I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Bertemu Keanu


__ADS_3

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya tibalah saat yang selalu Kyra nantikan sejak lama. Selaku pemilik saham, ia mendapat email undangan rapat pertanggungjawaban dari dewan komisaris. Sejak pagi, Kyra sudah bersiap-siap untuk tampil dengan cantik dan elegan. Bara membelikan beberapa stel blazer mahal yang akhirnya bisa Kyra kenakan hari ini. Make up tipis yang ia baurkan di wajah dengan rambut yang ia biarkan tergerai indah, membuat aura kecantikan Kyra memancar secara alami.


"Kenapa aku jadi tak suka melihatmu tampil cantik untuk orang lain!" keluh Bara cemberut ketika mereka berdua sedang berada di lift menuju basement. Ia sedang mengawasi istrinya yang nampak totalitas berpenampilan rapi dan cantik.


Kyra menolehi Bara sekilas dan terkekeh. "Apakah itu berarti selama di rumah setiap hari penampilanku jelek?"


"Tidak. Bukan begitu maksudku," elak Bara cepat. Tak lucu bila ia mengaku sedang cemburu, Kyra pasti akan semakin menertawakannya sampai seminggu.


"Apakah kamu cemburu?“ tebak Kyra.


"Cih! Cemburu pada mantan pacarmu itu? Tidak masuk akal!" Bara menyangkal sambil melangkah keluar  setelah pintu lift terbuka.


Kyra mengikuti langkah suaminya sembari tertawa. Selama beberapa minggu ini tinggal bersamanya, hidup Kyra selalu penuh dengan tawa. Ada saja kekonyolan dan cerita Bara yang membuat Kyra bersyukur bisa mengenalnya.


Bara tak segan membantu Kyra mencuci piring meskipun setelah itu tangannya akan gatal-gatal karena alergi sabun cuci, ia pun selalu menyiapkan susu hamil untuk Kyra setiap malam sebelum tidur, membacakan buku dongeng di dekat perut Kyra, dan tak sekalipun Bara membuat Kyra bersedih kecuali ketika Bara melarangnya memakan makanan pedas.


"Kamu sudah membawa inhealermu?" tanya Bara ketika mereka berdua telah berada di mobil yang dikemudikan oleh Morgan.


Kyra merogoh tasnya sekali lagi, semalam ia sudah mempersiapkan semua printilan yang harus selalu ada di dalam tasnya. Ketika barang yang ia cari tak teraba oleh tangan mungilnya, Kyra menatap Bara dan meringis keki.


"Kamu tak membawanya?" seru Bara kesal. "Bagaimana bisa kamu lupa! Bukankah semalam aku sudah mengingatkanmu untuk memasukkannya ke dalam tas."


"Maaf, semalam saat kamu mengingatkanku, aku sedang fokus meminum susu yang kamu buatkan."


"Jadi kamu menyalahkan aku?" Bara semakin kesal.


Kyra menggeleng. "Aku nggak apa. Sudah cukup lama juga kan asmaku nggak pernah lagi kambuh."


"Jangan meremehkan hal penting. Morgan, kita ke apotek dulu sebentar!" perintah Bara sembari menepuk bahu sekretarisnya.


"Baik, Pak."


.


BusanaTex Garmindo

__ADS_1


Kyra membaca nama perusahaan yang dulu pernah menjadi tempatnya mengais rejeki. Di tempat itu pula, Kyra mendapatkan banyak pelajaran hidup yang membuatnya bisa kuat berdiri seperti sekarang. Dengan langkah pasti, Kyra mulai menaiki teras lobi dan masuk ke dalam.


Kyra tahu betul di mana ruangan meeting untuk para direksi dan dewan komisaris, tak seperti di perusahaan Bara yang jumlah lantainya hingga puluhan, di perusahaan ini hanya ada 10 lantai. Masih dengan kepercayaan diri yang tinggi, Kyra masuk ke dalam lift dan menekan angka 9 di mana ruang meeting berada.


Ting.


Pint lift perlahan terbuka. Kyra menyibak rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya sambil mengayunkan langkah ke luar lift itu.


"Kyra?"


Deg. Suara itu. Kyra menghentikan langkahnya sejenak ketika suara lelaki yang dulu selalu menggetarkan hatinya, kini terasa berbeda dan biasa saja.


"Kamu benar Kyra, kan?" Sosok tinggi berwajah semi oriental itu menghampiri Kyra dan terbelalak tak percaya ketika yang ia lihat benar-benar mantan kekasihnya.


Kyra membalas tatapan Keanu tanpa ekspresi, ia hanya menarik sedikit ujung bibirnya hanya demi beramah tamah.


"Hai," sapa Kyra singkat.


"Ken!"


"Apa yang kamu lakukan di sini, Ky?"


"Keanu, cepetan! Aku butuh bantuanmu," teriak suara itu lagi tak sabar.


"Iya, sebentar." Keanu meminta temannya untuk menunggu. "Nanti kita mengobrol lagi, aku akan meeting dulu sekitar 2 jam. Kamu tunggu di lobi, oke?" pinta Keanu memohon.


Kyra bergeming, ia mengawasi Keanu yang kemudian berlari menuju ruang meeting dan menghampiri temannya.


'Menunggunya? Enak saja! Memangnya dia pikir dia masih penting untukku, cih!' cibir Kyra dalam hati.


Kyra mengangkat tangan kirinya dan memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih 20 menit lagi meeting di mulai. Merasa butuh merapikan rambutnya, Kyra pun melipir ke toilet.


"Hoek..."


Bola mata Kyra mendelik ketika  suara seorang wanita yang sedang muntah di dalam bilik toilet menyapanya. Sedikit bergidik, Kyra sangat paham bagaimana rasanya mual muntah seperti itu beberapa minggu yang lalu. Ia meletakkan tasnya di wastafel dan mencuci tangan. Tak Kyra hiraukan suara yang menjijikkan bagi sebagian orang itu karena ia pun pernah merasakannya.

__ADS_1


Ketika Kyra menyisir rambutnya, seorang wanita kemudian keluar dari toilet dan tertegun melihat Kyra.


"Maaf, saya pasti sudah membuat Anda tak nyaman berada di toilet ini," ucap wanita cantik itu penuh sesal.


Kyra menoleh dan tersenyum. "Nggak apa, beberapa minggu yang lalu aku pun juga sama sepertimu," hiburnya.


Wanita itu membalas senyuman tulus Kyra, ia mendekat ke toilet dan mencuci tangannya.


"Apakah kamu juga sedang hamil?" tanya wanita itu ramah meskipun wajah dan tatapannya terlihat sinis.


Kyra mengangguk. "Aku sedang hamil 11 minggu. Kamu sendiri?"


"Sudah 16 minggu. Tapi aku masih sering mual setiap pagi," keluhnya sembari mengusap perutnya yang menyembul sedikit dari celah blazernya.


Kyra terkekeh dan mengulurkan tangannya. "Namaku Kyra. Namamu siapa?"


"Aku Annastasia. Panggil saja Ann." Wanita itu balas menyalami Kyra dengan hangat. Meski wajahnya terlihat tak bersahabat, namun ternyata Ann adalah wanita yang ramah. "Senang berkenalan denganmu, Kyra. Kamu sangat cantik."


Mendengar pujian itu membuat Kyra tertawa. "Semua wanita hamil sepertinya terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Lebih semok, lebih rewel dan lebih...."


"Lebih menggairahkan kalo kata Kian, suamiku. Dia selalu bilang bila tak bisa menahan diri setiap kali berada di dekatku!" tawa Ann konyol.


"Benarkah?"


Ann terbelalak. "Memangnya suamimu nggak begitu?"


"Emmm." Kyra mulai gelagapan.


["Jangan membahas apapun tentangku!"]  Ucapan Bara terngiang kembali di telinga Kyra.


"Dokter masih melarang kami untuk melakukan hubungan suami istri karena kandunganku masih belum cukup bulan," elak Kyra berdusta, padahal jangankan melakukan hubungan badan, membahasnya saja Kyra masih canggung. Padahal Bara sudah pernah melihatnya telanjang tanpa busana ketika di pulau dulu.


"Yah, sayang sekali, ya. Padahal melakukannya ketika sedang hamil begini rasanya---" Ucapan Ann terhenti ketika ponsel di dalam tasnya berdering. Ia tersenyum sumringah ketika membaca barisan nama yang muncul di layar ponselnya. "Sebentar, ya, Kyra. Aku angkat telefon dari suamiku dulu!"


...****************...

__ADS_1


...Kisah tentang Annastasia dan suaminya bisa kalian baca di cerita (Bukan) Suami Pura-Pura, Bestie!...


__ADS_2