
"Kalian udah denger tidak, katanya Mbak Jihan membeli gudang bekas pabrik teh yang tutup itu loh." gosip para ibu-ibu.
"Benarkah! Apakah itu adalah gudang teh yang paling besar itu?" tanya bu Cece.
"Iya." jawab Ibu Ana.
"Apa kamu tahu kalau gudang itu bekas pabrik teh?" tanya ibu Bila.
"Enggak tahu," jawab Bu Cece.
Terlihat Daniel, Mbok Sri dan Jihan sudah keluar dari gudang tersebut. Seorang pria yang dipercaya untuk menjaga gudang itu nampak sudah menunjukkan seluruh isi gudang.
"Mbak Jihan!" seru ibu-ibu yang melihat Jihan baru keluar dari bekas gudang teh.
"Ibu-ibu, lagi ngapain disini?" tanya Jihan.
"Lagi lihat Mbak Jihan." jawab ibu Bu Ana yang kemudian menutup mulutnya.
"Ngapain juga Ibu-ibu harus melihat aku, memangnya aku ini artis apa?" jawab Jihan sambil melirik ketiga ibu-ibu yang sedang bergosip.
"Mbak Jihan lagi ngapain lihat gudang teh?" tanya Bu Cece yang terlihat begitu penasaran.
"Gini lho Bu, sebenarnya aku itu mau membeli gudang itu untuk aku dirikan pabrik di sini, kan tidak ada toko pakaian dan jauh. apalagi pesanan pakaian dari tempat saya yang ada di kota itu sudah terlalu banyak dan saya jarang bisa ke sana." Jawab Jihan.
"Maksudnya?" tanya ibu Ana.
"Saya mau membangun pabrik baru di desa ini, anggap aja membuka lowongan buat ibu-ibu yang suka bergosip biar pagi hari berangkat bekerja menghasilkan uang daripada bergosip tidak menghasilkan apa-apa." sindir Jihan yang membuat para ibu-ibu begitu kegirangan.
"Benar Mbak? Apa benar Mbak Jihan mau buka pabrik?!" baru seru Ibu Cece.
"Tentu saja masa aku bohong." jawab Jihan.
"Senang sekali Mbak Jihan mau buka perusahaan baru di desa kita, kalau gitu Desa kita bisa semakin maju!" seru ibu-ibu.
"Jangan dulu Bu, ini kan masih tawar-menawar harga gudangnya kalau harganya bagus sih langsung aku beli, kalau harganya sangat mahal kan rugi, Bu." jawab Jihan yang melirik tiga ibu-ibu itu.
"Kalau begitu biar kami yang membantu Mbak Jihan agar harganya bisa turun!" seru ibu-ibu yang kemudian berlari kecil dan berpamitan dengan Jihan. ketiga ibu-ibu itu langsung berlari secepat kilat agar mereka bisa ke tempat Pak RT dan meminta Pak RT untuk merayu pemilik gudang agar menjual gudangnya sedikit murah.
"Ini namanya sabotase, sayang?!" seru Daniel biarin itu namanya saling menguntungkan jawab Jihan.
Sesaat kemudian terlihat Jihan, mbok Sri dan Daniel menghentikan langkahnya di depan warung makan kesukaan Jihan.
__ADS_1
"Makan di sini yuk, Mas!" seru Jihan.
"Boleh, Mbok makan juga ya." pintar Daniel.
"Boleh." jawab Mbok Sri. Mbok Sri benar-benar sangat menyukai perubahan sifat dari Jihan wanita arogan dan sombong itu sekarang benar-benar menjadi wanita yang menyenangkan. itu semua berkat Daniel yang selalu sabar membimbing Jihan.
"Alhamdulillah, aku senang banget deh Jihan. kamu sudah berubah menjadi sosok yang lebih baik." ucap Mbok Sri.
"Memangnya Dari dulu aku tidak baik mbok?" tanya Jihan.
"Kamu dulu itu ketus, sombong, angkuh, sok kaya dan sok cantik." jawab Mbok Sri yang blak-blakan.
Daniel yang mendengar hal itu nampak pria itu Ingin menutup mulutnya, karena Mbok Sri benar-benar begitu lantang saat mengatakan sifat asli dari Jihan dahulu.
"Alhamdulillah juga ya Mbok, kalau aku tetap seperti dulu bisa-bisa suamiku ini kabur dan mencari wanita lain." ucap Jihan yang membuat Daniel mencubit tangan sang istri.
"Apaan sih mas bibit-bibit tanganku." ucap Jihan.
"Nggak bagus bicara seperti itu, itu namanya doa." ucap Daniel yang membuat Jihan tersenyum.
"Maaf-maaf aku nggak mungkin doain suamiku suka sama wanita lain, kalau aku melakukannya berarti aku wanita terbodoh di dunia ini." jawab Jihan.
"Mas itu suami yang istimewa." ucap Jihan yang kemudian memakan makanan yang tadi dia pesan.
Para warga terlihat sudah heboh dengan kabar Kalau Jihan akan membuka pabrik baru di desa itu, apalagi Jihan juga mengatakan kalau pabrik itu diperuntukkan untuk ibu-ibu yang yang pekerjaannya hanya menggosip saja.
Dua hari kemudian
Akhirnya pemilik gudang sudah menelpon Jihan dan pria itu memberikan potongan yang luar biasa, anggap saja itu juga sebagai tanda terima kasih karena Jihan sudah mau membuka lowongan pekerjaan di tempat itu. hari ini pak RT datang ke tempat Jihan dan Daniel pria itu membawa buah-buahan.
TOK..
TOK..
"Assalamu'alaikum!" seru pak RT.
terdengar suara ketukan pintu rumah Jihan.
"Siapa mbok?" tanya Jihan yang sedang makan bersama Mbok Sri di dapur.
"Nggak tahu." jawab Mbok Sri.
__ADS_1
"Aku buka dulu ya mbok, mbok lanjutin makannya." jawab Jihan yang kemudian berjalan menuju pintu untuk melihat Siapa pagi-pagi yang sudah bertamu ke rumahnya.
CEKLEK..
saat membuka pintu itu, terlihat di sana Pak RT sudah berdiri sembari membawa sekeranjang buah-buahan dan menampakan senyumnya yang sangat menawan.
"Pak RT pagi-pagi begini ngapain kesini?" tanya Jihan.
"Ini Mbak mau ngelamar Mbak Jihan...eh, salah..," jawab Pak RT yang salah bicara.
"Bapak mau dibunuh sama istri bapak ya." jawab Jihan.
"Maaf maaf Mbak, salah bicara. ini mau memberi buah-buahan ini, sebentar lagi para warga juga akan ke sini." jawab Pak RT.
"Mau ngapain Pak? Nggak ada yang sakit di rumah, ngapain juga bawa buah-buahan. emangnya Pak RT mau menjenguk Siapa?" tanya Jihan yang kebingungan. Pak RT hanya senyum-senyum kemudian menatap ke dalam rumah Jihan.
"Lagi cari siapa, Pak? kok tengok-tengok?" tanya Jihan.
"Mas Daniel ada di rumah?" tanya Pak RT.
"Ada." jawab Jihan.
"Boleh masuk Tidak, Mbak?" tanya PRT kembali.
Jihan menepuk jidatnya, kemudian wanita itu mempersilahkan Pak RT masuk kedalam rumah. "Maaf lupa Pak, menyuruh pak RT masuk kedalam." jawab Jihan yang kemudian membuka pintu dan menyuruh pak RT untuk masuk.
Sesaat kemudian pintu rumah Jihan kembali di ketok,
"Siapa lagi sih pagi-pagi Sudah bertamu ke rumah?" tanya Jihan.
"Mungkin itu para ibu-ibu dan warga, Mbak." Jawab Pak RT.
"Ngapain juga sih pagi-pagi ke rumahku, ganggu aja." ucap Jihan yang kemudian membuka pintu. terlihat di sana begitu banyak warga yang ada di depan rumah Jihan.
"Kalian lagi ngapain Di rumahku?!" seru Jihan yang melihat sekitar 30 orang sudah berada di depan rumahnya.
"Mau silaturahmi Mbak." Jawab ibu-ibu.
"Silaturahmi apaan, ketuk pintu enggak ngucapin assalamualaikum lagi!" seru Jihan yang membuat para warga nampak tersenyum malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jihan.
** bersambung **
__ADS_1