IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Ujian cinta Jihan dan Daniel


__ADS_3

Seorang wanita yang datang dengan membawa kabar, seorang wanita yang membuat Jihan begitu marah, seorang wanita yang mengaku sebagai calon istri dari suaminya.


Pagi itu akan menjadi awal dari cerita awal babak baru dari ujian cinta Jihan dan Daniel.


"Kamu masih marah ya, sayang?" tanya Daniel.


"...," tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Jihan.


"Yang, sayanggggg.....," ucap Daniel.


"Gak ngaruh tauuuu....," guman Jihan dalam hati.


"Sayangku, manis ku..., my honey ku...," rayu Daniel kembali.


"Heh..., aku gak mood." jawab Jihan yang kemudian berdiri meninggalkan sang suami.


"Yang, sayanggggg. kenapa aku yang harus kena getahnya sih." ucap Daniel.


"Aku gak nyangka deh, kalau kamu itu pandai ngerayu, bahkan menjanjikan pernikahan sama cewek lain." jawab Jihan.


"Siapa bilang, Memangnya aku seorang perayu." jawab Daniel.


Daniel seperti seorang bodiguard yang terus-menerus mengikuti isterinya. mbok Sri yang melihat hal itu nampak wanita tua itu hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Heh..., kalian itu mau main petak umpet ya? atau kalian mau adegan film India? main kejar-kejaran seperti bocah berusia belasan?" tanya Mbok Sri.


"Ya nggak gitu mbok, dia malah mengajakku berputar-putar." jawab Daniel.


"Lagipula ngapain juga kau ikut denganku? Kenapa tidak kau cari wanita itu dan ajak dia berputar-putar daripada kau bersamaku dan mengikutiku daritadi!" seru Jihan.


"Istrimu itu masih marah ya Daniel?" tanya Mbok Sri.


"Iya Mbok, dari tadi marah enggak selesai-selesai." jawab Daniel.


"Masalahnya kenapa?" tanya Mbok Sri.


"Masalah kemarin itu Loh mbok, yang wanita itu ke sini itu lho....," jawab Daniel.


"Ya tentu saja semua wanita akan marah, memangnya siapa yang akan marah jika suaminya diakui oleh wanita lain." ucap Mbok Sri.


"Tuh kan Mbok Sri aja tahu gimana perasaanku, sedangkan kau sebagai suamiku bahkan kau tidak mengerti sama sekali. apa yang aku rasakan!" seru Jihan.


"Ya Nggak begitu sayang, aku kan tidak melakukan apa-apa. Bahkan aku aja tidak menyentuhnya sama sekali." jawab Daniel.


"Memangnya kalau mau menyentuhnya kau mau membawanya pergi?" tanya Jihan sambil melotot dan berkacak pinggang.

__ADS_1


"Siapa juga yang bilang begitu, Aku kan nggak bilang apa-apa." jawab Daniel.


"Lalu Mengapa kau harus marah terus sama aku. Aku kan nggak ngapa-ngapain." ucap Daniel kembali.


"Udah-udah aku itu capek banget bicara sama kamu, mending aku pergi saja daripada terus menerus melihat pria sepertimu." ucap Jihan.


"Kalau kamu keluar mending dipikir lagi, yang tadi Mbok lihat wanita itu masih ada di luar. Bahkan kemungkinan besar menunggu Daniel di luar." ucap Mbok Sri yang membuat langkah kaki Jihan langsung berhenti.


"Tuh kan wanita itu di sini." ucap Jihan.


"Kan aku tidak melakukan apa-apa." jawab Daniel.


"Aku benar-benar sangat marah dengan semua kelakuanmu itu, kalau begitu aku akan keluar dan mengusir wanita itu!" seru Jihan.


"Itu terserah padamu, namun aku tidak melakukan apapun. jadi jangan salahkan aku." jawab Daniel.


Pagi itu Jihan keluar dari rumah dengan isi yang sangat meluap.


BRAKK...


BRAKK...


"Mas, mas Daniel!" seru Lola.


BRAKK..


BRAKK..


CEKLEK..


pintu rumah di buka oleh Jihan.


"Apa yang kau lakukan, mengapa kau mengebrak pintu rumahku!" seru Jihan.


"Dimana mas Daniel!" seru Lola.


"Kau itu mencari siapa? Daniel itu Suamiku!" seru Jihan.


"Aku harus meminta pertanggungjawaban dari Mas Daniel!" seru Lola.


"Memangnya kau mau meminta pertanggungan pertanggungjawaban siapa? memangnya Apa yang dilakukan oleh suamiku dengan mu?' tanya Jihan kembali.


"Dia harus bertanggung jawab denganku, karena aku sudah mengandung anaknya!" seru Lola.


Jihan sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu, dengan segera Jihan masuk ke dalam rumahnya dan mencari keberadaan sang suami.

__ADS_1


"Mas Daniel, dasar kau suami kurang ajar, berani sekali Kau menghianati ku!" teriak Jihan yang sudah dalam mode sangat marah. wanita itu langsung memukul sang suami yang tidak tahu-menahu kenapa istrinya sangat marah.


"Ada apa Sayang? kenapa kau marah-marah seperti itu?" tanya Daniel.


"Nerani sekali kau menghianatiku, Mas!" teriak Jihan kembali yang kemudian memukul suaminya secara bertubi-tubi.


Daniel yang mendapatkan perlakuan seperti itu nampak dia tidak ingin melawan sang istri, dia hanya berlari kecil menghindari pukulan istrinya itu.


"Ada apa sih Sayang, kenapa kau marah-marah seperti itu?" tanya Daniel.


"Berani sekali Kau menghianatiku, berani sekali kau menghamili wanita itu!" teriak Jihan yang kemudian berhenti dari mengejar sang suami.


Daniel begitu kebingungan. "Memangnya siapa yang hamil?" tanya Daniel.


"Kau tidak usah berpura-pura seperti itu, berani sekali kau membohongiku!" seru Jihan.


"Apa maksudmu, Sayang? memangnya Apa yang kulakukan." jawab Daniel kembali.


"Wanita itu bilang kalau kau sudah menghamilinya, Sekarang dia hamil, Dia meminta pertanggungjawaban darimu!" seru Jihan.


Daniel langsung memegang tubuh sang istri, kemudian mengajaknya duduk di ruang tamu. Mbok Sri yang mendengar hal itu nampak wanita itu hanya menghela nafasnya secara kasar.


"Diamlah dulu, kau jangan marah seperti itu." pinta Daniel.


"Bagaimana Aku tidak marah Mas, berani sekali kau melakukan zina dibelakangku!" seru Jihan.


"Coba aku tanya padamu, Kita sudah menikah berapa bulan?" tanya Daniel.


"Hampir satu tahun." jawab Jihan.


"Apakah dalam kurun hampir 1 tahun itu aku pernah pergi darimu?" tanya Daniel kembali. Jihan menggelengkan kepalanya,


Mbok Sri yang mendengar perkataan Daniel, wanita tua itu memang sangat sangat menyukai sikap Daniel yang begitu tenang dan sangat berwibawa.


"Lalu, jika aku dan kau sudah menikah hampir 1 tahun dan aku tidak pernah meninggalkanmu.., Lalu kapan aku menghamili wanita itu dan kapan aku pergi ke kota?" tanya Daniel yang sudah memegang kedua tangan sang istri.


Jihan nampak memikirkan sesuatu, emosinya yang daritadi meluap-luap seketika emosi itu itu langsung tenang.


"Maksud Mas Daniel?" tanya Jihan.


"Cobalah kau fikir, Jika benar aku menghamili wanita itu lalu Kapan aku melakukannya? sedangkan kita bersama Sudah hampir 1 tahun, aku tidak pernah meninggalkanmu dan aku tidak pernah pergi ke kota. kita di sini sudah berbulan-bulan lamanya, Lalu kapan aku bisa menghamilinya?" tanya Daniel.


Jihan mulai memikirkan kata-kata suaminya, benar apa yang dikatakan oleh Daniel. karena pria itu tidak pernah kemana-mana selain menjaganya. "Kau benar Mas, kalau dia hamil dari hasil perbuatanmu seharusnya dia sudah mempunyai bayi. lalu mengapa dia bilang dia mengandung anakmu?" tanya Jihan.


"Kau sudah tidak emosi kan, lalu Coba kau pikirkan. Memangnya bagaimana bisa aku menghamili wanita itu?" tanya Daniel yang membuat Jihan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Karena itu, Jihan. cobalah berpikir ulang mengenai apa yang dikatakan oleh orang-orang itu."ucap Mbok Sri.


__ADS_2