
Malam senandung membawa sebuah kebahagiaan. Cinta yang telah tumbuh membuat sebuah sepasang suami istri itu memutuskan untuk membuat cinta mereka semakin tumbuh.
"Apa kau yakin?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Aku yakin, aku akan memberikan semua jiwa dan raga ini untukmu." jawab Jihan.
Daniel terlihat memberikan sentuhan demi sentuhan kepada sang isteri. gairah cinta telah menyelimuti mereka. semilir angin malam membuat sepasang suami isteri itu memulai malam pertama mereka, suara *******, rintihan nikmat dan suara yang benar-benar membuat bulu kudu merinding.
Keesokan hari.
"Kamu lagi masak apa?" tanya Daniel.
"Lagi memasak nasi goreng, nasi campur sama capcay." jawab Jihan.
"Memangnya kamu bisa memasak?" canda Daniel kepada sang istri.
"Kalau kamu terus menjahili ku seperti itu, lihat aja...," jawab Jihan yang membuat Daniel terdiam. saat mereka berdua lagi romantis-romantisnya datanglah si muka tembok yang membuat Jihan benar-benar emosi setengah jiwa.
"Selamat pagi Mas Daniel!" seru Nisa yang sudah memasuki rumah Jihan.
"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Daniel kepada Nisa.
"Ini Mas tadi Mbok Sri minta aku nganterin daun singkong sama daun pisang." jawab Nisa.
__ADS_1
"Memangnya buat apa?" tanya Daniel.
"Nggak tahu Mas." jawab Nisa. Sesaat kemudian Nisa menatap Daniel yang sedang memakan sesuatu.
"Lagi makan apa Mbak?" tanya Nisa.
"Kamu lihat sendiri kan." jawab Jihan.
Tatapan mata Nisa menatap Jihan yang habis keramas, "Habis keramas Mbak?" tanya Nisa.
"Iya, Memangnya kenapa?" tanya Jihan.
"Enggak gitu, Kok tumben banget Mbak pagi-pagi keramas." ucap Nisa sambil menatap Daniel.
"Tidak mungkin lo mbak." ucap Nisa.
"Memangnya kenapa? kau lihat sendiri kan aku aja udah keramas, pertempuran ku Dengan Suamiku tentu saja menguras habis tenaga aku." jawab Jihan.
Seolah tidak percaya wanita itu menatap Daniel yang sedang memakan sesuatu. namun mukanya benar-benar bersemu merah karena perkataan sang istri.
Mbok sri yang mendengar jawaban dari Jihan tentu saja wanita itu tersenyum. siap-siap Mbok Sri untuk memberikan berita yang begitu menghebohkan kepada Pak Jefri.
"Apa benar Mas?" tanya Nisa yang seolah wanita itu benar-benar tidak tahu malu.
__ADS_1
"Kau dengar sendiri kan apa kata istriku, lalu Mengapa kau tanya lagi? Apakah kau tidak mempunyai malu untuk bertanya padaku? kami ini suami istri melakukan hubungan apapun itu adalah halal." jawab Daniel yang membuat Nisa langsung terduduk.
Jihan nampak menarik tubuh suaminya untuk bergeser dan duduk bersama dengan dirinya. "Mas nanti minta 3 ronde ya..," ucap Jihan sambil melirik Nisa.
Daniel hanya menganggukkan kepalanya tanpa bisa membuka mulut, jantungnya terus berdebar, wajahnya benar-benar bersemu merah. "Jangan berkata seperti itu di hadapan gadis muda seperti dia, nanti pikirannya ngelantur kemana-mana." ucap Daniel yang membuat Jihan tersenyum. seolah perkataan Daniel memberikan pukulan telak kepada muka tembok.
"Nggak mungkin, Masa sih Mas Daniel udah ngelakuin tilulit sama wanita kejam ini." guman Nisa dalam hati.
"Ya ampun.., kalian itu kemarin bertempur berapa ronde sih, masa keluar malam-malam cari makanan." ucap Mbok Sri yang seolah membantu pasangan pengantin baru itu agar tidak diganggu Nisa.
"Mbok Sri ini nggak tau aja deh, Tentu aja aku harus cari energi buat pertempuran sesi kedua Mbok. Masa Mbok nggak pernah muda aja." jawab Jihan yang kemudian berdiri sambil memberikan ciuman di bibir sang suami. "Ayo Mas cepat kita ke pabrik, Nanti telat." ucap Jihan yang membuat Daniel langsung berdiri dan menarik tangan sang istri.
"Tunggu Mas bentar, ngapain juga buru-buru." Jawab Daniel dengan suara yang begitu manja.
Nisa yang melihat hal itu rasanya dunianya benar-benar runtuh tak berbentuk. "Kok bisa seperti ini sih...," ucap Nisa.
"Kamu itu Nis..., udah deh mundur aja. Daniel sama Jihan itu udah nikah loh, kok kamu terus-menerus ngejar Daniel sih. kayak nggak ada cowok lain di desa ini." sindir mbok Sri.
"Nggak bisa dong bro, aku bener-bener cinta banget sama mas Daniel." jawab Nisa.
"Secinta apapun kamu sama Daniel, pria itu milik orang, enggak bisa kamu kejar. apa kamu itu nggak punya malu pantas aja Jihan selalu bilang kamu itu muka tembok. kalau menurut Mbok sih kamu itu bukan muka tembok tapi kamu itu muka aspal." jawab Mbok Sri yang kemudian meninggalkan Nisa yang tidak terima kalau Daniel dan Jihan sudah melewati malam pertama mereka.
** bersambung **
__ADS_1