
Dua hari kemudian.
"Huaaaa...,"
suara Jihan yang terdengar begitu keras karena wanita itu menguap sambil merentangkan tangannya. dia keluar dari rumah mencari keberadaan Daniel yang terlihat tidak ada di kamarnya.
"Kemana pria itu pagi-pagi buta seperti ini sudah tidak ada, jangan-jangan dia sudah ke pabrik." guman Jihan. sesaat kemudian tatapan matanya menatap beberapa gadis yang terlihat terburu-buru menuju belakang rumah Jihan. "Apa yang mereka lakukan, mengapa mereka terburu-buru? Memangnya mereka mau kemana." ucap Jihan yang kemudian mengikuti para gadis yang sedang berjalan memutari area belakang rumah.
Sedikit cerita mengenai gambaran rumah sederhana milik Pak Jefri, rumah itu dikelilingi pagar tidak terlalu tinggi cuma seukuran dada orang dewasa, pagar itu mengelilingi tanah yang begitu luas, rumah besar namun sederhana cuma berlantai 1 dengan jumlah kamar sekitar 10 kamar.
"Apa yang mereka lakukan di kebun belakang, Kenapa mereka semuanya kelihatan terpesona oleh sesuatu." ucap Jihan yang kemudian melangkahkan kakinya menuju suatu tempat. disana juga terlihat Nisa yang sedang berdiri sembari memanggil nama seorang pria.
"Iya Mas, tarik ke kiri, tarik ke kiri!" seru Nisa.
"Memangnya Apa yang dilakukan pria itu, kenapa para gadis ini pada berkumpul di sini." ucap Jihan yang kemudian semakin mendekati kerumunan yang ada di tempat itu. kedua tangan Jihan nampak mencoba untuk membelah kerumunan para gadis itu.
Saat semuanya sudah agak melonggar, tatapan mata Jihan nampak menatap seorang pria yang sedang membantu salah satu pegawai yang ada di rumah Jihan. 2 orang pria tua bersama dengan Daniel, tatapan mata para gadis nampak bersorak saat melihat Daniel memotong kayu kayu itu kemudian mengangkatnya satu persatu. Jihan nampak berkacak pinggang sembari menatap pemandangan yang membuat para gadis begitu terkejut.
"Ya ampun, aku kira ada apa. ternyata mereka sedang melihat idola mereka." guman Jihan yang kemudian mendekati Daniel.
Para gadis yang melihat hal itu nampak mereka semua tidak menyukai kedatangan Jihan yang tiba-tiba merusak pemandangan mereka.
"Kau sedang membuat tontonan apa?!" seru Jihan dari belakang tubuh Daniel. Hal itu membuat Daniel langsung berhenti dan menatap Jihan yang berada di belakangnya. tanpa sengaja Daniel menginjak kaki Jihan yang membuat Jihan hampir terjatuh ke belakang, dengan sigap Daniel langsung menangkap tubuh Jihan. salah satu tangan Daniel sudah meraih pinggang Jihan, sedangkan Jihan yang hampir terjatuh nampak wanita itu langsung memegang tubuh Daniel.
__ADS_1
Deg..
Tatapan mata Jihan menatap Daniel yang tidak memakai pakaian, dengan hanya memakai celana selutut yang terlihat **** sekali. tubuh kekar Daniel dan wajah tampan Daniel yang mengeluarkan keringat tiba-tiba membuat jantung Jihan berdetak saat melihat pemandangan seperti itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Daniel pada posisi yang tetap sama.
"Aku, kalau kau tidak menarik ku aku pasti akan jatuh!" seru Jihan yang membuat Daniel langsung menarik tubuh Jihan. para gadis yang melihat hal itu nampak mereka semua tidak menyukai pemandangan yang barusan mereka lihat.
"Apa yang kau lakukan di kebun belakang? Apakah kau sedang mencari ku?" tanya Daniel kepada Jihan.
"Tentu saja aku mencarimu dari tadi, aku mencarimu karena ini sudah siang. kita harus segera ke pabrik Kalau tidak aku mau pergi sekarang sendiri." ucap Jihan yang terlihat tubuhnya mulai sedikit panas karena melihat pemandangan yang ada di depannya. Entah mengapa tiba-tiba jantungnya berdebar saat melihat postur tubuh Daniel seperti itu.
"Kau mau kemana!" seru Daniel.
"Apakah kau tidak menungguku!" seru Daniel kembali.
"Tidak, kau masih bau keringat Aku tidak mau menunggumu. pasti kau sangat lama." jawab Jihan yang kemudian berjalan sembari mengipas-ngipas wajahnya agar tidak merasa kepanasan.
"Dasar brengsek, Kenapa tiba-tiba aku menjadi gugup seperti ini hanya karena melihat tubuhnya yang seperti roti sobek seperti itu." guman Jihan dalam hati yang terus menggerutu di setiap jalan.
Saat Jihan sudah keluar dari pagar rumah, Seorang pria sudah berdiri sembari menunjukkan senyum yang sangat menawan.
"Jihan!" seru Daniel yang sudah berada di luar gerbang rumah Jihan.
__ADS_1
"E..kodok!" seru Jihan yang sangat terkejut karena barusan dia bergumam tidak karuan saat melihat pemandangan dari tubuh Daniel. namun sekarang tiba-tiba Seorang pria sudah langsung menampakan dirinya.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" seru Jihan yang sangat terkejut.
"Tadi aku melihatmu berada di belakang, aku bermaksud ke sana namun kau sudah keluar duluan." jawab Deni.
"Ngapain kau ke sini? apa kau ada perlu dengan Daniel?!" seru Jihan.
"..." Tidak jawab Deni.
"Lalu kamu mau apa kesini?" tanya Jihan dengan nada suara yang begitu keras, terlihat sekali kalau Jihan adalah seorang wanita yang benar-benar sangat ketus.
"Aku kesini karena aku ingin bertemu denganmu." jawab Deni.
"Tidak bisa, aku sekarang mau pergi ke pabrik aku tidak punya waktu." jawab Jihan yang kemudian langsung berjalan meninggalkan Deni yang masih mematung di atas motornya. Daniel yang melihat hal itu dengan segera dia langsung mengambil motor tua yang ada ada di gudang rumah pak Jefri.
"Akan kuantar kau ke pabrik!" seru Daniel.
"Nnggak usah." jawab Jihan.
"Memangnya kau mau ke sana sambil berjalan?" tanya Deni.
"Kaki ku masih kuat ke sana." Jawab Jihan. sesaat kemudian terlihat Daniel sudah menghentikan motornya sembari menyincingkan sebelah matanya dan menatap Jihan.
__ADS_1
** bersambung **