I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!
Penyelidikan


__ADS_3

"Pak, Mr. Hito sudah datang."


Bara tersentak dari lamunannya dan mengawasi Morgan yang sudah berdiri di depan mejanya.


"Suruh dia masuk, Morgan!"


"Baik, Pak."


Morgan berbalik dan mempersilakan tamu spesial Boss-nya yang sebulanan ini rutin mengunjungi kantor mereka.


Mr. Hito, Detektif Senior yang banyak memecahkan kasus kelas kakap membungkuk ketika bersitatap dengan Bara.


"Duduklah, Mr. Hito!" Bara bangkit dan mempersilakan tamunya duduk di sofa, di tengah ruang kerjanya.


Sembari membuka topi capilnya, Mr.Hito yang merupakan pria keturunan Jepang itu pun duduk di salah satu sofa kulit itu.


"Bagaimana? Apa ada kabar terbaru?"  sosor Bara tak sabar.


Mr. Hito tersenyum lirih. "Mr. Bara, mohon maaf karena saya baru menghubungi anda kembali. Beberapa kasus lain mengharuskan saya beberapa kali terbang ke Jepang dan membuat kasus anda sedikit terlambat!"


Morgan yang sejak tadi berdiri di samping Bara, lantas dengan sigap menyiapkan minuman untuk tamu dan Boss-nya.

__ADS_1


"Tidak apa, Mr. Hito. Maafkan saya karena telah mendesak anda untuk menangani kasus ini diantara puluhan kasus yang sedang anda selesaikan. Jadi bagaimana, apakah ada titik terang?" Bara urung bersandar di sofa dan memilih mencondongkan tubuhnya ke depan, ia sangat penasaran pada perkembangan kasus kecelakaan yang menimpa Daddynya.


"Jadi begini, karena CCTV lalu lintas di beberapa spot saat itu mati, lantas saya mencoba menelusuri CCTV milik perorangan yang tinggal di sekitar TKP." Mr. Hito membuka tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah map. "Anda bisa mengeceknya. Beberapa detik sebelum kecelakaan itu terjadi, ada sebuah mobil lain yang berhenti mendadak di depan mobil korban."


Bara meraih map itu dan lekas memeriksa isinya. Ada beberapa lembar foto yang menampilkan hasil rekaman CCTV di tempat kejadian.


"Rekaman yang lain menunjukkan, mobil ini sudah mengikuti mobil korban sejak keluar dari Apartemen anda, Mr. Bara. Saya menelusuri CCTV dari sejak korban berangkat dari Mansion, lantas ke apartemen anda dan terakhir di TKP."


Bara mengangguk takjub, betapa detailnya Mr. Hito mencari informasi yang bahkan tak terpikirkan oleh Bara.


"Apa itu berarti mobil tadi sebenarnya sengaja hendak mencelakai saya?"


"Exactly! Terpantau 3 hari sebelum kejadian, mobil tersebut sering terlihat parkir di dekat apartemen anda. Dan tepat pada hari H, dia sudah mengatur semuanya bahkan sampai di jam lampu lalu lintas pun sudah di setting sedemikian rupa."


"Saya mencari nopol mobil sedan ini, sudah saya cek tapi ternyata ini nopol palsu. Beri saya waktu sedikit lagi untuk menelusuri siapa pemilik mobil ini. Setidaknya dua minggu lagi, bagaimana, Mr. Bara?" usul Mr. Hito serius.


"Baiklah. Saya berharap anda bisa secepatnya menemukan siapa dalang dibalik semua ini. Meskipun saya mencurigai 1 orang namun saya tidak menemukan bukti yang kuat untuk menuduhnya." Bara memijat keningnya yang mulai berdenyut pening.


"Mr. Edy?"


Bara mengangguk. "Bila memungkinkan, bisakah anda memantau gerak geriknya juga?"

__ADS_1


"Baik, saya akan meminta anak buah saya untuk memantaunya mulai besok."


Setiap membicarakan kasus pelik terkait kematian Friz, Bara pasti akan migren setelahnya. Alhasil, usai Mr. Hito pamit pulang, Bara meminta Morgan untuk membelikan obat sakit kepala dan memintanya memundurkan jadwal meeting.


"Sepertinya melihat ini akan membuat pusing anda hilang, Pak." Morgan menyerahkan selembar map berisikan beberapa lembaran foto pada Bara.


Masih dengan menahan pusingnya, Bara meraih map itu dan seutas senyum mendadak tersungging dari bibir tipisnya.


"Kyra..."


"Ya, itu istri anda. Btw, saya sudah mengirimkan sejumlah uang yang anda suruh transfer ke rekening Nona Kyra tapi sepertinya hingga hari ini tidak ada transaksi apapun di rekening itu, Pak. Apa anda yakin Nona Kyra membawa ATM-nya?"


Bara mengangguk, tapi beberapa detik kemudian ia menggeleng. "Aku tak tahu, Morgan. Kamu transfer saja uang itu setiap bulan, meskipun tak ada transaksi apapun pastikan uangnya masuk ke rekening Kyra. Selama statusnya masih istriku, pastikan kamu selalu mentransfer uangnya di nomor rekening Kyra!"


Lembaran demi lembaran foto yang menunjukkan aktifitas Kyra selama di Singapore membuat senyum Bara tak lepas dari bibirnya. Beberapa di antaranya adalah ketika Kyra sedang berangkat ke kampusnya, ada juga ketika ia sedang berbelanja dengan Mamanya.


"Dia masih saja cantik. Aku jadi semakin merindukan dia, Morgan!" gumam Bara sembari tak lepas memandangi foto-foto itu.


"Kenapa anda tak mengunjunginya, Pak? Bukankah tinggal telepon pilot pesawat jet seperti biasa?"


"Jangan dulu. Aku tidak mau orang yang berniat mencelakaiku malah mengetahui posisi Kyra. Aku belum tenang sebelum tahu siapa yang berniat jahat untuk membunuhku!" rutuk Bara dengan tangan terkepal. "Untuk sementara ini, biarkan Kyra aman berada di sana bersama keluarganya. Aku akan datang padanya setelah kasus ini selesai."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2