I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Si Keras Kepala


__ADS_3

Tak terkira bahagianya Shakira karena bisa bertemu dan berkenalan dengan suami putrinya. Bara yang tampan, gagah dan terlihat sangat melindungi Kyra tak pelak membuat sang mama mertua jatuh hati pada pandangan pertama.


Berbeda dengan Raymon, sejak Kyra mengetuk pintu kamarnya agar keluar dan berkenalan dengan kakak iparnya, tatapan dingin dan wajah datar tak berubah ekspresi sedikitpun hingga keduanya duduk di meja makan yang sama. Raymon tak suka melihat sang kakak sangat peduli pada lelaki itu dibanding dirinya. Ia cemburu karena Kyra kini nampak sibuk melayani suaminya itu.


Tak menyadari  atmosfir tak bersahabat dari sang adik, Kyra justru sibuk memasak nasi goreng untuk Bara. Ia begitu terharu karena suaminya itu ternyata merindukan masakan sederhana buatannya. Di Singapore, hanya sesekali Kyra menyentuh dapur dan wajan. Sang mama tak memperbolehkannya memasak dengan alasan ingin melayani Kyra untuk menebus rasa bersalahnya karena telah meninggalkannya sejak bayi. Jadi Kyra hanya bisa memasak ketika mamanya pergi dan Raymon mengeluh kelaparan.


"Jadi di mana kalian pertama kali bertemu?" selidik Shakira kepo sembari menatap Bara dengan hangat.


Glek. Bara yang tak tahu harus menjawab apa hanya melirik Kyra yang kebetulan sedang menolehinya dari pantry. Ia takut salah bicara.


"Ma, bukankah aku sudah pernah menceritakannya padamu bila Bara adalah Bosku di kantor!" teriak Kyra dari dapur.


“Benar, tapi ceritamu terdengar seperti tak masuk akal mengingat di kantor menantuku pasti banyak gadis yang lebih cantik darimu!"


"Pff." Bara menutup mulutnya dengan keki. Ia menundukkan kepala untuk menyembunyikan tawa akibat perkataan jujur mertuanya.


Dari dapur, Kyra mendengus kesal mendengar sarkas sang mama. Ia mematikan kompor dan meraih piring yang sudah ia siapkan. Usai menata nasi goreng itu dengan telur mata sapi dan sosis, Kyra membawanya ke meja makan dan meletakkannya di depan Bara dengan sedikit kasar.


"Tuh, makan!" perintah Kyra kesal karena Bara telah menertawainya.


Raymon yang sejak tadi diam memperhatikan tingkah sang kakak ipar barunya, mendadak geli melihat keakraban keduanya.


"Kau tak membuatkannya juga untukku?" protes Raymon jengkel, alisnya menyatu dengan bibir mengerucut.


Sontak Bara dan Kyra menoleh bersamaan ke arah Ray yang terlihat memerah di wajahnya.


"Kamu belum makan?" lirih Kyra serba salah.


Raymon melotot. "Tentu saja belum!"

__ADS_1


"Mama yang akan buatkan untukmu, Ray. Bara, makanlah dulu."


Shakira bangkit. Namun, Raymon lebih dulu menahan pergelangan tangannya.


"Tidak mau, aku mau dia yang memasak untukku!"


"Raayy." Shakira mendelik kaget mendengar rajukan bayi besarnya. "Kakakmu lelah. Biar Mama yang--"


Melihat suasana yang mendadak kaku membuat Bara mulai tak nyaman. Ia menggeser piring yang telah tersaji cantik dan menggiurkan di depannya ke tempat Raymon.


"Makanlah dulu. Biar aku yang makan nasi goreng buatan Mama," bujuk Bara mengalah.


Untuk pertama kalinya dalam hidup, Bara menemukan sosok lain yang memiliki sifat sangat mirip dengannya. Alih-alih marah, Bara justru tertantang untuk menaklukkan si keras kepala itu.


"Kamu serius?" Kyra mengawasi suaminya dengan tatapan tak percaya.


"Makanlah, Ray. Aku bisa menyantap masakan buatan istriku kapanpun aku mau mulai hari ini. Jadi berbagi denganmu tak masalah untukku."


Dua lelaki yang sama-sama overprotektif itu saling bersitatap. Raymon menatap dengan benci sementara Bara sebaliknya. Ia paham bila Raymon cemburu karena Kyra lebih perhatian padanya dibanding sang adik.


Tak menunggu lama, Raymon melahap nasi goreng buatan Kyra itu dengan lahap. Sementara Bara hanya memperhatikan dengan sesekali menelan saliva karena sudah sangat kelaparan.


Melihat sikap mengalah suaminya membuat Kyra terharu. Ia lantas bangkit dan kembali ke dapur.


"Tunggulah sebentar, aku akan buatkan  satu lagi untukmu!"


.


.

__ADS_1


Usai mengisi perut dan mengobrol sejenak bersama keluarga Kyra. Bara mengajak istrinya itu kembali ke hotel. Tadinya Kyra menolak dengan tegas. Namun, setelah Bara menjelaskan resiko yang bisa saja membahayakan Mama dan Raymon, akhirnya gadis itu menuruti permintaan suaminya untuk mengamankan diri di hotel.


Raymon tentu saja semakin kesal setelah tahu sang kakak ikut suaminya ke hotel. Bila saja ia tak sedang sakit, mungkin Raymon akan ikut dan tak akan membiarkan mereka bermesraan. Sayangnya, Raymon butuh waktu untuk istirahat agar segera pulih.


Di sisi lain, Shakira yang tak mengetahui alasan dibalik kedatangan menantunya, malah meledek Kyra dan meminta mereka agar segera membuat cucu untuknya. Ia menganggap Bara datang untuk melepas hasratnya.


"Kenapa diam?" tanya Bara ketika sejak naik ke mobil tadi Kyra hanya menatap ke luar jendela dan membisu.


"Sampai kapan kita akan bersembunyi? Aku harus melanjutkan hidupku." Kyra menyahut sembari tak lepas mengawasi langit yang cerah di luar sana.


Tak tahu harus menjawab apa, Bara hanya menenangkan istrinya dengan menautkan jemari mereka.


"Bersabarlah. Sebentar lagi Edy pasti tertangkap. Selama itu, kita harus tetap bersama agar dia tidak bisa mencelakaimu. Apa kamu mengerti?"


Hening. Kyra tak lagi bersemangat untuk merespon. Ia merasa hidupnya sedang tak baik-baik saja saat ini. Namun, bersama Bara entah mengapa  membuat hatinya lebih tenang meskipun marabahaya sedang mengincar keduanya di luaran sana.


Tiba di hotel. Carlos dan para anak buahnya tetap mengamankan Bara hingga mereka berdua tiba di depan kamar.


"Tidak apa, Carlos. Tidak usah memeriksa kamarku. Kamu bisa menjaga kami di luar." Bara menahan lengan Carlos yang hendak masuk ke kamar Tuannya.


Meski tak setuju karena SOP pelayanannya harus memastikan tempat tinggal Penyewa jasanya aman, pada akhirnya Carlos menuruti permintaan Bara.


"Baik, Tuan. Kami akan standby dan  berjaga di luar."


Karena sudah lelah, Bara hanya mengangguk dan menarik Kyra masuk setelah mendorong pintu kamar.


Dor.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2