
"Aaaaa!!!"
Suara teriakan yang berasal dari kamar milik Rita.
"Bagaimana Mbok?" tanya Jihan.
"Ok." jawab mbok Sri sambil tersenyum.
"Tutup mulutnya mbok, giginya banyak yang ompong gitu." canda Jihan.
"Dasar, kualat kamu." jawab mbok Sri.
"Ih ngapain kualat, wong aku nggak ngapa-ngapain mbok." jawab Jihan.
"Tadi ngapain kamu menghina Mbok?" tanya Mbok Sri yang membuat wajah Jihan seperti seorang wanita yang tidak mempunyai dosa sama sekali.
"Oh ya Mbok, Bagaimana reaksinya? Apakah dia teriak-teriak seperti orang gila?" tanya Jihan.
Terlihat hari ini Mbok Sri dan Jihan sedang mengerjai Rita yang terus-menerus mencari cara untuk mendapatkan perhatian dari ayah Jefri.
"Aku kesel banget lu sama itu wewe gombel." ucap Mbok Sri.
"Siapa wewe gombel, Mbok?" tanya Jihan sambil menatap Mbok Sri. jarang-jarang Mbok Sri mengatai seseorang dengan sebutan yang begitu lucu.
"Siapa lagi yang wewe gombel kalau bukan wanita yang sok-sokan mau jadi istri dari Ayahmu itu." jawab Mbok Sri.
"Dia itu bukan wewegombel Mbok." ucap Jihan.
"Lalu?" tanya Mbok Sri kembali.
"Dia itu sundel bolong." jawab Jihan Sambil tertawa dan menutup mulutnya.
"Jangan keras-keras, nanti kedengaran kalau kita berada di luar kamarnya." ucap mbok Sri.
Daniel yang melihat Mbok Sri dan istrinya yang sedang mengendap-ngendap di luar kamar Rita, nampak pria itu hanya terdiam.
"Apalagi yang dilakukan dua wanita itu..., dua wanita yang berbeda umur tapi kelakuannya sama." guman Daniel.
__ADS_1
"Sudah,Sudah Mbok, lebih baik kita segera pergi dari sini." ucap Jihan.
"Ya, lebih baik kita pergi dari sini. kalau ada yang melihat kita bisa-bisa kita dalam bahaya." ucap Mbok Sri yang kemudian mengajak Jihan pergi dari tempat itu. Percuma saja mereka pergi dari tempat itu, padahal Daniel sudah melihat mereka berdua di sana dengan raut wajah yang benar-benar sangat lucu.
Setelah mereka selesai mengerjai Rita dengan serangga-serangga yang tidak berbahaya. Hal itu membuat Jihan dan Mbok Sri begitu bahagia. karena mereka telah membuat wanita bermuka dua itu mendapatkan ganjaran atas apa yang telah mereka lakukan.
Saat berada di kamar, terlihat Jihan tersenyum sendiri hingga membuat Daniel menatap sang istri dengan tatapan mata yang begitu penasaran.
"Ada apa, sayang. mengapa kau tertawa seperti itu? apakah kau habis mendapatkan lotre?" tanya Daniel yang membuat Jihan memanyunkan bibirnya kemudian meninggalkan sang suami.
Jihan sangat tidak menyukai kalau suaminya benar-benar membela wanita yang tiba-tiba datang dengan semua kelicikannya.
"Memangnya kenapa, Mas? kamu ingin membantu wanita itu, kamu ingin membelanya?" tanya Jihan sambil melotot kepada Daniel.
Tentu saja Daniel langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan menutupi wajahnya memakai bantal.
"Siapa lagi yang mau membelanya? aku cuma mau tanya sama istriku, Ada apa dengannya bersama mbok sri berada di luar kamar wanita itu?" tanya Daniel yang membuat Jihan langsung menatap wajah suaminya.
"Kau melihat Kami di sana, Mas? tanya Jihan.
"Tentu saja aku melihatmu, sayang. kalian berdua seperti anak kecil yang ingin mengganggu seorang temannya." jawab Daniel.
"Kau mau kemana Sayang?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Mau pergi, yang jelas aku tidak mau berada di sini. Enak aja nanti aku bakal di marahi oleh suamiku gara-gara suamiku membela wanita asing." jawab Jihan.
"Memangnya siapa yang akan membela wanita asing? Bahkan aku tidak ada niatan membela wanita itu." jawab Daniel yang membuat langkah kaki Jihan langsung berhenti dan menatap wajah suaminya.
"Beneran kamu tidak mau membela wanita asing itu?" tanya Jihan.
Daniel menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat Jihan kembali berjalan mendekati sang suami.
"Kamu lagi ngapain ke sini? Katanya tadi mau keluar." canda Daniel yang membuat Jihan memalingkan wajahnya.
"Awas ya kalau aku keluar sampai kau hentikan, aku mau jalan-jalan sama mbok Sri!" seru Jihan yang kemudian hendak berjalan kembali meninggalkan sang suami. dengan cepat Daniel langsung menarik tangan sang istri, kemudian menarik tubuh istrinya itu hingga Jihan terjatuh di atas tubuh Daniel yang berada di ranjang mereka.
"Kamu lagi ngapain paket narik-narik tanganku?!" seru Jihan.
__ADS_1
"Kalau aku tidak menarik Kamu, memangnya aku mau menarik siapa? istriku kan kamu...,"jawab Daniel.
"Halah, halah...,Mas, Mas. dari hari ke hari kamu itu kok pinter banget sih ngomongnya, kok kamu itu sekarang pinter banget ngerayu. jangan-jangan kamu suka ngerayu para cewek yang ada di pabrik perhiasan ya?!" tanya Jihan kembali.
"Ngapain juga aku harus merayu mereka, Apa tidak sebaiknya Aku merayu istriku saja, yang cantik, menawan, kaya, baik hati bahkan selalu mengomel." jawab Daniel yang kemudian menutup wajahnya karena dia yakin kalau Jihan akan menjewer telinganya.
"Kenapa kau menutupi wajahmu dengan bantal?" tanya Jihan.
"Tentu saja aku harus menutupi wajahku dengan bantal, karena aku takut kalau tiba-tiba Istriku yang tercinta akan menjewer telingaku karena mengatakan hal itu." jawab Daniel yang kemudian terlihat membalikkan tubuhnya.
"Mas dari hari ke hari Entah kenapa aku semakin kesal denganmu, Aku ingin sekali menguliti mu lalu memakan mu, lalu menghajarmu dan melakukan semuanya." jawab Jihan.
"Kalau begitu lebih baik kau lakukan seperti apa yang aku suruh, segera kau buka bantal ini atau aku akan menariknya, Mas." ucap Jihan.
Daniel yang mendengar suara istrinya yang berteriak seperti itu, tentu saja dia tidak akan mau melakukannya.
"Lepas gak?" tanya Jihan.
"Nggak mau, sayang." jawab Daniel.
"Lepas nggak?" tanya Jihan kembali.
"Sayang, Jangan gitu dong. lebih baik kau bersikap manis aja deh sama suamimu. daripada kau marah-marah, Apa kamu tidak takut kalau ada wanita lain yang bersikap manis pada suami mu ini." ucap Daniel yang membuat Jihan langsung mencubit lengan sang suami dengan begitu erat hingga membuat lengan Jihan Daniel mungkin saja sudah berwarna merah.
"Sayang, sayang, sayang. kamu buka gak?!!" seru Jihan.
"Iya Sayang, aku mau membukanya. asalkan kau berjanji tidak akan memukul ku." jawab Daniel.
"Iya aku yakin." ucap Jihan.
"Apakah kau yakin?" tanya Daniel kembali.
"Ya, aku berjanji." jawab Jihan.
"Seketika Daniel membuka bantal yang menutupi wajahnya, Namun bukan Daniel namanya Jika dia tidak akan membuat rencana yang begitu matang untuk membuat sang istri bertekuk lutut pada cintanya." saat Daniel membuka bantal yang menutupi wajahnya nampak tatapan matanya menatap sang istri yang sudah melihat hal itu, dengan segera Daniel langsung menarik tubuh istrinya dan memeluknya begitu erat.
** bersambung**
__ADS_1
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊
😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍