IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Mencari dalang di balik perusakan perhiasan


__ADS_3

"Apa maksudmu?" tanya Jihan.


"Ternyata pria itu adalah teman baik dari Tuan Jefri, dia juga adalah saingan berat dari Tuan Jeffry." jawab orang suruhan Daniel.


"Apa lagi Yang Kau dapatkan?" tanya Jihan.


"Kemungkinan besar ini semua ada hubungannya dengan sakit hati dan rasa iri." jawab orang suruhan Daniel.


"Kalau begitu Kau awasi terus dan coba kau selidiki lebih lanjut, kau tidak kekurangan sesuatu kan?" tanya Daniel.


"Tidak Tuan, Saya sudah memiliki semua yang anda berikan. jadi saya akan mengerjakan semua yang anda perintahkan." jawab orang suruhan Daniel.


"Baiklah kalau begitu, aku percaya padamu." jawab Daniel sedikit bingung dengan semua informasi yang diberikan oleh orang suruhannya. dia tidak pernah mengetahui kalau Pak lurah yang ada di tempat itu adalah teman dari ayahnya, apalagi ayahnya juga tidak pernah mengatakan perihal Pak lurah yang menjadi penguasa di desa tersebut.


"Ada apa denganmu? Kenapa kelihatannya kau bingung sekali?" tanya Daniel kepada sang istri.


"Kalau ini berhubungan dengan sakit hati aku tahu kemana arah dari pria itu." jawab Jihan.


"Maksudmu?" tanya Daniel.


"Kemungkinan besar pria itu bekerja sama dengan salah satu musuh bebuyutan Ayah yang ada di kota." jawab Jihan.


"Kalau begitu aku akan meminta salah satu anak buah yang ada di kota untuk menyelidiki pria itu." ucap Daniel.


"Oh ya Mas, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Jihan kepada Daniel.

__ADS_1


"Iya ada apa?" jawab Daniel yang sedikit serius saat melihat sang istri juga berbicara dengan nada yang begitu serius.


"Oh ya, Kenapa Mas memberikan aku uang gaji Mas?" tanya Jihan kepada sang suami.


"Uang gaji?" tanya Daniel yang kebingungan.


"Iya, itu lho Mas. Kenapa Mas memberikan uang gaji Mas kepadaku? nanti mas memakai uang dari mana?" tanya Jihan.


"Oh itu..," jawab Daniel.


"Iya." jawab Jihan.


"Tentu saja aku harus menafkahi mu, Sayang kau adalah tanggung jawabku sebagai seorang suami, aku berkewajiban untuk memberikan nafkah lahir dan batin. jika aku tidak melakukannya maka aku akan sangat berdosa di mata Tuhan karena telah menelantarkan mu." jawab Daniel.


"Tapi, mengapa Mas harus melakukannya? kan aku juga mempunyai uang sendiri." jawab Jihan .


Jihan tersenyum, sesaat kemudian wanita itu mendekati sang suami dan memeluknya.


"Terima kasih Mas, Tentu saja aku akan menerimanya. Mas selalu menjadi seorang pria yang sangat pengertian, memberikan nafkah secara lahir batin dan selalu menuntunku. Aku mengucapkan beribu Terima kasih karena dengan sabar kau selalu menuntunku." ucap Jihan.


"Sudahlah Sayang, kau tidak usah mengatakan hal itu. bagaimanapun kau adalah istriku yang harus selalu aku lindungi." jawab Daniel yang kemudian memeluk erat sang istri.


"Oh ya Mas, Apakah Mas tahu siapa orang yang ada di kota yang tadi aku maksud?" tanya Jihan .


"Tidak." jawab Daniel sambil tersenyum menatap sang istri.

__ADS_1


"Dia adalah Pak Luki, saingan berat perusahaan Papa di bidang perhiasan." jawab Jihan.


"Pak Luki, Apakah Pak Luki yang pernah waktu itu datang keperusahaan kontruksi yang aku jalankan?" tanya Daniel.


"Benar Mas, dia adalah pria itu." jawab Jihan.


"Aku tidak pernah berpikir kalau pria itu mempunyai pemikiran yang sangat licik, aku yakin dialah otak dari usaha menghancurkan perusahaan milik ayah. tapi kemungkinan besar Dia memiliki Maksud lain yang tersembunyi?" tanya Daniel.


Jihan sangat ragu untuk mengatakan sesuatu hal kepada sang suami. namun wanita itu memberanikan diri untuk mengatakan alasannya kenapa pria itu begitu membenci Ayah Jefri.


"Sebenarnya pria yang terpaut usia 10 tahun darimu itu ingin menjadikanku istrinya, Tentu saja aku tidak mau karena jarak usia kami yang begitu jauh. tidak mungkin aku menjadi istrinya, nanti dikira aku ini simpanan Om-om." jawab Jihan.


"Apa maksudmu, sayang?" tanya Daniel.


"Apakah kau pernah dengar seseorang yang sudah melamarku tapi ditolak oleh ayah?" tanya Jihan.


Daniel menganggukan kepalanya,


"Dia adalah Pak Luki, pria tua itu sangat ngotot ingin menjadikanku istrinya. aku dan ayah tidak pernah menyetujui hal itu." jawab Jihan.


"Bagaimana bisa pria tua bau tanah itu ingin menikahimu? Bukankah pria itu adalah pria yang tidak seharusnya mempunyai pemikiran untuk menikahimu." jawab Daniel yang sedikit emosi.


"Kau berkata seperti itu karena cemburu atau apa?" tanya Jihan yang melihat raut wajah Daniel sudah emosi.


"Tentu saja aku sangat marah, Sayang. bagaimana aku tidak marah, kau tahu sendiri kan pria itu adalah pria tua. Mengapa juga dia memiliki pemikiran untuk menjadikanmu istrinya, dimana pikirannya? sudah tua bangka seperti itu menginginkanmu." jawab Daniel dengan nada suara yang benar-benar emosi.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2