
Pak lurah dan putrinya sudah mengatur rencana yang akan membuat kehidupan Jihan benar-benar terguncang oleh rencana mereka berdua.
"Aku sudah mempersiapkan segalanya, kau harus menjebak pria itu." ucap pak lurah.
"Baiklah kalau begitu, Ayah. Jangan khawatir, aku pasti akan menjebak Daniel dan ku buat dia menceraikan istrinya." jawab Erwita.
Hari ini Jihan sudah pergi ke kota Bersama sang suami, wanita itu meminta Nisa untuk menjaga pabrik Saat dia tidak ada di sana. siang itu akhirnya Jihan dan sang suami bersama ayahnya pergi ke kota untuk menghadiri acara peluncuran pakaian yang sudah dia rancang. dan pameran perhiasan yang dilakukan oleh ayahnya di sebuah gedung yang sangat besar. sebuah gedung yang tidak jauh dari kota.
"Hebat!!!" Suara teriakan dari para pengusaha perhiasan. sungguh mereka tidak akan pernah mengira Kalau hari ini acara lelang perhiasan dan fashion akan dilakukan di satu tempat.
Jihan juga tidak pernah mengira kalau acara mereka yang akan diselenggarakan jadi satu gedung dengan suaminya. Jadi kami menyelenggarakan acara fashion di sini juga.
"Sayang.., bagaimana bisa." ucap Daniel kepada sang istri.
"Tentu saja, Sayang. aku sudah membooking tempat ini beberapa bulan yang lalu." jawab Jihan
Pameran perhiasan dan pagelaran busana yang dimiliki Jihan benar-benar akan menjadi titik awal dari seluruh usaha mereka. terlihat salah satu anak buah Pak lurah sudah memberikan obat tidur pada minuman yang akan diminum oleh Daniel.
"Kalian jangan sampai memberikan minuman ini kepada siapapun." ucap Erwita.
"Baik nona, jangan khawatir." jawab anak buah Pak lurah. si pelayan nampak berjalan mendekati Daniel, pria itu memberikan segelas minuman kepada Daniel ini Tuan ucapan anak buah Pak lurah kepada adanya Iya terima kasih jawab dan yang tanpa curiga sama sekali dan langsung meminum air tersebut.
Jessica terus berbincang-bincang dengan para rekan bisnisnya yang sekarang bekerjasama dengan pabrik pakaian yang dia dirikan.
"Aku tidak pernah menyangka kalau kau mampu menjalankan usaha ini dengan sangat cepat, bahkan hanya 2 bulan saja kau mampu membuat pabrik itu sudah berkembang." ucap teman Jessica.
"Tentu saja, apalagi orang-orang di tempat itu mempunyai wawasan dan pemikiran yang sangat luar biasa." jawab Jessica.
"Lalu, kenapa kau tidak mendirikan pabrik di kota saja?" tanya teman Jessica.
"Tidak, di tempat itu mereka lebih membutuhkan perkerjaan daripada di sini. di tempat itu orang-orangnya memiliki ide-ide yang sederhana, mempunyai pemikiran yang begitu luas dan sederhana. hingga menghasilkan pakaian dengan ide mereka yang sangat sederhana itu.* jawab Jessica.
"Lalu, kapan kau akan kembali ke kota?" tanya teman Jessica.
"Tidak, kemungkinan besar aku akan tinggal disana dan membangun kehidupan di desa tempat ayahku berasal." jawab Jessica.
__ADS_1
"Apakah kau tidak bosan tinggal di desa yang tidak mempunyai fasilitas seperti di kota?" tanya teman-teman Jihan.
"Kenapa aku harus memikirkan hal itu? apalagi orang-orang di sana lebih membutuhkan pekerjaan." jawab Jihan.
Terlihat teman-teman Jihan begitu terkejut dengan perubahan Jihan yang sekarang, tutur katanya, perilakunya, bahkan semuanya nampak sudah berubah.
Di tempat lain Daniel merasakan ngantuk yang sangat luar biasa, pria itu berjalan sedikit gontai karena matanya benar-benar tidak bisa terbuka.
"Ada apa?" tanya seorang pria kepada Daniel.
"Entahlah, tiba-tiba mataku benar-benar mengantuk." jawab Daniel.
"Bagaimana bisa, barusan saja kau berbicara denganku dengan sangat lancar namun mengapa tiba-tiba kau merasakan ngantuk?" tanya teman Daniel.
"Aku juga tidak tahu." jawab Daniel.
Ayah Jefri menatap Daniel yang berjalan gontai, pria itu mendatangi menantunya yang terlihat tidak sehat.
"Ada apa Daniel?" tanya ayah Jefri kepada Daniel.
"Kok bisa?" tanya ayah Jefri.
"Tidak tahu, Ayah. aku benar-benar merasa ngantuk yang sangat luar biasa." jawab Daniel.
Kedua bola mata Daniel terlihat benar-benar tidak bisa terbuka sama sekali, pria itu pergi ke toilet untuk membasuh mukanya.
"Kenapa tiba-tiba aku begitu ngantuk ya? Apakah aku tadi salah makan?" guman Daniel yang melihat semua pergerakan Daniel. Tentu saja wanita itu ingin tertawa, salah satu anak buah ayahnya yang mengikuti Erwita, nampak dia juga berjaga-jaga kalau tiba-tiba Daniel tidak sadarkan diri.
"Obat itu sudah beraksi, Mbak." ucap anak buah Pak lurah.
"Benar, kelihatannya obat itu sudah bereaksi, kemungkinan besar dia akan tertidur untuk waktu yang cukup lama." jawab Erwita.
"Lalu apa yang akan kita lakukan, Mbak?" tanya anak buah Pak lurah.
"Tentu saja kalau dia sudah tidak sadarkan diri segeralah kau bawa dia ketempat yang sudah dipersiapkan oleh Ayahku jawab Ernita Baiklah kalau begitu mbak kita tunggu saja pria itu tidak sadarkan diri setelah itu kita langsung saja membawanya pergi dari sini jawab anak buah Pak lurah.
__ADS_1
Kedua mata Daniel benar-benar tidak bisa terbuka, pandangannya mulai kabur karena rasa kantuk yang sungguh luar biasa.
"Kenapa Aku benar-benar mengantuk seperti ini? rasa ngantuk ku seperti aku habis minum obat tidur." ucap Daniel.
Daniel menyiram mukanya dengan air agar dirinya tetap bisa tersadar.
"Aku benar-benar benci kalau aku mengantuk di saat yang tidak tepat." ucap Daniel yang kemudian terlihat tidak sadarkan diri.
Tubuhnya sudah tergeletak di dalam kamar mandi, sedangkan anak buah Pak lurah nampak pria itu langsung masuk dan menelpon salah satu temannya untuk membantu dia mengangkat tubuh Daniel.
"Segera Kalian bawa pria itu pergi dari sini, sementara aku akan mengurusi istrinya dulu, setelah itu aku akan berpamitan pada Jihan. lalu ke tempat kalian." perintah Erwita.
"Baiklah Mbak, Kami akan pergi dulu. segeralah kau menyusul kami!" seru anak buah Pak lurah.
Setelah menyuruh anak buahnya untuk membawa Daniel pergi, seketika Erwita menggunakan make up agar dirinya terlihat pucat.
"Bagus, keahlianku memang..,memang sangat bagus, mereka tidak akan pernah mengira kalau aku adalah wanita licik." ucap Erwita yang kemudian berjalan ke tempat Jihan.
Jihan yang sedang berbicara dengan teman-temannya wanita itu dibuat terkejut dengan kedatangan Erwita yang terlihat begitu pucat.
"Ada apa, Erwita? Kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Jihan.
"Nggak tahu Mbak, aku benar-benar merasa pusing." jawab Erwita.
"Kau begitu kau beristirahatlah dulu, carilah tempat untuk kau gunakan istirahat." ucap Jihan.
"Iya mbak, aku akan istirahat dahulu. jadi aku tidak bisa melihat pameran pakaian yang Mbak adakan." ucap Erwita yang terlihat menunjukkan wajahnya yang seolah dia benar-benar sakit.
"Kenapa dengan anak buahmu, Jihan?" tanya teman Jihan.
"Kelihatannya dia sakit, kemungkinan dia tidak cocok berada di kota." jawab Jihan.
Akhirnya Erwita pergi dengan senyum yang benar-benar mengembang, rencananya untuk menjebak Daniel sudah terlaksana.
** bersambung **
__ADS_1
mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih ππ