
Bandar Udara Changi Singapura.
Udara yang cukup hangat menyapa Kyra yang baru saja keluar dari ruang tunggu kedatangan. Sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling, Kyra merogoh ponsel di saku jaketnya dan menon-aktifkan mode pesawat di gadget pipih itu. Beberapa notifikasi pesan mulai bergantian masuk namun Kyra fokus pada panggilan yang berasal dari Mamanya 15 menit yang lalu.
"Kyra?!"
Deg. Kyra tersentak dan buru-buru menoleh ke sumber suara di belakangnya. Melihat seorang wanita cantik yang mirip dengannya namun dalam versi yang lebih tua, membuat jantung Kyra berdegup kencang.
"Kamu Kyra, kan?" ulang wanita itu sembari menunjuk gadis di depannya.
Dengan sekali anggukan kepala, wanita itu sontak berlari memeluk putrinya. Wangi citrus dan wood yang semerbak terendus indra penciuman Kyra dan membuat hatinya menghangat. Ia akan menyimpan baik-baik aroma wangi ini di Amigdala otaknya.
"Thanks God! Akhirnya kamu tiba, Nak. Mama senang melihatmu! Kamu sangat cantik," puji wanita cantik itu sembari mengurai peluknya dan membelai dagu putrinya.
"Mama juga cantik!" puji Kyra balik.
Wanita bernama Shakira itu tersenyum, matanya yang sejak tadi berkabut kini mulai berair. Mendengar Kyra menyebutnya mama secara langsung membuat hatinya bergemuruh.
"Ya, aku Mamamu! Dan kamu anakku!" Shakira memeluk kembali putrinya dengan erat.
Berbagai kejadian pahit yang menimpanya puluhan tahun lalu seolah lenyap begitu saja ketika tubuh keduanya menyatu dalam pelukan. Penantian yang begitu lama untuk bisa bertemu putrinya, akhirnya terjadi siang ini.
__ADS_1
"Come, kamu pasti sudah lelah. Kita langsung pulang saja, oke?"
Kyra mengangguk dan membiarkan Mamanya menggantikannya menarik koper miliknya. Perjalanan udara selama 1,5 jam cukup membuat Kyra pegal-pegal. Dengan mengendarai mobilnya, Shakira membawa Kyra pulang ke Apartemen Sky Habitat tempatnya tinggal. Selama setengah jam perjalanan, keduanya tak banyak bicara. Shakira beberapa kali melontarkan pertanyaan ringan dan Kyra menjawabnya singkat. Suasana yang masih kaku membuat keduanya tak dapat berinteraksi dengan akrab.
Tiba di apartemen yang cukup mewah itu, Shakira mengajak putrinya masuk ke kamar yang telah ia siapkan sejak beberapa hari yang lalu. Kamar yang cukup luas dibanding kamar Kyra di Indonesia tapi tak seluas kamar Bara di penthouse.
"Istirahatlah." Shakira meletakkan koper Kyra di dekat lemari dan beranjak ke pintu.
"Ma!" cegah Kyra sebelum mamanya menutup pintu itu.
Shakira bergeming, ia berbalik dan menatap putrinya yang duduk di ranjang.
"I'm home, Ma!!"
Teriakan suara lelaki dari luar kamar membuat Kyra dan Shakira terperanjat. Shakira menutup pintu kamar dengan cepat dan berhambur ke living room.
Karena penasaran, Kyra akhirnya ikut menyusul Mamanya dan menemukan seorang lelaki, yang mungkin seusianya, sedang meneguk air di pantry.
Saat tatapan Kyra dan lelaki itu bertemu, air yang sedang ia teguk sontak menyembur dari mulutnya karena terkejut. Shakira sekali lagi tersentak dan meraih selembar kain lap dari dalam lemari.
"Ray, be polite to your sister!"
__ADS_1
Kyra mendelik. Sister? Jadi dia punya saudara? Kenapa Shakira tak menjelaskan hal ini dari awal?
Menyadari bila perempuan yang baru saja ia lihat nampak syok, Raymon mendengus dan meletakkan gelas di tangannya. Ia berlalu begitu saja tanpa menyapa Kyra dan masuk ke dalam kamar yang berseberangan dengan kamar saudarinya.
"Aku punya saudara?" desis Kyra tak percaya sembari menghampiri Shakira yang tengah mengelap air yang tadi disembur oleh Raymon.
Sambil terus melakukan aktifitasnya, wanita yang masih mempesona di usianya yang sudah berada di ujung kepala empat itu tersenyum.
"Ya, kamu punya adik. Namanya Raymon! Dia sedikit introvert dan kaku but believe me, he's a nice and loveable guy!"
Kyra menoleh ke kamar Raymon dengan ragu. Sambutan yang tak ramah tadi cukup menggambarkan betapa kakunya sikap sang adik pada orang baru.
"Berapa usianya, Ma?" tanya Kyra penasaran.
"Bulan depan dia genap 23 tahun. Selisih dua tahun denganmu."
Tatapan Kyra masih terpaku pada pintu yang tertutup rapat itu. Sekilas Raymon memang mirip dengannya namun berwujud lelaki.
"Nanti malam kita akan berkenalan secara resmi. Kau istirahatlah dulu."
...****************...
__ADS_1