
"Menantu brengsek! Laknat! Enyah kau dari hadapanku!"
"Pak, tenangkan diri anda, Pak!" Morgan menghalau tubuh Roni yang hendak memukuli Bara untuk kesekian kali.
Dengan ikat pinggang di tangan, Roni mencambuk tubuh Bara berkali-kali tanpa ampun. Tadinya ia menyambut kedatangan menantunya itu dengan hangat, namun ketika Bara menjelaskan perihal kedatangannya, emosi Roni tak bisa ditahan lagi.
"Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu, kembalikan Kyra padaku jika kamu sudah tidak mencintainya! Mengapa kamu tega membiarkannya berada di jalanan dini hari! Ke mana akal sehatmu, Anak Brengsek!!"
Tangan kanan Roni terangkat lagi untuk memecut tubuh menantu yang masih bersujud di hadapannya. Namun, Morgan sekali lagi menahan tangan itu agar tak semakin melukai Bara yang sudah babak belur.
"Pak, tenangkan diri anda. Melukai Pak Bara tidak akan menyelesaikan masalah. Nona Kyra juga tidak akan serta merta sadar meskipun anda memukuli Pak Bara sampai mati sekalipun," pinta Morgan memohon.
Napas Roni yang naik turun dengan cepat membuat Bara semakin dirundung rasa bersalah. Walau bagaimanapun, ia harus bertanggung jawab meski seluruh tubuhnya kini penuh luka membiru. Rasa sakit di tubuhnya ini, tak sebanding dengan luka di dalam hatinya yang semakin menganga lebar.
"Jangan temui Kyra lagi. Jangan pernah berani datang menemuinya! Biar aku yang akan menjaganya hingga dia sembuh. Bila pun dia tak selamat, jangan sekalipun menampakkan batang hidungmu di pemakamannya."
Bara menggeleng. "Ayah, hukum saja saya sekarang, pukuli saya, tampar saya, tapi jangan pernah pisahkan saya dengan Kyra. Saya tidak bisa hidup tanpa Kyra, Yah."
"Jangan panggil aku dengan sebutan ayah! Kamu bukan lagi menantuku. Ceraikan Kyra secepatnya. Aku tidak mau anakku semakin terjerumus bila terus bersamamu!"
__ADS_1
"Ayah, saya mohon!"
Roni menolehi Morgan dengan sinis. "Bawa dia pergi dari rumah ini. Aku haramkan dia menginjak rumah ini lagi. Dia bukan lagi menantuku!" perintahnya dingin.
Tak tahu harus merespon apa, Morgan akhirnya menghampiri Bara dan mengangkat lengannya untuk bangkit.
"Lepaskan aku, Morgan!" Bara menepis tangan Sekretarisnya itu dengan kasar dan merangkak menghampiri Roni. "Ayah, jangan hukum saya seperti ini. Saya sudah cukup sedih kehilangan anak kami, tolong jangan hukum saya lagi dengan menjauhkan Kyra. Tolong kasihani saya, Ayah!"
"Pergi. Aku tidak mau melihat wajahmu lagi!"
"Ayah!!"
Teriakan pilu Bara tak sekalipun membuat Roni iba. Ia mendorong tubuh menantunya itu dari hadapannya dan berlalu masuk ke dalam kamar. Meskipun hatinya hancur, namun Roni harus tetap tegar demi kesembuhan Kyra, putri satu-satunya yang ia miliki di dunia.
Setelah kepergian ibu kandung Kyra, Roni tak memiliki siapapun lagi selain putrinya dan mendiang Ibu Roni. Sejak kecil, Roni selalu mengajari Kyra untuk berbuat baik pada siapapun. Ia selalu mengancam bila Kyra tak menuruti perintahnya dan ingin putrinya itu tumbuh sebagai gadis yang kuat. Banyak orang jahat di luar sana, orang jahat yang selalu berbuat seenaknya tanpa peduli pada perasaan orang lain. Roni ingin, Kyra menjadi salah satu orang baik yang tersisa diantara ratusan orang jahat di sekitar mereka. Yang mana salah satu orang jahat itu justru Mama kandungnya sendiri.
Flashback On
"Ayah, boleh aku lihat foto mama?" rajuk Kyra kecil dengan suara cadelnya.
__ADS_1
"Nggak boleh!" tolak Roni sembari memasang helm di kepala kecil putrinya.
"Kenapa nggak boleh? Teman-teman aku punya Mama, kenapa aku nggak punya Mama?"
Pertanyaan tentang Mama selalu membuat Roni mati kutu untuk menjawab. Ia hanya tersenyum pilu dan membelai pipi putrinya dengan lembut.
"Bilang saja sama teman-temanmu, Mamamu cantik seperti bidadari. Tapi Mama sudah nggak bisa bersama kita lagi."
"Kenapa nggak bisa? Ayah nggak kangen Mama?" Kyra kecil yang selalu ingin tahu mulai mendesak pertahanan Roni.
"Kangen. Ayah kangen sama Mama. Tapi setiap kali rasa kangen itu datang, Ayah tinggal lihat putri Ayah yang cantik ini."
"Kenapa begitu, Ayah? Aku kan bukan Mama!"
Roni mengangkat tubuh kecil putrinya ke dalam gendongan dan menatapnya lama. "Karena Kyra mirip dengan Mama. Kalo kamu pengen tahu wajah Mama, nanti kamu bisa lihat di cermin, kamu miriiiip sekali dengan Mama."
Flashback Off.
"Maafkan Ayah, Ky. Maafkan Ayah karena hingga detik ini, kamu masih belum pernah bertemu dengan Mamamu. Maafkan, Ayah."
__ADS_1
...****************...
...Beberapa chapter ke depan akan mengandung bawang goreng, Bestie. Maapken otor 🥹❤️...