
Jam 8 waktu Singapura.
Matahari yang menyapa di ufuk timur membuat tubuh Kyra menghangat setelah 24 jam terpapar suhu dingin AC di dalam apartemen. Sambil melangkah santai, ia menyusuri trotoar untuk menuju stasiun MRT yang berjarak 5 menit dari tempat tinggalnya.
Hari ini Raymon sedang tak enak badan, alhasil Kyra yang tak bisa menyetir pada akhirnya memilih untuk naik MRT menuju kampus. Ada tugas praktik yang mengharuskan dirinya datang tepat waktu. Jadi mau tak mau, dia harus datang sebelum jam kuliah di mulai.
"Miss Kyra Sada?"
"Oh, ya Tuhan!"
Seorang lelaki berpakaian jas rapi mengagetkan Kyra yang hampir tiba di stasiun. Dari penampilannya, sekilas mirip dengan CEO seperti Bara. Hanya saja yang ini mengenakan semacam headset di telinganya dan memegang sebuah Handy Talky di tangan.
Tak menunggu lama, posisi Kyra yang begitu dekat dengan badan jalan memudahkan lelaki itu menyeretnya masuk ke dalam mobil.
"Heeel--" teriakan Kyra tertelan angin begitu saja.
Tangan kekar lelaki tadi dengan cepat membekap mulut gadis itu dan mengangkat tubuhnya masuk ke dalam mobil van hitam yang terparkir tepat di samping keduanya.
Merasa sedang dalam kondisi bahaya, tak serta merta membuat Kyra berdiam diri. Ia menggigit jemari lelaki itu dengan kuat.
__ADS_1
"Auch!" rintih pria itu kesakitan.
Namun, posisi mereka yang sudah berada di dalam mobil membuat usaha Kyra sia-sia. Bukan hanya mereka berdua yang ada di dalam sana, tapi juga beberapa lelaki berpakaian safari dan seorang supir yang juga mengenakan pakaian yang sama.
"Siapa kalian!? Mau apa kalian?!" teriak Kyra histeris.
Tubuhnya diapit oleh dua pria tinggi besar di kanan dan kiri. Pintu pun terkunci rapat dengan mobil yang melesat cepat.
"Nanti anda akan tahu, Miss." Seorang lelaki yang duduk di depan menyahut tanpa menolehi barisan belakangnya.
"Lepaskan aku! Hentikan mobil ini sekarang juga!" hardik Kyra diantara rasa takutnya.
"Apa perlu kita bius, Sir?"
"Jangan, biarkan saja begitu. Handle saja dia dengan baik!"
Kyra mendengus, enak saja dibius! Memangnya dia mau dioperasi!?
"Lepaskan akuuu!" teriak Kyra lantang hingga membuat semua pria di dalam mobil itu memejamkan mata karena berisik.
__ADS_1
Tanpa jeda, Kyra terus menendang, menggigit bahkan meninju wajah dua pria yang menjaganya di kanan dan kiri. Alih-alih marah, pria itu hanya menghela napas panjang dan mengabaikan rasa sakit yang ditimbulkan dari serangan-serangan target mereka. Kyra mulai merasa sedikit aneh, mengapa mereka tak terpancing sedikitpun untuk membalas atau menyakitinya?
"Siapa yang memerintah kalian, huh? Katakan cepat!"
"Sabarlah, Miss. Sedikit lagi anda akan mengetahuinya!"
"Katakan saja sekarang! Aku nggak mau menunggu nanti!" desak Kyra memaksa.
Satu-satunya orang yang bisa bertindak semaunya seperti ini hanyalah Bara. Akan tetapi, untuk apa Bara menyekapnya? Apa mungkin Edy yang menyuruh pria-pria ini menculiknya?
"Turunkan aku atau aku akan ...."
Sebuah spray yang disemprotkan tepat di wajah Kyra membuatnya terdiam seketika. Aroma menyengat yang menguar membuatnya terpaku sejenak, ia menolehi kedua pria disampingnya yang nampak menutup hidung mereka dengan menggunakan masker. Spray apa yang barusan disemprotkan padanya? Apakah perfum untuk bau mulut?
Sebelum semua pertanyaan itu sepenuhnya terjawab, rasa pusing mengganyang kepala gadis itu dan membuat tubuhnya yang sedari tadi menegang, perlahan mulai melorot ke sandaran kursi. Suasana yang tadinya berisik dan gaduh seketika berubah tenang terkendali.
"Cepat, Jhon! 30 menit lagi Tuan tiba di hotel!"
...****************...
__ADS_1