IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
AKU PERCAYA PADAMU


__ADS_3

Suara tangisan masih terdengar dari mulut Jihan, tubuh Jihan bergetar dan Isak tangisnya semakin keras.


"Ayah Jefri sudah keluar bersama para polisi, sedangkan Mbok Sri tetap berada di rumah bersama Jihan.


"Jihan, katakan sesuatu. kau jangan diam saja kenapa kau tidak percaya dengan suamimu?" tanya Mbok Sri


"Bagaimana aku bisa percaya, Mbok. Bagaimana aku bisa percaya di kamar itu kondisi Erwita dan foto-foto itu." jawab Jihan yang kemudian menangis Lagi.


"Kenapa kau sebut hal itu, Jihan.kenapa apa kau tidak percaya dengan suamimu?" tanya Mbok Sri kembali.


"Aku tidak tahu mbok, aku tidak tahu." jawab Jihan.


"Nisa saja tidak percaya kalau Daniel tidak melakukan hal itu, lalu Mengapa kau sebagai istrinya percaya kalau suamimu melakukan hal itu?" tanya Mbok Sri yang membuat Jihan kembali menangis.


"Seharusnya kau memikirkan semua ini dengan hati yang benar-benar normal, Jihan. harusnya kau percaya dengan suamimu, aku bersama Daniel sudah bertahun-tahun, aku sangat mengenal Bagaimana sifat Daniel. lalu Mengapa kau tidak mengenal sifat suamimu sendiri? Bahkan dia sudah bersamamu semenjak kecil, lalu Apakah kau pernah mendengar kalau Daniel melakukan sesuatu yang hina kepada seorang wanita?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.


"Aku tahu, Mbok. kalau Mas Daniel tidak mungkin melakukan hal itu, yang aku takutkan kalau semua itu benar-benar terjadi, Mbok. Apa yang akan terjadi padaku." ucap Jihan.


"Lalu, kalau kau sudah mengerti, kalau kau percaya pada suamimu, Mengapa kau harus membuat suamimu menderita. Dia benar-benar sangat terluka ketika kau mencampakkannya, ketika kau tidak mau memberikannya dukungan." jawab Mbak Sri.


Jihan memeluk memeluk tubuh Mbok Sri dengan begitu erat, air matanya yang terus menetes membuat Mbok Sri mendongakkan wajah Jihan.


"Dengarkanlah aku, Jihan. aku sudah membesarkan Daniel, bersama Daniel ketika dia berusia 9 tahun. ayahmu membawanya kepadaku, ibumu sangat menyukai sifat Daniel yang begitu penurut dan sangat lembut. bahkan ibumu selalu menganggap Daniel sebagai orang yang paling spesial yang akan menjadi tumpuan hidupmu." jawab Mbok Sri.


Jihan terdiam, wanita itu menatap wajah Mbok Sri.


"Coba pikirkanlah kembali, Sudah berapa wanita yang mencoba menggoda Daniel, tidak ada 1 wanita pun yang bisa menggoyahkan hati Daniel. bahkan pria itu tidak mempunyai pikiran untuk menikahi mereka, lalu Mengapa ketika ayahmu memintanya menikahimu walaupun dalam kondisi paksaan.., dia mau menerimanya, bisa saja Daniel menolaknya dengan 1000 alasan. tapi dia lebih memilih mu daripada puluhan wanita yang selalu mengejar-ngejar dia." jawab Mbok Sri.


Jihan mulai memikirkan Nisa, Lola dan beberapa wanita yang selalu mengejar-ngejar Daniel. memang benar Daniel tidak pernah menghiraukan mereka.


"Kau benar Mbok, akulah yang bersalah, akulah seorang wanita yang begitu bodoh." ucap Jihan.


"Kalau begitu, cobalah untuk mencari bukti mengenai kejadian waktu itu." ucap Mbok Sri.


"Bagaimana caranya, Mbok?" tanya Jihan.

__ADS_1


"Kau lebih pandai daripada Mbok, Tidak mungkin mbok akan memberitahukan padamu mengenai caranya." jawab Mbok Sri.


Jihan menghela nafasnya, dia memejamkan matanya dan mulai memikirkan Bagaimana caranya untuk mendapatkan bukti-bukti kalau suaminya tidak bersalah.


"Para warga yang ada di desa, mereka semuanya yakin kalau Daniel tidak melakukan hal itu apalagi Erwita adalah sosok wanita yang sangat mudah jatuh cinta kepada pria lain. dia meninggalkan suaminya dan berselingkuh, tentu saja suaminya tidak akan mau menerima seorang wanita yang sudah berulang kali diberi kesempatan. mantan suami dari Erwita meninggalkannya, setelah itu Erwita menghabiskan hari-harinya bersama begitu banyak pria." cerita mbok Sri.


"Apakah itu, benar Mbok?" tanya Jihan.


"Tentu saja itu benar, bahkan di desa tempat kita berada seluruh penduduk di sana sudah mengetahui bagaimana tingkah dari Putri Pak lurah itu." jawab Mbok Sri.


Setelah mendengar cerita Mbok Sri, semangat Jihan benar-benar langsung naik. dia yakin kalau suaminya tidak akan melakukan hal itu.


"Baiklah, aku akan meminta seseorang menyelidiki hal ini. Aku yakin kalau wanita itu sudah menjebak suamiku." jawab Jihan yang kemudian mulai merapikan pakaiannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Mbok Sri yang melihat Jihan ke kamar mandi.


"Aku mau makan dulu, Mbok. setelah itu ayo kita pergi ke kantor polisi." jawab Jihan.


"Kalau kau mau makan kenapa ke kamar mandi dulu?" tanya Mbok Sri kembali.


Setelah beberapa menit kemudian terlihat Jihan sudah keluar dari kamar mandi, wanita itu terlihat sudah lebih baik dengan muka yang lumayan berseri.


"Ayo kita makan dulu, Mbok. Setelah itu kita ke kantor polisi." ucap Jihan yang kemudian menarik tangan Mbok Sri untuk segera pergi ke dapur.


Mbok Sri sangat senang karena Jihan sudah mengerti apa yang dia inginkan, terlihat Jihan sudah memakan makanan yang dibuat Mbok Sri. dia akan mulai mencari tahu mengenai kejadian yang ada di ruang pameran.


"Kita akan kemana?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.


"Tadi kan aku sudah bilang kita ke kantor polisi menemui suamiku." jawab Jihan fengan penuh semangat.


"Itu baru namanya Wanita luar biasa!" seru Mbok Sri yang kemudian mengikuti Jihan ke kantor polisi.


Sudah 6 jam lamanya Daniel di penjara di kantor polisi.


"Selamat siang!" seruJihan yang sudah berada di kantor polisi.

__ADS_1


"Selamat Siang." jawab seorang polisi.


Tatapan mata Daniel menatap istrinya yang sudah berada di kantor polisi.


"Sayang!!" seru Daniel.


Jihan menatap sang suami yang berada di dalam sel penjara, hatinya begitu sakit saat melihat hal itu. langkah kakinya mendekati sang suami, terlihat di sana Ayah Jefri benar-benar sangat terkejut kalau putrinya sudah berada di kantor polisi.


"Ada apa,Mbok?" tanya Ayah Jefri.


"Tenang saja,Pak. semuanya pasti akan baik-baik saja." Jawab Mbok Sri.


Jihan memegang tangan suaminya, wanita itu tersenyum kemudian membelai wajah sang suami.


"Tenang saja Mas, aku akan mengumpulkan bukti-bukti mengenai kejadian yang ada di ruangan itu." jawab Jihan.


"Apakah kau percaya dengan mas?" tanya Daniel.


"Tentu saja Mas, Maafkan aku yang sempat tidak percaya denganmu." ucap Jihan.


Daniel tersenyum, kemudian pria itu membelai wajah sang istri. "Alhamdulillah kalau kamu masih mempercayai Mas." jawab Daniel.


Jihan langsung duduk bersama ayahnya. "Oh ya pak polisi, jika saya sudah menemukan bukti-bukti itu, suami saya bisa langsung bebas bukan?" tanya Jihan kepada Pak polisi.


"Tentu saja Nyonya, Saya akan langsung membebaskan suami Anda." jawab Pak polisi.


"Apakah sekarang suami saya tidak boleh ditangguhkan hukumannya?" tanya Jihan.


"Kami tidak bisa melakukan hal itu, jika kami bisa menemukan titik terang mengenai kejadian waktu itu tentu saja suami Anda akan segera kembali bebas." jawab Pak polisi.


Jihan tersenyum, kemudian wanita itu menatap sang suami dan memintanya untuk bersabar.


** bersambung **


mohon dukungannya selalu, like, komen dan voteπŸ€—πŸ˜Šβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ‘πŸ‘πŸ‘ terima kasih sudah mampir dan memberi dukungan

__ADS_1


__ADS_2