
"Turun!" sebuah cekalan yang sangat erat meremas lengan Kyra dan menariknya keluar dari dalam mobil.
Beberapa saat yang lalu ketika semua orang di Mansion sedang sibuk melerai Daniel dan Edy, Bara menyeret Kyra keluar dari kamar itu tanpa sepatah katapun. Bola mata yang memerah dan sorot yang sedingin kutub utara, bagaikan pedang tajam yang siap menghujam siapapun yang sedang ditatap. Dan apesnya, Kyra-lah wanita yang mendapatkan tatapan menyeramkan itu.
Sepanjang perjalanan pun, tak terucap sepatah katapun dari bibir tipis itu. Bara yang saat ini sedang menyeret tubuh Kyra masuk ke dalam lift, bukan lagi Bara yang bucin beberapa jam yang lalu. Cengkraman yang sangat erat dan menyakiti lengan Kyra itu, seolah menggambarkan betapa sakitnya goresan luka yang ditimbulkan oleh wanita yang selama ini ia puja. Semakin sakit ulu hatinya, semakin Bara mengeratkan cekalannya. Suara rintihan lirih Kyra tiap kali Bara menyeret dan meremas lengannya seolah lenyap begitu saja di udara, Bara mendadak tuli dan bisu usai menyaksikan perbuatan menjijikkan itu.
Tting.
Pintu lift terbuka dan Bara masih menyeret Kyra tanpa melepasnya sedetikpun. Ia lantas mengunci lift agar tak ada siapapun yang masuk.
Menyadari Bara semakin menakutkan dan sedang berniat buruk karena menutup akses masuk orang lain, Kyra berusaha mengurai cekalan Bara di lengannya.
"Lepasin aku!" teriak Kyra lantang memecah keheningan.
Langkah lebar Bara terhenti seketika, suara Kyra terdengar menantangnya. Ia urung membawa Kyra ke kamar dan menyeret istrinya itu ke sofa. Di sana, Bara mendorong tubuh mungil itu hingga terhempas ke sofa panjang di ruang living room.
Meskipun tubuh Kyra terdorong dengan begitu keras, ia masih bisa melindungi perutnya agar tak membentur sofa. Ia memegang erat perut yang menyembul itu hingga tubuhnya jatuh miring di sofa. Secepat kilat Kyra pun berbalik, Bara masih berdiri di hadapannya dengan napas naik turun. Sorot matanya masih dingin mematikan, kedua tangannya mengepal erat dengan rahang mengeras.
"Apa yang sudah kamu lakukan dengan Edy, lakukanlah juga denganku!" Suara kelu itu menggambarkan betapa sakitnya perasaan Bara saat ini.
Meskipun jantungnya sudah berdebar ratusan kali lebih kencang, namun Kyra masih berusaha terlihat tenang. Ia menarik kedua ujung bibirnya agar terlihat seolah-olah sedang mencemooh perkataan Bara.
__ADS_1
"Lakukan denganku. Aku mohon." Kali ini suara itu terdengar lebih halus hingga membuat Kyra termanggu.
"Mungkin sudah puluhan kali aku memohon padamu. Dan puluhan kali juga kamu menolakku. Tapi untuk malam ini, aku mohon jangan menolakku."
Tanpa di duga, tubuh kekar dan tinggi itu luruh ke lantai. Sorot yang tadi sangat menyeramkan seolah lenyap begitu saja, Kyra menganga tak percaya dengan apa yang saat ini sedang dilihatnya. Bara bersujud, memohon di kakinya.
"Bar--"
"Kamu bisa melakukannya dengan Edy, itu berarti kamu juga pasti bisa melakukannya denganku, bukan? Seperti Valeria dulu."
Deg.
Kyra terpaku menatap manik mata Bara yang kini menatapnya dengan sorot tak terbaca. Kyra sempat lupa, bila Edy adalah lelaki yang pernah melukai perasaan Bara dengan begitu dalam. Dan malam ini, luka itu tergores dan menganga kembali.
"Nggak. Aku nggak akan melakukannya denganmu!"
Wajah Bara kembali menegang. "Kenapa? Apa kamu pikir aku tak bisa sehebat Edy di ranjang? Aku tak bisa membuatmu mendesah seperti Valeria??"
Kyra membuang muka untuk menutupi wajahnya yang pasti memerah karena menahan air mata. Entah mengapa dibandingkan dengan Valeria membuat hatinya jadi sakit.
"Aku bisa mengalahkan Edy. Aku bisa membuatmu merasakan klimak berkali-kali. Aku bisa--"
__ADS_1
"Hentikan, Bara. Kamu dan Edy bukanlah lawan yang sebanding," tukas Kyra cepat.
Sayangnya, di telinga Bara, perkataan itu seolah cibiran yang semakin melukai hatinya. Ia tersenyum kecut menanggapi olokan itu.
"Baiklah, kalo begitu mari kita buktikan!" Bara bangkit dan mendekat ke sofa.
Melihat Bara kembali emosi, Kyra mundur dengan gesit untuk menghindari suaminya. Namun, bukan Bara namanya jika tak bisa mendapatkan apa yang ia mau. Tak berhasil meraih lengan istrinya, ia menarik pakaian Kyra tanpa ampun hingga gaun itu robek dan memperlihatkan sebagian bra-nya.
"Hentikan, Bara! Aku akan sangat membencimu bila kamu berani menyentuhku!"
"Aku tidak peduli. Toh saat ini akupun juga membencimu!" Bara merobek gaun itu hingga memperlihatkan bagian dada Kyra.
"Aku berjanji akan pergi darimu!"
"Aku juga tidak peduli. Pergilah yang jauh dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!"
"Bara, hentikan!"
Kreeeek.
...****************...
__ADS_1
Kalo banyak yang kasi Vote, otor update ekstra bab nanti malam. Karena bab berikutnya lebih aman dibaca pas sudah buka puasa 😅