauh. Kyra masih sempat melindungi kepalanya yang hampir saja membentur trotoar. Namun, ia lupa untuk melindungi perutnya yang baru saja menghempas aspal dengan begitu kerasnya. Rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dibagian bawah perut membuat Kyra seketika tersadar bila ia sedang hamil.


"To ... long..." rintihan sakit yang menyayat hati terucap lirih dari bibir tipis itu.


Kyra sempat meraba perutnya yang terasa tegang, ia masih sempat menangisi kebodohannya karena tak bisa melindungi janinnya dari benturan, sebelum kemudian semuanya mendadak gelap, Kyra telah kehilangan segalanya.


...****************...


...Bestie, yang penasaran sama visual cast Bara, Kyra dan yang lain bisa capcus ke Instagram otor ya! Tapiiiii otor mau Mon maap dulu kalo nanti visualnya gak sesuai dengan imajinasi kalian. Kalian bebas mau membayangkan sosok Bara dan Kyra seperti imajinasi masing-masing, okay?...


...Jan lupa VOTE!...

__ADS_1


__ADS_2