I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Kencan Pertama


__ADS_3

Sepulang dari menemui Friz, Kyra tak sanggup lagi membuka mata. Ia memilih untuk tidur hingga Bara datang. Suaminya itu tentu saja panik ketika melihat Kyra masih tidur. Padahal biasanya Kyra sudah memasakkan makan malam dan tampil rapi bila Bara datang.


"Kamu sakit?" tanya Bara sembari menempelkan telapak tangannya di kening Kyra untuk mengecek suhu tubuh istrinya.


Kyra menggeleng lemah. "Aku cuma lagi capek aja."


Bara mengernyit. "Capek? Memangnya daritadi kamu ngapain? Mulai besok jangan membersihkan penthouse, aku akan menyewa house keeper untuk bersih-bersih."


Mendengar nada bicara Bara yang terlihat sangat mengkhawatirkannya, dada Kyra menghangat. Baru kali ini ada orang lain yang mencemaskan keadaannya selain sang Ayah.


"Kenapa malah senyum?" selidik Bara heran.


"Nggak apa-apa. Makasih kamu sudah khawatir sama keadaanku." Kyra menidurkan kepalanya kepangkuan Bara.


Melihat tingkah manja Kyra yang tak seperti biasanya, Bara semakin dibuat heran. Apakah mood swing istrinya  kambuh lagi?


"Kamu tahu, sejak aku kecil yang selalu perhatian padaku hanya Ayah. Nenek meninggal ketika aku masih SD. Sosok lelaki yang aku idolakan hanya Ayahku. Tapi sekarang idolaku bertambah satu." Kyra mengawasi netra hitam pekat milik Bara. "Kamu ..." lanjutnya tanpa keraguan.


Hawa dingin AC seketika tak mampu meredakan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuh Bara. Ia tidak sedang bermimpi, Kyra memuji bahkan menganggapnya sebagai idola setelah ayahnya.


Melihat wajah memerah dan salah tingkah itu, Kyra tak bisa lagi menyembunyikan tawanya. Bara persis seperti ABG yang tersipu malu ketika dirayu. Padahal dia selalu menyombongkan diri dan menganggap dirinya lelaki brengsek yang doyan perempuan, akan tetapi dipuji begitu saja dia langsung meleyot bak tisu disiram air.

__ADS_1


"Ak-aku mau mandi!" Bara segera memindahkan kepala Kyra ke bantal dan beranjak dari samping ranjang.


Bukan hanya tubuhnya yang meremang, bahkan Jhony di bawah sana pun mulai bereaksi. Sebelum terjadi sesuatu hal yang lebih memalukan, baiknya Bara pergi dan menyiram kepala panasnya dengan air dingin.


"Kita makan malam di luar saja. Segera bersiaplah," pungkas Bara sebelum kemudian ia menghilang di balik pintu kamar mandi.


Satu jam berikutnya, di sebuah restoran cepat saji yang tak jauh dari penthouse, Bara dan Kyra tengah menyantap makan malam mereka dengan sangat lahap. Karena Bara sangat kelaparan, jadi dia memutuskan untuk mencari restoran yang bisa menyajikan makanan secepat kilat.


"Ini kencan pertama kita selama menikah, ya?" tanya Bara sembari menyeruput minuman sodanya.


Kyra mengangguk. "Kamu selalu sibuk. Mana pernah inget buat ngajak aku senang-senang begini!" gerutunya pura-pura kesal.


"Baiklah, ayo kita kencan seperti ini setiap minggu!"


Bara mendelik. "Mana bisa setiap hari, tahu sendiri jadwalku tidak pernah pasti."


"Ya sudah, kalo begitu kita puas-puasin kencan hari ini," putus Kyra memaksa.


Dan akhirnya, kencan ala mereka berdua pun terlaksana tanpa rencana. Setelah makan, Kyra mengajak Bara menonton bioskop. Awalnya Bara menolak karena ia sangat tak suka duduk lama menonton film, ia pun tak begitu menyukai suasana bioskop yang gelap.


"Sejak dulu aku pengin banget nonton berdua dengan pacarku, tapi Keanu benci nonton film."

__ADS_1


Kata-kata itulah yang akhirnya mencambuk Bara untuk menuruti permintaan istrinya. Ia tak ingin disamakan dengan mantan kekasih kunyuk itu. Ia rela menemani Kyra menonton film romantis meskipun genre favorit Bara adalah film thriller.


"Pantas saja kamu suka bikin ulah, filmmu mencerminkan sifatmu, tahu!" sindir Kyra ketika mereka berdua sudah keluar dari bioskop dini hari.


Sambil menguap, Bara menggandeng tangan istrinya dengan erat. Ia sangat ngantuk dan lelah. Hampir saja ia terlelap di dalam tadi.


"Kamu sendiri suka nonton film romantis, tapi sama suami jarang banget bersikap manis!"


Kyra mendengus. "Gimana mau bersikap manis, suaminya nyebelin dan selalu cari gara-gara!" elaknya tak terima. "Kamu tuh kaya singa, tahu nggak!"


"Kamu singa betinanya! Lebih garang dan nakutin kalo lagi marah."


Mendengar Bara masih mengoloknya dan tak mau mengalah, Kyra mendekat ke tubuh suaminya itu dan menggigit lengannya.


"Auch!" Dengan gerakan cepat, Bara menghindar dari Kyra. Ia mengusap bekas gigitan itu dengan wajah kesal.


Sementara Bara sibuk menggerutu, Kyra melenggang melewati suaminya dan sampai di parkir mobil lebih dulu. Cukup lama Kyra menunggu hingga kemudian ia mendapati suaminya tengah berdiri memperhatikan layar ponsel tak jauh darinya.


"Ada apa?" tanya Kyra ketika Bara mendekat dan membukakan pintu untuknya.


"Daddy mengundang kita makan malam besok," jelasnya singkat. "Kamu mau datang?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2