
Waktu semakin berlalu dengan begitu cepat, hari ini hari pernikahan Daniel dan Erwita. terlihat Erwita terus menyanyikan lagu yang benar-benar membuat orang lain ingin menghantam mukanya dengan sendal.
"Aku benar-benar ingin membuat wanita itu menjadi sampah yang ada di jalanan." ucap Bu Cece.
"Diam Bu, kalau tidak rencana kita akan gagal semua lo." ucap pak RT.
"Mana Mungkin kita bisa diam saja Pak, sedangkan pak RT juga tahu kan kalau wanita itu wanita brengsek." jawab ibu Lita.
"Jangan begitu juga Bu, kita ini sedang berakting. kita tidak tahu apa-apa kalau sampai ibu-ibu bilang sama yang lain nanti kita ketangkap lo.., akting kita jadi berantakan." jawab Pak RT kembali.
"Nggak tahu pak, pokoknya aku bener-bener kesel sama wanita itu. aku benar-benar ingin menjambak wajahnya. menjambak rambutnya, mencolok matanya ya, pokoknya banyak, Pak RT." ucap Ibu Cece kembali.
"Kesel ya kesel bu, tapi jangan seperti itu dong. mukanya ibu malah membuatku takut." ucap pak RT kembali.
"Ngapain sih kau harus bilang seperti itu, kita tidak usah berakting. langsung aja kita ambil 2 sandal kita lalu kita gamparin pak lurah sama putrinya itu, biar mereka berdua tahu rasa, dasar kumpulan orang-orang tidak tahu diri. orang-orang tidak punya muka, nggak punya malu, nggak punya harga diri pokoknya muka mereka itu terbuat dari tembok." jawab bu Ana yang dari tadi diam saja.
Namun sekarang terlihat wanita itu benar-benar meluapkan emosinya, emosi yang sudah tidak terbendung karena perlakuan dari Erwita dulu. suaminya sempat dituduh mencuri dari rumah Pak lurah, padahal suami buana tidak pernah sekali pun masuk kedalam rumah Pak lurah.
"Tidak usah seperti itu dong Bu, kalian ini membuatku takut aja." ucap pak RT kembali.
"Apa-apaan sih.., kalian ini benar-benar membuatku Ingin menonjok kalian. aku ini sedang kesal malah dibuat bertambah kesal karena diminta menghadiri pernikahan Mas Daniel sama si jelek itu. sudah jelek tidak tahu malu, tidak punya harga diri lagi..," gerutu Bu Ana yang dari tadi tidak bisa menutup mulutnya .
"Benar Bu, aku benar-benar kesal sama wanita itu, Ingin sekali aku kuliti dia dan kulitnya itu aku jadikan kerupuk lalu dijual. laku nggak ya?" canda Bu Lita yang terlihat juga kesel. waktu anak Bu Lita mengalami sakit parah wanita itu hendak meminjam uang dari Pak lurah, Namun bukan mendapatkan uang malah wanita itu mendapatkan hinaan yang benar-benar luar biasa.
"Kalau begitu bisa tidak ibu-ibu diam sedikit, kita itu sedang mempersiapkan acara pernikahannya mas Daniel sama Erwita. ini juga cuma sandiwara kok.":jawab Pak RT.
"Kalau aku menjadi Mbak Jihan, lihat aja aku pasti menjambak wajahnya. mencakar wajahnya dan akan ku tonjok wajahnya sampai penyok." ucap Bu Cece.
"Sama Bu, aku juga mau begitu." jawab bu Ana.
__ADS_1
"Aku juga." ucap Bu Lita yang terlihat dari tadi menggerutu tidak karuan.
"Kalau begitu kalian Diamlah dulu, jika tidak rencana kita akan gagal." ucap Mbok Sri yang sudah keluar dari dapur dan membuat makanan begitu banyak untuk acara pura-pura yang akan dilaksanakan oleh Jihan.
Jihan sudah merias wajahnya dengan begitu cantik, berdandan dengan cantik dan memakai pakaian yang begitu seksi. Jihan menampakan senyumnya yang benar-benar membuat orang lain akan terpanah.
"Dandanannya kok cantik banget Yang?" tanya Daniel kepada ada istrinya.
"Tentu aja Mas, aku pasti dandan yang cantik." jawab Jihan.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Daniel.
"Tentu saja aku mau menghadiri acara pernikahan suamiku." jawab Jihan.
"Amit-amit, masa mengantarkan aku menikah." ucap Daniel.
"Siapa juga yang mau mengantarkanmu ke tempat itu, aku mau membongkar semua rahasia wanita tidak tahu diri itu." jawab Jihan.
"Iya Iya, aku tahu kalau kau marah." jawab Jihan.
Hari itu orang-orang yang ada di rumah Jihan benar-benar sangat emosional, Jihan juga sudah mendapatkan beberapa bukti mengenai semua kejahatan dari Pak lurah, kejahatan Erwita dan beberapa kejahatan anak buah Pak lurah yang menjadi perangkat desa. hari ini Jihan berdandan begitu cantik, dia memakai make up yang natural namun terkesan benar-benar seperti bidadari yang turun dari kayangan.
"Aku benar-benar tidak menyukai istriku, jika memakai dandanan seperti itu." ucap Daniel.
"Memangnya kenapa?" tanya Jihan.
"Tentu saja aku tidak mau melihat istriku berdandan secantik itu untuk orang lain." jawab Daniel.
"Memangnya aku bertahan untuk Siapa?" tanya Jihan.
__ADS_1
"Aku benar-benar kesal dengan situasi seperti ini." ucap Daniel.
"Ngapain juga kau harus kesal, karena hari ini akan menjadi hari yang sangat luar biasa ketika kita sudah menemukan titik terang mengenai seluruh perlakuan dari Pak lurah dan putrinya." jawab Jihan.
Prokk...
Prokk..
Prokk..
"Sudah-sudah, lebih baik kita segera pergi dari rumah ini untuk mengantar pengantin palsu kita." ucap Ayah Jefri yang terlihat bersemangat.
Hari ini akan menjadi hari baru dan akan menjadi penentu bagi keadaan di desa itu.
"Sudah siap, Ayo kita segera bertempur." ucap mbok sri yang terlihat memakai kebaya dan memakai sanggul.
"Mbok Sri penampilannya kok seperti penyanyi jaipong ya?" canda bu Lita.
"Memang Mbok Sri mau menyanyi jaipong di sana kok." jawab mbok sri. Ibu-ibu yang mendengar perkataan mbok Sri, seketika mereka semuanya tertawa.
Hari itu Nisa tidak bisa hadir di acara pernikahan, karena di tugaskan oleh Jihan untuk menjaga pabrik konveksi. Jihan memang meminta orang-orang itu untuk hadir pukul pukul 3 sore, mereka tidak akan membiarkan produksi pabrik terhenti gara-gara acara yang sudah diadakan oleh Jihan.
Nisa benar-benar menggerutu tidak karuan, wanita itu takut jika Daniel benar-benar akan menikahi Erwita. sedangkan di tempat lain Erwita begitu bahagia, hatinya benar-benar sangat bahagia karena hari ini dia akan menikahi Daniel.
"Sebentar lagi aku akan menjadi istri Daniel, istri Daniel, istri Daniel. aku tidak peduli menjadi istri pertama, kedua, ketiga atau berapa. penting aku akan menjadi istri Daniel, pria yang benar-benar aku inginkan semenjak beberapa tahun yang lalu." guman Erwita.
Pria wanita itu berbicara dengan nada yang begitu bahagia karena hari ini Dia mengira kalau rencananya sudah berhasil semuanya. wanita itu mengira kalau dia akan menjadi Wanita paling bahagia di atas penderitaan Jihan. begitu pula dengan Pak lurah, pria itu mengira kalau rencana putrinya sudah berjalan dengan sangat mulus, karena dengan menyakiti Jihan maka Ayah Jefri juga akan terluka karena hal itu. Pak lurah juga benar-benar bahagia karena dendamnya akan sedikit terbalaskan.
** bersambung **
__ADS_1
Mohon dukungannya, like,komen dan vote. terimakasih atas dukungannya di setiap novelku.❤️❤️❤️👍👍👍😊💋💋
💋