
Sejak diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit, Kyra mulai menyibukkan dirinya dengan packing dan mempersiapkan segala dokumen untuk berangkat ke Singapore. Meskipun sedih karena akan ditinggal untuk beberapa tahun ke depan, namun Roni berusaha untuk menutupinya di depan Kyra.
Selama 24 tahun Roni telah memisahkan Kyra dari Mama kandungnya. Hanya karena Roni sakit hati pada perlakuan Shakira kala itu, ia dengan keji memisahkan Kyra yang masih bayi dari ibunya. Ya, Shakira kala itu lebih memilih untuk kembali pada mantan kekasihnya yang kaya raya dibanding hidup dengan Roni yang sederhana. Roni hanyalah lelaki biasa yang dijodohkan dengan Shakira. Selama dua tahun, Roni berusaha membuat Shakira mencintainya, melakukan segala cara agar wanita itu mau membuka hati untuknya. Roni dengan sengaja meniduri dan membuat Shakira hamil kala itu, berharap istrinya akan mencintainya dengan cara itu. Namun, takdir berkata lain ketika mantan kekasih Shakira kembali dari luar negeri. Istrinya itu lebih memilih kembali pada mantannya hingga akhirnya Roni membawa kabur Kyra dan menceraikan Shakira saat itu juga.
Setelah Shakira kembali pada mantannya dan pindah ke Singapore, Roni memulai hidupnya yang baru hanya bertiga dengan Kyra dan Ibu kandung Roni. Namun, dengan berbagai cara Shakira masih ingin menguasai Kyra dan merebutnya. Hanya saja Roni bersikeras untuk merawat Kyra hingga anak gadisnya itu tumbuh dewasa secantik sekarang.
Setelah melihat Kyra koma dan hampir meninggal kala itu, rasa sesal menghinggapi hati Roni. Ia berjanji akan mempertemukan Kyra dengan Mamanya asal putrinya sadar, dan keajaiban pun terjadi. Hubungan ibu dan anak itu kembali terjalin meskipun bayang-bayang luka masa lalu terkadang masih menghinggapi hati Roni.
"Sering-seringlah menelpon Ayah, Ky! Meskipun kamu sibuk, sempatkanlah menelepon Pak Tua ini!" gerutu Roni sedikit cemburu.
Kyra menghentikan gerakan tangannya yang tengah memasukkan beberapa baju ke dalam koper dan menolehi sang Ayah yang manyun di depan pintu.
__ADS_1
"Nanti setiap hari sebelum tidur, Kyra akan telepon Ayah! Janji!" Kyra mengacungkan jari kelingkingnya sebagai tanda bila ia sedang berjanji.
Roni mendekat ke ranjang putrinya, hembusan napas berat ayahnya membuat Kyra urung melakukan aktifitasnya. Ia paham ayahnya pasti akan sangat kehilangan.
"Ayah, aku kan sekolahnya cuma dua tahun. Kalo aku sudah sukses, aku akan kembali ke sini dan menemani Ayah lagi!" Kyra menarik tangan Roni dan menggenggamnya dengan erat.
"Dua tahun, ya? Hmmm..." Roni menerawang dengan tatapan kosong. "Apalah arti dua tahun dibanding dua puluh empat tahun yang sudah kamu lewatkan bersama Ayah di sini. Sepertinya Ayah sangat egois bila memberatkanmu pergi. Tapi mau bagaimana lagi, hanya kamu yang Ayah miliki, Ky."
"Ayah masih tetap Ayahku meskipun kita terpisah jarak dan waktu. Sampai kapanpun, Ayah adalah lelaki terbaik yang aku miliki di dunia ini. Jangan pernah berpikir kalo aku akan meninggalkan Ayah selama-lamanya. Ini cuma sementara, Ayah. Hanya sampai aku sukses menata kembali hidupku."
"Jam 10 pagi. Aku sudah memesan taksi online untuk menjemputku jam 9. Ayah akan mengantarku ke bandara, kan?"
__ADS_1
Roni menggeleng. "Nggak mau. Ayah nggak mau semakin berat melepasmu kalo mengantarmu sampai bandara."
Mendengar penolakan itu membuat Kyra mendesah kecewa. "Baiklah. Kalo begitu sebagai gantinya, Ayah nanti harus menjemputku kalo pulang ke Indonesia!"
"Oke! Kalo itu Ayah mau!"
Suara tawa dan celotehan Kyra malam itu menghangatkan suasana malam yang semakin dingin. Sangat berbeda dengan suasana di sebuah gedung pencakar langit yang berada jauh di tengah kota. Di tengah ruangan yang gelap gulita, Bara menatap kosong ke arah jendela yang menghamparkan pemandangan kota dengan kelap kelip lampunya.
Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari Morgan, besok siang Kyra akan terbang menuju Singapore. Kemarin siang, Morgan dan Kyra bertemu untuk menyerahkan beberapa berkas dan pakaiannya yang tersisa di penthouse. Hanya dokumen saja yang diambilĀ oleh Kyra, sementara pakaian, tas, dan barang mewah lain yang dibelikan oleh Bara malah dikembalikan begitu saja.
"Pesawat take off jam 10, Pak. Tiket anda sudah saya siapkan dengan kursi bersebelahan tepat di samping Nona Kyra."
__ADS_1
Bara tersenyum lirih. Ia tak sabar menunggu hari esok. Setidaknya, hanya mengantar Kyra sampai Singapore tak apa kan, Tuhan?
...****************...