IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Pria tua tertangkap


__ADS_3

Hari itu akhirnya pria tua tertangkap juga, para warga benar-benar sangat antusias untuk memenjarakan orang yang berusaha untuk menghancurkan pabrik yang akan dibuka oleh Jihan.


"Mendekamlah di penjara, Jangan pernah keluar!!" seru para ibu-ibu.


"Aku pasti akan membalaskan semua perbuatan kalian!" seru pria tua.


"Percuma saja, kami akan mencegahmu dasar pria licik tidak tahu diri!" seru ibu-ibu kembali.


Pria tua benar-benar tidak pernah mengira kalau dia akan tertangkap tangan ketika dia ingin menghancurkan Jihan.


"Aku tidak pernah mengerti, kenapa kau selalu mengejar ku. cinta tidak memiliki penekanan, aku sudah bilang Kan kalau aku tidak mencintaimu." ucap Jihan.


"Cinta Memang bebas dan tidak pernah menekan, jadi jangan pernah memaksaku untuk melupakanmu!" seru pria tua.


"Jangan pernah kau mencoba untuk memiliki istriku, karena dia adalah istriku!" seru Daniel. Memangnya pria mana yang tidak akan marah ketika ada pria lain yang mencoba untuk mengambil istrinya. "Dengarkanlah aku pria tua, dia adalah istriku, dia adalah milikku!" seru Daniel.


"Lihat saja, suatu saat aku pasti akan memilikinya!" seru pria tua.


"Saat kau sudah keluar dari jeruji penjara tentu saja kau sudah berusia kakek-kakek, tidak akan kubiarkan kau mendekati putriku sejengkal pun!" seru Ayah Jefri yang kemudian memberikan pukulan kepada pria tua.


BUKKK..


BUKKK...


seketika pria tua tersungkur di tanah, kemudian pak polisi mulai memborgol pria tua bersama anak buahnya.


"Aku pasti akan membalas kalian!" seru pria tua.


"Jangan harap kau bisa melakukan itu!" teriak para warga. semua yang dilakukan oleh Jihan benar-benar sangat membahagiakan, karena para warga membela Jihan habis-habisan. mereka tidak akan pernah membiarkan cita-cita para warga hancur di tangan siapapun yang berusaha untuk merusak apapun yang diinginkan oleh para warga desa.


Sebenarnya keinginan para warga sangatlah sederhana, Mereka ingin memiliki pekerjaan, mereka ingin mengetahui kemajuan dengan dunia luar.


"Baiklah ibu-ibu, terima kasih karena kalian selalu mendukungku!" seru Jihan.


"Terima kasih juga Mbak, karena Mbak Jihan bersedia menerima kami sebagai pegawai, Mbak Jihan." jawab para warga.


"Baiklah kalau begitu, doakan aku semoga usahaku untuk membuat nama pabrik cepat terselesaikan, karena kalian tahu sendiri kan proses pembuatan nama dan proses perizinan di lembaga perdagangan itu sedikit sulit." ucap Jihan.

__ADS_1


"Siap, mbak. kami akan mendoakan agar pabrik perhiasan milik Pak Jefri dan pabrik pakaian milik Mbak Jihan semakin sukses. Siapa tahu suatu saat Mbak Jihan dan Mas Daniel membuat pabrik lagi!" seru para warga yang membuat Jihan hanya tersenyum.


Hari itu menjadi hari penentu, pria tua tidak akan lagi mengganggu kehidupan Jihan dan Daniel, pria itu sudah masuk jeruji penjara untuk waktu yang lama.


Satu Minggu kemudian


"Hore!!" seru para warga yang begitu antusias membersihkan pabrik dan menata seluruh peralatan pabrik.


Hari ini Jihan dan sang suami menyeleksi seluruh karyawan yang akan bekerja di pabrik pakaian. ternyata Jihan sudah membawa beberapa orang dari kota yang akan menjadi teknisi, guru jahit dan guru membuat pola untuk para penduduk. walaupun Jihan akan akan membuka pabrik itu, namun ada kendala karyawan yang tidak bisa apa-apa. hal itu membuat Jihan membawa sekitar 20 orang dari kota untuk memberikan pelajaran kepada para penduduk desa. karena kebanyakan dari penduduk desa tidak bisa menjahit ataupun mendesain pakaian.


"Mbak Jihan, Bagaimana ini. Masa Ibu ini sudah berumur hampir 40 tahun, apa kita harus menerimanya?" tanya Nisa kepada Jihan.


"Jadi ibu itu umurnya sudah tua?" tanya Jihan balik.


"Jangan seperti itu, sayang. biarkan saja wanita itu bekerja, dia bisa kita pekerjakan sebagai OB untuk membersihkan ataupun membantu di kantin." jawab Daniel.


Jihan terlihat menganggukkan kepalanya, wanita itu mengerti apa maksud dari sang suami.


"Kau benar, Mas. karena itu kita juga harus membantu para warga yang tidak mempunyai pekerjaan sama sekali." jawab Jihan.


"Oh ya, kalau untuk orang-orang tua serahkan saja sama Mas, mas akan mempekerjakan mereka di bagian yang sangat tepat." ucap Daniel.


Nisa mempunyai jabatan yang lumayan tinggi di sana, karena dia akan menjadi orang kepercayaan Jihan atau garis besarnya sebagai staff.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Jihan yang sudah melihat seorang bocah kecil bersama dengan neneknya.


"Mbak, Bisakah kami mencari pekerjaan?" tanya seorang bocah yang berusia sekitar 8 tahun dan wanita tua yang sudah berumur 50 tahun.


"Kamu kan masih kecil, kok mencari pekerjaan?" tanya Jihan.


"Tidak Mbak, masukin Aku bekerja di sini sebagai apapun aku mau." ucap bocah kecil.


"Siapa namamu?" tanya Jihan.


"Adi, nama saya Adi, mbak. jawab bocah kecil itu.


"Oh ya Adik, kamu kan masih kecil. Kenapa kamu mau bekerja? apalagi kelihatannya nenekmu itu sakit?" tanya Jihan kepada Adi.

__ADS_1


"Nenek saya tidak sakit Mbak, tapi kami sudah tidak makan berhari-hari, kami tidak punya uang, tidak ada yang mau menerima kami bekerja." jawab Adi.


Jihan benar-benar terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh bocah kecil itu, sesaat kemudian Jihan memanggil suaminya. "Mas, sini deh Mas!" seru Jihan.


"Ada apa?" tanya Daniel.


"Mas bantu aku dong bawa Ibu ini ke taman belakang." pinta Jihan.


"Memangnya siapa ini?" tanya Daniel.


"Enggak tahu Mas." jawab jihan."Bantu aja, kelihatannya Ibu ini tidak kuat berjalan." ucap Jihan yang kemudian meminta sang suami untuk memapa seorang wanita yang sudah berumur 50 tahun.


Saat bocah kecil dan nenek itu sudah berada di taman, terlihat Jihan meminta ibu kantin untuk membawakan makanan buat bocah kecil dan neneknya.


"Makan dulu, Bu." ucap Jihan.


"Terima kasih, Mbak. Terima kasih sudah memberi ibu makan, ibu dan cucu Ibu sudah berhari-hari tidak makan, kami tidak punya uang untuk membeli makanan." jawab nenek tua.


Dua bungkus makanan, air mineral dan 2 bungkus kue diberikan Jihan untuk bocah kecil dan neneknya. sekitar 15 menit kemudian terlihat wajah lelah dan pucat dari bocah kecil dan neneknya sudah segar kembali.


"Alhamdulillah...,Terima kasih ya Mbak." ucap ibu tua.


"Terima kasih." ucap nenek tua yang terus berterima kasih kepada Jihan.


"Sudah Bu, Jangan seperti itu." jawab Jihan.


"Memangnya apa yang ibu lakukan di sini?" tanya Daniel.


"Saya mau mencari pekerjaan, Mas. saya mau mau menafkahi cucu saya." jawab ibu tua.


"Memangnya di mana Putri ibu?" tanya Daniel.


"Ibunya sudah meninggal, Mas. waktu dia berumur 1 tahun." jawab ibu tua.


"Baiklah kalau begitu, mulai besok Ibu datanglah ke sini, Ibu bisanya apa? apa Ibu bisa membersihkan sekitar kebun belakang tempat ini atau Ibu bisa memasak?" tanya Daniel dengan begitu Sopan.


** bersambung **

__ADS_1


mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπŸ€—πŸ˜Šβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ‘πŸ‘πŸ‘ terima kasih πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2