I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

"Oke, baiklah. Aku sudah sampai di penthouse-mu. Jangan khawatir, aku akan mengantarkan istrimu dengan selamat!" gerutu Daniel sambil mengunci mobilnya dan melenggang masuk ke dalam lift basement.


Seharusnya Bara yang mengantar Kyra kontrol ke Dokter kandungan hari ini. Apa daya investor dari Kanada memaksa untuk bertemu dengannya hingga akhirnya Daniel-lah yang harus mengantar adik iparnya itu ke Dokter.


Usai menjemput Kyra di penthouse, Daniel segera melakukan mobilnya menuju Rumah Sakit.


"Kamu sudah makan?" tanya Daniel sembari menolehi Kyra sekilas.


Wanita yang saat ini duduk di sebelahnya kini sedang hamil. Bara berhasil membuat Kyra kembali ke Indonesia lagi dan melanjutkan kuliahnya di sini. Namun, sejak tahu Kyra mengandung, Bara tak mengijinkan istrinya kuliah dan memintanya cuti untuk sementara waktu.


"Nanti saja sepulang dari Dokter." Kyra menjawab dengan malas sembari berkutat dengan ponselnya.


Sejujurnya ia sedang kesal pada Bara yang secara mendadak membatalkan janjinya untuk mengantar ke Dokter. Sejak hamil, hal-hal kecil bisa menjadi runyam bila tak sesuai dengan keinginan Kyra. Mood swing-nya benar-benar kacau, terkadang Kyra sampai iba bila melihat Bara selalu mengalah untuknya.


"Jangan bilang sama Bara kalo aku belum makan, Kak Niel! Aku lagi kesal sama dia!" sambung Kyra sinis.


"Kesal karena dia mendadak rapat?" tebak Daniel asal.


Dan anggukan kepala Kyra membuatnya terbelalak heran.


"Bukan itu saja, tadi pagi dia juga lupa tak membuatkan susu untukku. Padahal dia tahu aku mual setiap kali ke dapur, dan Bara selalu saja minta diingatkan untuk membuat susu!" Kyra mendengus.


Ini adalah kali pertama Daniel melihat Kyra dalam emosi yang berbeda. Adik ipar yang ia kenal sebagai sosok yang kalem dan penyabar, entah mengapa kini sangat sensitif.

__ADS_1


"Mungkin dia sedang banyak pikiran, makanya sampai lupa begitu."


"Dia bisa cerita kepadaku bila memang sedang banyak masalah. Kami sudah berjanji untuk saling terbuka!"


"Yaaaa mungkin urusan kantor! Who knows?"


"Apa mungkin Bara punya cewek lain?"


"Hah?" Daniel menoleh kaget. "Tidak mungkin Bara begitu! Percayalah, Bara adalah pria yang setia."


Kyra mendengus lagi. Hormon kehamilan ini benar-benar menyiksanya secara batin. Bahkan mencium aroma parfum Bara yang biasanya sangat ia suka, mendadak jadi mual dan inginĀ  muntah. Alhasil Bara tak pernah lagi memakai parfum ke manapun ia pergi.


Suasana pun menjadi hening hingga keduanya tiba di Rumah Sakit. Kyra lebih dulu turun tanpa menunggu Daniel yang rupanya sedang ditelepon oleh Bara. Kyra sengaja mematikan ponselnya karena kesal tadi. Padahal biasanya ia tak pernah sekesal ini bila Bara ijin pulang malam untuk meeting.


"Kyra?!"


"Ann!" Kyra merentangkan kedua tangannya dan memeluk teman lamanya itu dengan erat.


"Ya Tuhan! Aku kangen banget sama kamu. Berapa lama ya kita nggak ketemu?" Ann mengurai peluknya dan mengawasi Kyra dengan penuh kerinduan.


"Setahun mungkin!" kelakar Kyra terkekeh. Ia menangkap sosok Daniel memasuki lobi Rumah Sakit dan mendekat padanya.


"Aku ikut sedih mendengar kabar terakhirmu. Maaf aku belum sempat menjengukmu kala itu," sesal Annastasia sembari menggenggam kedua tangan teman baiknya.

__ADS_1


"Ah, nggak apa, Ann. Aku justru berterima kasih banyak kamu sudah membantu suamiku." Kyra mengeratkan genggaman mereka berdua.


Daniel kini berdiri tak jauh dari mereka dengan kikuk. Bara memintanya untuk tak kehilangan jejak Kyra dan harus selalu berada di samping istrinya itu, dan bodohnya Daniel menurut.


"Siapa dia?" Ann menolehi Daniel dengan heran.


"Oh, dia kakak iparku. Dia Kakak dari Suamiku, Ann. Kak Niel, ini temanku namanya Annastasia!" Kyra menarik Daniel agar mendekat dan keduanya pun bersalaman.


"Kamu sendirian?" tanya Ann sembari menolehi sekitarnya.


"Nggak. Aku bersama temanku. Oh, itu dia!" Ann melambaikan tangan pada seorang wanita yang berada tak jauh darinya. "Kemarilah!" teriak Ann lantang hingga semua orang menoleh padanya.


Wanita berparas cantik dan berpakaian seksi itu mendekat.


"Cinta, kenalin ini teman yang aku ceritakan dulu. Dia Kyra dan ini Kakak Iparnya, Daniel!" Ann memperkenalkan mereka semua.


"Kamu hamil lagi? Oh, aku baru menyadarinya!" Ann mengelus perut Kyra yang sedikit membuncit dengan senyum bahagia.


"Iya, aku hamil lagi. Doakan kehamilanku kali ini lancar, ya!"


"Sure! Semoga kalian selalu sehat dan bayimu lahir dengan selamat!" harap Ann sembari menggamit lengan Cinta yang baru saja berkenalan dengan Daniel. "Baiklah, kalo begitu cepatlah kamu masuk dan mendaftar! Kita berjumpa lagi lain waktu, oke?!"


Kyra mengangguk. "Harus, kita harus bertemu lagi kapan-kapan!"

__ADS_1


"Sampai berjumpa lagi, Kyra!" Ann memeluk singkat teman baiknya itu dan membungkuk ketika berhadapan dengan Daniel. "Bye, Kak!"


...****************...


__ADS_2