
"Ada apa mbak Jihan?" tanya pak RT dan beberapa warga.
"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja perbincangannya. tadi Pak RT bilang kalau wanita ini mengatakan dia sudah dihamili oleh suami saya. sedangkan saya tadi juga sangat percaya kalau suami saya menghamili wanita itu, jadi saya memukul suami saya habis-habisan." ucap Jihan.
"Lalu, apa yang terjadi?" tanya pak RT dan beberapa warga.
"Suami saya mengatakan, Jika benar dia telah menghamili wanita itu..,lalu di mana dan kapan keberadaannya, kami sudah berada di sini beberapa bulan, dia menjadi Suami saya hampir 1 tahun. Jika benar dia suami saya, lalu Apakah kejadian itu saat berada di kota atau di sini? sedangkan kalian mengerti sendiri, kalau suami saya selalu bersama saya, jika dilihat apakah kehamilan itu masih berusia beberapa bulan?"tanya Jihan yang membuat beberapa warga kampung saling menatap satu sama lain.
"Maksud kalian?" tanya beberapa warga balik-balik.
"Coba ibu-ibu pikirkan, Jika suami ibu-ibu berada bersama ibu-ibu di tempat ini. sedangkan wanita itu berada di kota, Lalu bagaimana suami saya melakukannya? sedangkan butuh waktu sekitar 3 jam waktu tempuh untuk ke kota tempat saya berada." ucap Jihan.
Beberapa warga nampak saling menatap, mereka juga Mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Jihan.
"Bohong Tentu saja dia berbohong untuk menutupi kelakuan suaminya!" seru Lola.
"Jika memang saya menutupi kelakuan suami saya, lalu Berapa usia kehamilanmu sekarang?" tanya Jihan.
"Aku sudah hamil 4 bulan." jawab lola.
Para warga menatap satu sama lain.
"Dasar wanita pembohong, Pak Jihan dan Mas Daniel sudah berada di sini hampir 6 bulan. jika kau hamil 4 bulan, lalu Siapa yang menghamili mu!" seru para warga.
Jihan tersenyum, Daniel juga tidak akan pernah mengira kalau istrinya akan berbuat senekat ini untuk mempermalukan wanita yang mencoba untuk merebutnya.
"Ibu-ibu sudah tahu kan, kalau suami saya tidak menghamilinya." ucap Jihan.
Seorang wanita yang berada jauh dari tempat itu nampak menatap Jihan dengan kesal.
"Ternyata wanita itu tidak mudah untuk diprovokasi, lihat saja aku pasti akan menghancurkan mereka berdua." guman Erwita.
"Sudahlah Ita, kau tidak usah mencoba untuk mengambil pria itu, masih banyak pria yang lebih kaya yang akan menjadi suamimu." ucap pak lurah.
__ADS_1
"Aku tidak mau Pak, aku mau pria itu sebagai suami ku." jawab Erwita.
"Kelihatannya akan sulit membuat mereka berdua terpisah, bahkan Daniel adalah seorang pria yang benar-benar begitu tenang saat menghadapi permasalahan." ucap pak lurah.
"Aku tidak peduli, Yang penting aku harus mendapatkan pria itu!" seru Erwita kembali.
"Baiklah kalau begitu lebih baik kita pergi dari tempat ini dahulu, jika sampai mereka melihat kita, bisa-bisa kita dalam bahaya." ucap pak lurah yang kemudian mengajak putrinya pergi dari tempat itu.
Para warga yang sudah mengetahui kebohongan Lola, nampak mereka mencibir wanita itu dengan begitu kasar.
"Dasar wanita tidak tau diri, bisanya cuma mengganggu suami orang. lebih baik kita usir dia dari tempat ini, jika tidak bisa bisa dia mengganggu suami kita!" seru ibu-ibu.
"Benar, lebih baik kita kita usir dia, daripada dia mengganggu suami kita untuk bertanggung jawab pada kehamilannya!" seru ibu-ibu kembali.
Seolah Jihan ingin menertawakan wanita itu, karena dia berusaha untuk merebut suaminya.
"Lihat saja, aku pasti akan membuatmu menyesal karena mencoba untuk merebut suamiku." ucap Jihan dalam hati.
Seorang wanita notabenenya takut kehilangan seorang suami, tentu saja hal itu membuat para penduduk wanita tidak akan membiarkan wanita itu berada disana.
bohong wanita itu benar-benar telah berbohong seru Lola.
"Mengapa juga aku harus berbohong kepada mereka, karena mereka sendiri bisa melihat kalau kaulah yang berbohong. Jika benar suamiku telah menghamili mu lalu Mengapa kau masih hamil? seharusnya sekarang kau membawa seorang anak ke sini." jawab Jihan.
Pak RT benar-benar merasa malu karena dia sudah termakan oleh hasutan Lola.
"Maaf ya Mbak Jihan, karena saya sudah melakukan kesalahan." ucap pak RT.
"Sudah lah Pak, Lebih baik Kalian pergi dari sini." ucap Jihan.
"Sekali lagi kami mohon maaf, karena kami sudah menuduhmu, Daniel!" seru beberapa ibu-ibu.
"Tentu saja saya sudah memaafkan ibu-ibu, karena semuanya Bukankah salah ibu-ibu." jawab Daniel.
__ADS_1
Seketika para warga Kembali ke tempat mereka ,mereka begitu malu karena sudah menuduh Daniel yang bukan-bukan.
"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu Mas. sedangkan wanita ini biar saya yang melaporkannya kepada polisi karena membuat tuduhan palsu." ucap pak RT.
"Terserah bapak saja, mau dipenjarakan atau dibuang ke mana itu terserah bapak." jawab Jihan.
"Apa maksudmu? kenapa aku harus dipenjara!" seru Lola.
"Kenapa kau tidak boleh dipenjara? Apakah kau lupa dengan semua perbuatanmu tadi? kau dengan sengaja mau menjebak suamiku, karena itu boleh kan kalau aku memenjarakan mu dengan tuduhan pencemaran nama baik dan mencoba untuk menjebak suamiku." jawab Jihan.
"Aku tidak pernah menyangka kau akan melakukan hal ini, Lola. aku baik kepadamu karena aku hanya bersimpati, Sedangkan untuk perasaan aku tidak memiliki perasaan apapun padamu." ucap Daniel.
"Tidak bisa seperti itu dong Mas, kau itu sudah memberikan aku perhatian yang lebih dari pria lain!" seru Lola.
"Aku tidak peduli, aku sudah mempunyai istri dan aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan keluargaku." jawab Daniel.
Beberapa penjaga yang ada di rumah Ayah Jefri nampak mereka keluar dan menyeret Lola keluar dari rumah itu,
"Lepas, lepas kan aku!" teriak Lola.
"Seret dia keluar dari Desa ini, dasar wanita tidak tahu diri!" seru Jihan. masih ada satu kejadian yang membuat Jihan sedikit kebingungan, Kenapa cuma ada 1 orang karena menurut berita yang dibawa oleh Nisa. pria brengsek yang selalu membuat Jihan dalam masalah itu tidak menampakan diri.
"Ada apa Sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Kemana pria tua bangka yang mengaku menjadi suamiku itu? kalau dia kesini lihat saja akan kupukul dia dengan balok kayu yang ada di belakang rumah." ucap Jihan.
"Kalau pria itu ke sini, serahkan padaku. berani sekali dia mengakui istriku sebagai istrinya." jawab Daniel yang yang tersulut emosi karena kata-kata Jihan.
"Terserah Kalau begitu, kita tunggu saja kedatangan pria itu. jangan jangan dia bersekongkol dengan Lola untuk memisahkan kita." ucap Jihan yang membuat Daniel menatap wajah sang istri.
"Ini adalah ujian cinta kita dan ujian pernikahan kita, jadi kita harus saling percaya jangan sampai ada orang yang berhasil memprovokasi kita." ucap Daniel yang kemudian mengajak sang istri masuk ke dalam rumah.
** bersambung **
__ADS_1