IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Rita yang menyebalkan


__ADS_3

Di tempat lain terlihat seorang wanita tertawa terbahak-bahak, karena dia sudah berhasil menjebak Ayah Jefri dengan begitu mudah. dia akan membuat rencana yang sangat luar biasa agar Ayah Jefri menjadi miliknya.


Rita adalah sosok wanita yang tidak mempunyai muka sama sekali dan tidak mempunyai harga diri. dengan begitu mudahnya Rita menghancurkan kehidupan orang lain.


"Ha-ha-ha..., kau tidak akan bisa berkutik lagi Jefri. kau akan menuruti semua permintaan ku, sebentar lagi kau akan menikahiku, menjadikanku istrimu, menjadikanku wanita yang akan selalu kau impikan!!" seru Rita yang tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya sambil membunyikan musik dengan begitu kencang.


Mbik Sri yang berada di dapur, wanita itu bisa mendengar kalau musik yang di bunyikan oleh Rita benar-benar sangat keras, hingga membuat Mbok Sri begitu kesal.


"Dasar wanita sundel bolong, berani sekali dia menghidupkan radio dengan sangat keras. apa dia tidak tahu kalau di rumah ini masih ada manusia dengan menghidupkan radio sekeras itu?! Dia kira dia ini ada di diskotik apa!!" seru Mbok Sri sambil mengiris wortel.


Sore itu Jihan yang baru pulang dari perusahaan miliknya.., tentu saja wanita itu juga benar-benar sangat kesal. baru masuk ke dalam rumahnya sudah terdengar suara musik yang begitu kencang hingga membuat emosinya seketika langsung tinggi. .


"Di mana suaminya Mbok?!" tanya Jihan kepada Mbok Sri.


"Pakde mu ada di belakang, Memangnya ada apa?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.


"Tidak usah banyak tanya, kalau mau ikut aja. tinggalin acara masak memasak nggak usah masak, biarin dia masak sendiri buat apa masak nanti dia ikut makan." ucap Jihan yang kemudian Mencari keberadaan suami Mbok Sri di kebun belakang.


Terlihat mbok Sri melihat pisau dan wortel yang ada di tangannya. "Benar juga, Ngapain juga aku masak kalau nanti dia ikut makan. dia kan bercita-cita ingin menjadi istri dari Jefri, Kenapa tidak dia saja yang masak Biar dia tahu rasa bagaimana rasanya menjadi seorang istri." gerutu mbok Sri yang kemudian meninggalkan pisau dan wortel kemudian berjalan mengikuti Jihan yang mencari suaminya.


"Pakde! pakde!!" seru Jihan yang mencari suami Mbok Sri.


"Ada apa Jihan?" tanya suami Mbok Sri.


"Pakde, Tolong matikan saklar rumah ini dong." pinta Jihan kepada suami Mbok Sri.


"Buat apa Jihan? kok saklarnya dimatiin, nanti lampu yang yang ada di rumah ini mati semua dan listrik nya juga akan ikut mati." ucap suami Mbok Sri.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, pakde. sekarang pakde matiin aja saklar listriknya, Setelah itu kita keluar cari makan semuanya. kita keluar cari makan kosongin ini rumah, Jangan lupa pintu kamar kalian semuanya harus dikunci jangan sampai kalian membukanya!!" perintah Jihan.


Setelah mendengar kata-kata Jihan, seketika seluruh pekerja yang ada di rumah itu dan beberapa orang langsung pergi untuk mengikuti Jihan makan di sebuah rumah makan yang ada di desa itu..


"Hufff...,Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau aku akan menjadi istri dari seorang pengusaha perhiasan. lihat saja sebentar lagi aku akan menjadi pemilik rumah ini dan aku akan mengusir si Jihan kurang ajar itu." ucap Rita yang terlihat berjoget begitu gembira di kamarnya. wanita itu benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali, Dia sudah tua melakukan kegiatan para gadis muda. berjoget, tertawa terbahak-bahak seolah dia itu masih berusia belia.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat Jefri segera menikahiku? kelihatannya dia terus mengulur semua dengan sesuatu, aku yakin pria itu merencanakan sesuatu." ucap Rita.


Di tempat lain terlihat Wawan dan Armala dipanggil oleh kepala Desa yang ada di tempat mereka. mereka bukanlah pasangan suami istri namun mereka tinggal bersama di Satu atap, hingga membuat Pak RT meminta untuk Wawan dan Armala segera menikah.


"Jika kalian tidak mau melakukannya, maka maafkan aku. kalian berdua akan aku giring keliling Desa ini!!" seru kepala desa yang ada di tempat Armala dan Wawan.


"Sebentar dulu Pak saya akan menelepon saudara saya dulu, karena saya tidak mempunyai keluarga lain selain Dia." ucap Wawan.


"Apakah kau yakin Mas?" tanya Armala.


"Baiklah kalau begitu, mas. terserah aku berdoa semoga Jihan dan Daniel mau ke sini karena hanya mereka berdua yang sekarang kau miliki." ucap Armala.


Daniel yang berada di pabrik perhiasan nampak dia menatap ponselnya yang sedang berdering.


"Ada apa mas Daniel?" tanya Deni kepada Daniel.


"Deni sebentar ya, kau urus para pekerja karena aku harus mengangkat ponsel. nggak tahu ini Ini saudaraku sedang menelpon." jawab Daniel.


"Baiklah mas." jawab Deni.


Daniel mengangkat ponselnya, pria itu menatap ponselnya karena yang terlihat bukan Wawan yang menelpon tapi Armala.

__ADS_1


"Iya, ada apa Mbak?" tanya Daniel yang sudah mengangkat ponselnya.


"Daniel sekarang kau sedang apa?" tanya Armala kepada Daniel.


"Tidak apa-apa, Mbak. Memangnya ada apa?" tanya Daniel balik.


"Bisakah kau ke sini sebentar Daniel, ke rumahku yang ada di desa tetangga. akan aku kirimkan alamatnya padamu." ucap Armala.


"Aku masih ada di pabrik Mbak, Memangnya ada apa?" tanya Daniel kembali.


"Aku dan kakak mu akan dibawa ke balai desa, Daniel. karena kau tahu sendiri kan kalau aku dan abang mu itu belum menikah. aku mengurus abang mu saat terluka, tapi para warga desa takut kalau kami melakukan kesalahan." jawab Armala.


"Maksud Mbak armala apa Ya?" tanya Daniel.


"Kami akan dinikahkan di rumah kami dengan Pak penghulu, jadi bisakah kau datang bersama dengan Jihan? tolong kau jangan bawa wanita ular itu, karena kami tidak ingin melihatnya disini." pinta Armala.


"Baiklah kalau begitu, Mbak. aku akan bicara sama istriku dahulu, karena aku masih berada di perusahaan." jawab Daniel.


"Iya tolong, kau segera kesini dan tolong ajaklah beberapa orang lagi." ucap Armala.


"Iya mbak." jawab Daniel yang kemudian mematikan ponselnya setelah mendapat telepon dari Armala.


Akhirnya Daniel meminta Deni untuk mengurus pabrik perhiasan terlebih dahulu, karena dia harus keluar untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.


"Ya Mas, aku akan menyelesaikan semua pekerjaan ini. kau jangan khawatir, Kalau ada apa-apa nanti akan ku telepon. kalau masalah wanita yang menjadi mata-mata itu tenang saja aku akan mengurusnya." ucap Deni yang terlihat menatap Daniel yang terlihat terburu-buru.


Saat berada di perjalanan Daniel menelepon sang istri, kebetulan sekali karena Jihan ingin segera pergi dari rumah itu dan ingin membuat Rita melakukan semua pekerjaannya sendiri di rumah itu.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2