I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Masuk ke Dalam Jebakan


__ADS_3

Meski berat, akhirnya Kyra mengayunkan langkahnya menuju tangga yang berdiri kokoh di tengah ruang tamu. Setiap lantainya yang beralaskan karpet bermotif leopard menggambarkan betapa kejamnya kehidupan di dalam keluarga ini. Dengan hati yang semakin hancur setiap kali menapaki anak tangga, Kyra akhirnya sampai di lantai 3.


Kamar di sisi kanan tangga. Kyra memperhatikan pintu kamar itu dengan tatapan tak terbaca. Satu langkah lagi, dan semuanya akan kembali seperti keadaan semula.


Dengan tangan gemetar, Kyra menekan handle pintu dan masuk ke dalam. Suasana di dalam kamar yang dingin dan temaram, serta aroma parfum yang asing di indra penciumannya membuat perut Kyra bergejolak. Ia memicingkan mata mencoba mencerna setiap sudut kamar itu dalam ingatannya. Terdengar suara gemericik air di kamar mandi yang menandakan si empunya kamar sedang berada di dalam sana. Dengan sekujur tubuh yang terasa semakin lemas tak bertenaga, Kyra akhirnya memilih menunggu Edy dengan duduk di ranjang kingsize lelaki itu.


Cukup lama Kyra menahan letupan rasa takut dan cemas di dalam dadanya sebelum kemudian suara pintu yang terbuka membuat kesadarannya seketika kembali.


Suara langkah kaki Edy yang keluar dari kamar mandi terdengar seperti gemuruh petir yang siap menyambar Kyra kapan saja.


"Oh, ada tamu rupanya!"


Kyra tersentak, ia reflek berdiri dan menjauh dari ranjang itu. Tatapannya dan Edy bersiborok untuk beberapa saat. Edy hanya mengenakan handuk yang menutupi area perutnya ke bawah. Kyra berpaling dengan jijik ketika melihat tubuh bagian atas pria itu terbuka.


"Apa yang membuatmu datang kemari, Manis? Apakah kau juga menginginkan sentuhanku seperti Valeria menginginkanku?" Edy mendekat ke tempat Kyra.


"Menjauh dariku! Aku melakukan ini hanya demi suamiku! Berhentilah mengganggunya, Edy!" sentak Kyra marah.


"Wah, rupanya kamu sudah mengenalku meskipun kita belum berkenalan, ya? Baiklah, kalo begitu kita langsung saja ke pokok pembahasan. Apa yang kau inginkan, Cantik?" Edy terus saja mendekat dan membuat Kyra mundur ketakutan.


"Hentikan usahamu untuk menjatuhkan Bara. Kamu tidak akan berhasil, Ed! Semua usahamu sia-sia."

__ADS_1


Langkah Edy terhenti. Ia menatap Kyra dengan tajam. "Dari mana kau tahu tentang hal itu?"


Kyra tersenyum masam, ia masih berjalan mundur hingga akhirnya tubuhnya membentur tembok dan ia tak bisa bergerak ke mana-mana lagi.


Melihat keadaan Kyra yang terdesak, Edy kembali mengayunkan langkahnya.


"Berhenti di situ! Jangan mendekat atau aku akan berteriak!"


"Berteriaklah! Kamar ini kedap suara. Semua kamar di Mansion ini kedap suara, Baby. Aku ingin tahu seindah apa suara desahanmu," bisik Edy lirih.


Kyra merasa sekujur tubuhnya merinding jijik mendengar rayuan itu. Ia bersiap untuk lari namun dengan sigap Edy menahan tangannya.


"Mau ke mana, Baby? Bukankah kamu sendiri yang datang ke kamar ini untuk menemuiku? Seperti Valeria dulu berlari mencariku dan memintaku untuk menemani setiap malamnya yang sunyi."


Brug.


Edy mendorong tubuh Kyra ke ranjang dan bersiap untuk membuka handuk yang menutupi are bawah perutnya.


"Jangan salahkan aku. Kamu sendiri yang masuk ke kamar ini dan menggodaku!"


"Aku hanya mau memperingatkanmu, Bajingan!" Kyra beringsut menurunkan kakinya namun Edy menahan kaki mulus itu dengan sigap.

__ADS_1


"Tidak semudah itu lepas dariku. Terlebih setelah kau tahu rahasiaku. Aku akan memberimu sedikit pelajaran agar tak main-main denganku! Sebentar saja, Baby. Aku jamin tak akan lama!" Edy mulai naik ke atas ranjang, masih dengan menahan kaki Kyra yang jenjang.


"Hentikan! Pergi dariku, Brengsek!" Kyra mencoba mendorong kakinya dengan sekuat tenaga namun tenaga Edy jauh lebih kuat. "Toloong!"


"Hahaha... Berteriaklah! Tidak akan ada yang mendengarmu. Mereka semua sedang mengobrol di ruang bawah." Edy mulai mencium kaki Kyra.


"Jangan, Edy! Jangan lakukan itu, aku mohon. Aku bersumpah akan membunuhmu seandainya kamu berani menyentuhku lebih jauh!" Air mata Kyra mulai menetes.


"Waaah, perutmu semakin membuatku panas, Baby. Aku belum pernah melakukannya dengan wanita hamil sebelumnya. It's gonna be wild for us! Trust me!"


"Jangan, please! Lepaskan aku!" jerit Kyra ketika tangan Edy mulai sampai di pahanya, sementara kedua kakinya ditahan oleh kaki pria itu.


"Aku janji akan melepaskan saham itu dan tidak akan mengganggu Bara. Bagaimana?"


Kyra menggeleng. Bukan ini yang ia mau, bukan sejauh ini yang ia inginkan. Ia hanya ingin menggertak Edy dan menjebaknya! Setidaknya Kyra ingin berjuang dengan usahanya sendiri untuk melindungi suaminya. Seperti selama ini Bara selalu memberikan yang terbaik untuknya.


Air mata Kyra membuat pandangannya mulai mengabur, ia masih mencoba sekuat tenaga untuk menghentakkan kakinya melawan Edy. Namun, semua sia-sia. Tubuh Kyra sudah sepenuhnya berada di bawah tubuh Edy, lelaki itu menatap wajahnya Kyra dengan intens.


"Semua milik Bara, juga milikku."


Brakk.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2