
Karena kesalahpahaman itu, Kyra yang tersinggung dengan ucapan Bara memilih untuk mendiamkan suaminya. Untuk pertama kali sejak mereka menikah, pertengkaran kali ini menjadi perang dingin diantara keduanya.
Bila dulu setiap kali marah Bara akan meledak-ledak, kini ia berusaha menahan diri untuk tidak terbawa emosi. Ia dan Kyra hanya butuh waktu untuk instrospeksi dan beradaptasi agar terbiasa dengan sifat masing-masing.
Selama perjalanan pulang, Kyra menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya. Pun begitu sampai di rumah, Kyra memilih untuk tidur di sofa daripada berada di ranjang yang sama.
"Tidurlah di ranjang, biar aku yang tidur di sofa," bujuk Bara tak tega ketika Kyra nampak tak nyaman dengan ukuran sofa yang tak seluas ranjang mereka.
Kyra bergeming, ia berpura-pura sudah terlelap agar Bara tak mengganggunya. Namun, bukannya menyingkir, Bara malah menyelipkan kedua tangannya di leher dan paha Kyra lantas membopongnya ke kasur yang empuk. Semarah apapun Bara, ia bukanlah lelaki brengsek yang tega melihat wanita yang sedang mengandung anaknya itu menderita. Biarlah Kyra marah malam ini, Bara yakin besok pagi mereka akan berbaikan lagi.
Tapi nyatanya, esok pagi hingga dua hari berikutnya, Kyra masih betah mendiamkan Bara. Ia tetap melayani Bara makan, namun setelah itu Kyra akan masuk lagi ke kamar dan berpura-pura mandi hingga Bara berangkat ke kantor. Pun begitu ketika Bara pulang, Kyra memilih untuk tidur duluan dan mengacuhkan suaminya itu.
Besok ada meeting darurat yang mengharuskan para pemegang saham datang ke perusahaan BusanaTex Garmindo. Kyra sengaja tak memberi tahu Bara karena ia masih kesal pasca kejadian di malam itu. Dan yang lebih menyebalkan, tak sekalipun Bara meminta maaf karena telah menghina ayahnya.
Pagi sekali, Kyra sudah memasakkan sarapan untuk Bara. Ketika semua sudah matang dan ditata cantik di meja, Kyra pun bergegas mandi. Ia mengacuhkan Bara yang sedang mengenakan dasinya dan melenggang masuk ke kamar mandi seolah tak ada siapapun di kamar.
__ADS_1
"Damnn!" tutuk Bara pada dirinya sendiri yang tak berani memulai percakapan dengan Kyra.
Entah mengapa Bara merasa dirinya sangat lemah di hadapan wanita yang sedang mengandung benihnya itu. Setiap kali hendaklah membuka mulut, tatapan dingin Kyra selalu sukses membuatnya mati kutu. Semua obrolan yang sudah ia siapkan mendadak buyar begitu saja. Bara si playboy nan brengsek berubah menjadi lelaki sholeh yang sangat takut melihat Kyra marah. Bukan, bukan karena ia takut istri, hanya saja Bara tak ingin Kyra marah lantas pergi meninggalkan dia lagi seperti dulu.
Seperti biasa, ketika Kyra selesai mandi, Bara sudah berangkat ke kantor. Dengan senyuman lebar, Kyra bergegas mengeluarkan peralatan make-up-nya dan memoles wajah polosnya dengan sapuan foundation. Sedikit eyeshadow berwarna coklat, lipstik berwarna nude dan mascara. Untuk pakaian, karena perutnya sudah tak bisa disembunyikan lagi, Kyra memilih mengenakan blouse longgar dengan rok span di atas lutut.
"Perfect!" puji Kyra pada dirinya sendiri sembari menyibak rambutnya yang kali ini ia catok lurus.
Keanu pasti akan kejang-kejang melihatnya tampil sempurna hari ini. Jangankan Keanu, Pak Hendru sang direktur pun tak bisa berpaling ketika bertemu Kyra sebulan yang lalu.
Jam 9, Kyra sudah tiba di lokasi setelah memesan taksi online. Ia sengaja menunggu Annastasia karena mereka berdua sudah janjian akan makan siang berdua nanti sepulang dari meeting. Ketika Ann datang, sambil mengobrol santai, mereka berdua pun masuk ke ruang meeting dan duduk bersebelahan.
Option pertama, diketuai oleh Keanu, menawarkan setelan olahraga unisex lengkap dengan handuk dan printilannya, logo kecil berada di punggung untuk pakaian dan printilan namun option ini akan menghabiskan cost yang banyak dan laba yang menggiurkan.
Option kedua, dipimpin oleh Kristin, hanya menawarkan setelan olahraga unisex dengan pemasangan logo perusahaan yang cukup mencolok di bagian punggung, tanpa printilan dan memakan anggaran rendah.
__ADS_1
Dewan komisaris dan pemegang saham yang berjumlah 20 orang, memilih masing-masing option dengan sistem voting terbuka. Jumlah antara kubu Keanu dan Kristin bersaing ketat.
"Nyonya Annastasia, anda memilih yang mana?" tanya Pak Hendru.
Ann dengan percaya diri tinggi menunjuk kubu Kristin yang berdiri di sebelah kanan hingga jumlah pun menjadi 9 untuk Keanu dan 10 untuk Kristin.
"Nyonya Kyra?"
Semua mata sontak tertuju pada Kyra yang menjadi pemilih terakhir. Ia menatap Keanu yang sedang tersenyum lebar seakan percaya diri bila Kyra pasti memilihnya. Namun, tangan Kyra yang tadinya hendak menjurus ke arah kiri, sontak dengan mantap menunjuk kubu Kristin.
"Saya memilih option saudari Kristin karena selain memakan cost rendah, kita tidak perlu ngoyo mempromosikan BusanaTex yang sudah cukup terkenal di kalangan atlit. Tanpa kita promosi dengan biayanya banyak, semua orang sudah tahu siapa perusahaan ini, bukan? Jadi akan lebih bijak bila kita menggunakan anggaran yang ada untuk keperluan perusahaan yang lebih penting!"
Semua orang sontak bertepuk tangan setuju dengan pemikiran Kyra yang logis. Bahkan Ann sampai memeluk Kyra yang ternyata juga memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya.
Sementara orang lain mengelu-elukan Kyra dan menatap bangga padanya. Keanu justru mengepalkan tangannya dengan penuh kebencian. Gagal sudah rencananya untuk mendapatkan bonus besar bila berhasil memenangkan project kali ini. Kyra yang tadinya ia pikir akan memilihnya, justru malah melakukan hal sebaliknya dan mempermalukan Keanu.
__ADS_1
"Awas kamu, Ky. Aku akan membalasmu," janji Keanu dalam hati.
...****************...