
Keesokan hari
Tadi malam terlihat Jihan tidak bisa tidur dengan pulas, wanita itu hanya membolak-balikkan tubuhnya karena tempat yang dia tinggali sekarang bukanlah istana megah yang biasa dia tempati. Jihan langsung bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
"Kenapa aku harus tinggal di sini."ucap Jihan sambil memasuki kamar mandi yang ada didalam kamarnya. wanita itu terus menggerutu karena tempat tinggalnya tidak senyaman yang berada di kota. "Butuh berapa lama aku tinggal di sini? kalau terlalu lama bisa-bisa aku menjadi gila." ucap Jihan. setelah beberapa menit kemudian Jihan sudah keluar dari dalam kamar mandi dan merapikan tubuhnya, dia ingin mencari Daniel dan memintanya untuk membawa ke perusahaan pertambangan milik ayahnya.
"Pasti pria itu sangat nyaman tinggal di sini, karena tempat ini adalah tempat biasa dia tinggali." ucap Jihan yang kemudian keluar dari kamarnya menuju kamar Daniel.
CEKLEK..
Terlihat Jihan Mencoba membuka pintu kamar Daniel yang wanita itu memasuki kamar Daniel. namun tidak ada seorangpun di dalam kamar itu,
"Kemana pria itu, kenapa seperti ini dia sudah tidak ada di kamarnya." ucap Jihan yang kemudian menutup kembali pintu kamar Daniel. langkah kakinya memasuki dapur, terlihat disana Mbok Sri sudah masak.
"Kemana Daniel berada Mbok?!" seru Jihan.
"Oh nak Daniel." jawab Mbok Sri.
"Iya, kemana pria itu?" tanya Jihan yang membuat Mbok Sri tersenyum.
"Kelihatannya nak Daniel sedang berolahraga di kebun belakang, Non." jawab Mbok Darmi.
"Memangnya di kebun belakang ada tempat olahraga?" tanya Jihan kepada wanita tua itu.
"Ada non, dulu biasa digunakan oleh Tuan Jefri berolahraga." jawab Mbok Darmi yang membuat Jihan langsung pergi meninggalkan wanita tua itu menuju kebun belakang.
Terlihat di belakang rumah itu bukannya Daniel sedang berolahraga, namun terlihat pria itu sedang memanjat pohon mangga.
"Apa yang dilakukan pria itu di atas pohon?!" seru Jihan yang melihat Daniel sudah berada di atas pohon mangga.
"Ayo Mas, nanti aku tangkap buah mangga nya!" seru Nisa.
"Iya bentar." jawab Daniel. "Tangkap mangga nya, jangan sampai terjatuh!" seru Daniel.
"Iya Mas." jawab Nisa.
__ADS_1
Jihan terus menatap setiap pergerakan dan suara canda Daniel dan Nisa, nampak mereka berdua terlihat begitu akrab.
"Daniel!" seru Jihan yang sudah berada di bawah pohon mangga.
"Hem..." jawab Daniel yang kemudian tidak sengaja menjatuhkan buah mangga di atas kepala Jihan.
BUG..
"Aihhhh!!" seru Jihan yang kepalanya tertimpa buah mangga.
Dengan segera Daniel turun untuk melihat Jihan yang terduduk kesakitan.
"Kau tak apa-apa?" tanya Daniel.
"Kau gila ya, kau melempari ku dengan mangga!" seru Jihan.
"Siapa juga yang melemparmu dengan mangga, aku kan tidak sengaja menjatuhkan mangga dari tanganku. habis kau berteriak begitu keras sehingga membuatku terkejut." jawab Daniel.
"Hallah.., Itu alasanmu saja. pasti kau dengan sengaja melempar ku dengan salah satu mangga yang kau petik itu kan!" seru Jihan.
"Mana mungkin." ucap Daniel.
"Pikiranmu itu ngelantur." jawab Daniel.
"Dasar kau pria kurang ajar tadi kau bilang mau mengantar ku ke perusahaan ayah, tapi mengapa sekarang kau masih di tempat ini!" seru Jihan.
"Tentu saja aku menunggumu bangun." jawab Daniel.
"Lalu Mengapa kau tidak membangunkanku!" seru Jihan.
"Mana mungkin aku mengetuk pintu kamarmu, bisa-bisa kalau keluar Kau melemparku dengan barang-barang yang ada di kamar mu." jawab Daniel.
"Itu alasanmu saja!" seru Jihan.
"Kau pernah melakukan hal itu kan!" seru Daniel yang membuat Jihan nampak mencoba mengingat semua perlakuannya dulu.
__ADS_1
"Cepat sekarang kau ajak aku ke perusahaan Ayah!" seru Jihan.
"Iya sebentar, aku mau mengambil sepatuku dulu." jawab Daniel.
"Maaf Nona, Mas Daniel tadi tidak sengaja menjatuhkan mangga yang ada di tangannya." ucap Nisa yang kemudian mendatangi Jihan.
"Kau gak usah berpura-pura seperti itu." jawab Jihan yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"Dasar wanita sombong." ucap Nisa yang melihat Jihan sudah pergi dari kebun belakang rumah wanita itu berjalan menuju depan rumah dan mulai berdiri di samping mobil.
Terlihat Daniel sudah datang
"Kau dan wanita itu benar-benar sangat cocok." ucap Jihan yang membuat Daniel hanya menghembuskan nafasnya.
"Kau mau aku antar atau kau mau berdebat denganku?" tanya Daniel yang membuat Jihan langsung membuka pintu mobilnya dan masuk.
"Cepat!" seru Jihan.
"Bentar cerewet." jawab Daniel yang kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya.
"Buruan!" seru Jihan.
"Dasar bawel, kau tidak bisa diam ya. kalau kau terus saja berteriak seperti itu akan ku turunkan kau di hutan dekat perusahaan ayahmu. Aku mau tahu kau bisa kembali dari tempat itu atau tidak." Jawab Daniel yang membuat Jihan langsung terdiam.
"Dasar serigala jadi-jadian!" seru Jihan.
"Dasar harimau betina." jawab Daniel yang kemudian melajukan mobilnya. siang itu Daniel benar-benar membawa Jihan ke perusahaan penambangan milik keluarganya, disitulah harta kekayaan dari ayah Jefri.
Di sebuah tempat yang bangunannya tidak susun namun tempat itu begitu besar. Daniel terlihat menunggu Jihan keluar dari mobil.
"Ini ya tempatnya?" tanya Jihan kepada Daniel.
"Tentu saja ini tempatnya, apakah kau lupa waktu kecil kan kau pernah ke sini." jawab Daniel yang kemudian memegang tangan Jihan dan membawanya masuk ke perusahaan.
"Tuan Daniel!" seru salah satu penanggung jawab penambangan.
__ADS_1
"Bagaimana Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Daniel.
** bersambung **