IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Dia adalah isteriku


__ADS_3

Saat berada di meja makan terlihat Daniel tidak berani membuka kotak makanan yang diberikan oleh Sarmila. jari-jemarinya dia ketuk-ketuk kan di meja sembari tatapan matanya menatap ke atas.


"Kau sedang melihat apa?" tanya Jihan.


Tidak ada jawaban dari Daniel.


"Kenapa makanan itu tidak kamu buka?" tanya Jihan.


"Kalau aku buka nanti ada yang marah." jawab Daniel.


"Kepalamu besar sekali, Kau kira aku akan marah karena kau menerima makanan dari para wanita itu." ucap Jihan.


"Benarkah? kamu tidak marah kalau aku memakan makanan ini?" tanya Daniel sambil tersenyum kepada Jihan.


"Ini suami kurang ajar banget sih...,seharusnya dia menaruh makanan di dapur kali atau memberikannya padaku. daripada aku marah gara-gara pagi buta udah dikasih kiriman makanan sama cewek lain." gerutu Jihan dalam hati. panas api yang membara di hati Jihan belum padam, tapi ada Dewi perang yang sudah memasuki rumah mereka.


"Selamat pagi Mas Daniel!" seru Nisa.


"Tuh kan...., penyakit ini datang lagi. ini cewek kalau tidak di racun tikus nggak bakal ini dia berangkat ke akhirat." gerutu Jihan kembali.


"Lagi makan apa mas, mbak?" tanya Nisa.


"Kamu lihat sendiri kan, di meja makan tidak ada apa-apa. Lalu kenapa kau tanya lagi l." jawab Jihan dengan nada suara yang benar-benar sangat kesal.


"Kan cuma tanya Mbak." ucap Nisa.


"Enggak usah basa-basi kali, tiap pagi kamu kesini ingin bertemu dengan suami orang. Kamu ini wanita tidak laku ya terus menerus mengejar milik orang." sindir Jihan yang membuat Nisa wajahnya langsung bersemu merah karena malu.


"Mas Daniel aja tidak keberatan aku ke sini, Kenapa Mbak marah." ucap Nisa.

__ADS_1


"Wow..., ini gadis bener-bener mukanya tebel banget ya, setebal apa sih makanya ini masak gak punya malu sama sekali. Aku ini istrinya enak banget ya bicara seperti itu." gerutu Jihan.


"Halo..., Ini rumahku kali, dan kau sudah tidak bekerja di sini jangan berani keluar masuk rumahku secara tidak sopan. kalau kamu keluar masuk ke rumahku tanpa seijin ku..,lihat aja akan kucari satpam dari kota untuk melemparmu." jawab Jihan sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Ini cewek pagi-pagi udah ngebuat istriku ngamuk-ngamuk, belum selesai permasalahan yang tadi ditambah lagi Ini..,hidupku kok gini banget ya." guman Daniel dalam hati.


Sesaat kemudian Karena tidak tahan melihat Jihan yang terus-terusan kesal karena dibuat marah oleh para wanita, akhirnya Daniel memilih untuk berdiri dan menarik tangan Jihan.


"Mau kemana?!" seru Jihan.


"Mau cari angin biar kamu enggak tambah panas." jawab Daniel.


Tak ada suara yang keluar dari mulut Jihan.


Ternyata suaminya itu benar-benar pengertian juga walaupun menyebalkan. "Aku suka dengan semua sikapnya" guman Jihan dalam hati.


"Aku mau cari pakaian untuk istriku ini buat nanti datang ke acara anak pak lurah!" jawab Daniel yang kemudian mengajak Jihan untuk berjalan-jalan ke sebuah toko pakaian yang lumayan jauh dari tempat itu.


"Kok diam?" tanya Daniel sembari menyetir motor.


"Enggak, males aja bicara." jawab Jihan.


"Kalau kamu marah jangan marah sama aku dong, marah saja sama mereka semua. ngapain juga mereka seperti itu, lagi pula aku kan tidak melakukan apa-apa." ucap Daniel.


"Enggak ah males aku bicara." jawab Jihan kembali.


"Istriku ini kalau marah benar-benar seperti Tom and Jerry ya." ucap Daniel.


"Ya udah, cepet nanti nggak keburu ke pesta itu." jawab Jihan.

__ADS_1


"Memangnya kau benar-benar mau datang ke pesta Putri Pak lurah?" tanya Daniel.


"Tentu, kalau mereka berani macam-macam deketin kamu bakal aku beri mereka semprotan lada Biar tahu rasa." jawab Jihan yang kemudian memeluk erat tubuh Sang suami. benar-benar Indah, benar-benar begitu serasi saat Daniel dan Jihan berboncengan di atas motor Hanya mereka berdua.


Saat sore telah menjelang terlihat Jihan dan Daniel sudah berada di pesta tersebut.


Jihan dan Daniel benar-benar sangat terkenal di desa itu, Jihan yang cantik dan danau yang begitu mempesona hingga membuat mereka berdua bagaikan artis yang ada di sebuah tontonan.


"Pestanya sedikit menyebalkan." ucap Jihan.


"Aku kan tadi sudah bilang, ngapain juga kamu bersikeras untuk mendatangi pesta ini." jawab Daniel.


"Pulang yuk." pinta Jihan.


"Sebentar lagi kita pulang, nanti dikira kita tidak menghormati mereka." ucap Daniel yang membuat Jihan menganggukkan kepalanya. beberapa wanita yang ada di sana benar-benar sangat tidak menyukai kedatangan Daniel.


Daniel mendapatkan kehormatan untuk memakan kue yang pertama dari tangan putri Pak lurah, itu pertanda kalau Daniel adalah orang spesial dari Putri Pak lurah.


"Maafkan saya, saya tidak bisa menerima semua ini. karena saya sudah mempunyai istri dan dia adalah istri ku." jawab Daniel yang kemudian memegang erat tangan Jihan lalu pergi dari pesta itu.


"Apa!" seru beberapa tamu yang ada di pesta tersebut. karena mereka begitu terkejut saat Daniel mengatakan putri dari Pak Jefri adalah istrinya.


"Kau pasti berbohong kan!" seru Putri Pak lurah.


"Buat apa aku harus berbohong, karena kenyataannya dia adalah istriku." jawab Daniel.


"Dia benar, aku adalah istrinya. kami sudah menikah Beberapa bulan yang lalu." jawab Jihan yang kemudian memegang erat tangan Daniel.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2