
Sebuah senyum terukir di bibir Jihan, tatapan matanya sudah menatap rumahnya yang kosong.. sesaat kemudian Jihan mengajak Daniel ke ruangan Ayahnya. Pak Jefri nampak sangat kebingungan hingga dia mengikuti kemana langkah kaki putrinya itu, tidak mungkin putrinya akan mengajak Daniel untuk melakukan malam pertama mereka di sebuah ruangan yang menjadi ruangan pribadi dari Pak Jefri, pria itu memasuki ruangan tersebut sambil menatap putrinya yang telah memberikan lembaran demi lembaran kepada Daniel.
"Apa itu Jihan?" tanya Pak Jefri kepada putrinya.
"Ayah kepo sekali sih..." Jawab Jihan.
Daniel nampak menatap beberapa kertas yang diberikan oleh wanita yang sekarang menjadi istrinya, Kedua bola mata Daniel menatap lembaran demi lembaran kertas itu, tertulis beberapa tulisan yang membuat Daniel sangat kebingungan.
"Ini surat perjanjian apa?" tanya Daniel kepada Jihan..
"Aku ingin kau menandatangani surat perjanjian pernikahan kita.." jawab Jihan.
"Surat perjanjian pernikahan?!" seru Pak Jefri dan Daniel.
"Bacalah dulu kalau Ayah mau membaca, duduk saja sama Daniel, Ayah ini sebagai pria tua kepo banget." jawab Jihan yang kemudian duduk di meja kantor ayahnya.
"Apakah kau mempunyai sesuatu yang ingin kau tanyaka?" tanya Jihan kepada Daniel.
"Perjanjian pernikahan selama 2 tahun?" tanya Daniel yang sedikit kebingungan, saat mendengar Itu... pak Jefri langsung menarik surat yang diberikan oleh Jihan kepada Daniel, pria itu langsung membaca semua isi dari kertas itu betapa terkejutnya, Pak Jefri ketika dirinya membaca seluruh isi kertas itu.
"Surat perjanjian pernikahan 2 tahun, Apa ini maksudnya, Jihan?!" seru Pak Jefri dengan suara yang begitu keras.
"Ayah kan ingin aku menikah karena Ayah takut aku tua, jadi aku meminta Ayah untuk menandatangani kontrak pernikahan itu, kau tahu sendiri kan Ayah... para pria yang ada di luar sana itu selalu mengincar harta Ayah saja." jawab Jihan.
__ADS_1
Daniel hanya tersenyum saat mendengar kata-kata Jihan, karena itu benar adanya para pria yang selalu mendekati Jihan hanya ingin harta dari Pak Jefri saja. karena sikap Jihan yang terlalu angkuh dan sombong itu tidak mungkin disukai oleh para pria itu.
"Lalu Apa maksudmu dengan surat ini?!"seru Pak Jefri kembali.
"Aku kan juga menulis disana, Ayah.
kalau aku dan Daniel harus saling menjaga jarak tidak ada hubungan fisik di antara kami.
Daniel tidak boleh mengekangku atau melakukan kekerasan padaku, karena jika itu terjadi maka aku akan melaporkan dia kepada polisi.
Pak Jefri yang mendengar perkataan dari putrinya itu.. pria itu benar-benar sangat marah, ingin sekali dia langsung menampar putrinya atau melakukan apapun yang bisa membuat putrinya itu jerah.
"Aku tidak pernah berfikir kalau kau akan melakukan ini, Jihan!!" seru pak Jefri.
"Siapa suruh Ayah selalu memaksaku untuk menikah, kalau aku tidak menikah Ayah pasti akan memberikan seluruh harta Ayah ini kepada panti asuhan atau dinas sosial, Ayah kira aku ini tidak butuh harta apa!" jawab Jihan.
"Lalu, apakah kau ingin tinggal di rumah? dengan ku atau kau akan tinggal di sini?" tanya Daniel. pria itu sangat tahu kalau tidak mungkin lagi Jihan untuk mau tinggal bersamanya di rumah sederhana yang menjadi milik Daniel. rumah sederhana yang dibeli oleh Daniel dengan kerja keras.
"Kalau masalah rumah itu tidak masalah, yang penting harta Ayah tidak boleh diberikan kepada siapapun." jawab Jihan.
__ADS_1
Daniel menghela nafasnya karena semenjak dia ditemukan oleh pak Jefri saat berusia 5 tahun, waktu itu Jihan baru dilahirkan tumbuh besar bersama dengan semua kearoganan yang dimiliki oleh Jihan.
"Kalau kau melakukan kontrak kerjasama ini atau melakukan kontrak ini tanpa sepengetahuan Ayah, berarti kau tidak boleh tinggal di rumahku. memang benar kau adalah putriku, Aku tidak akan memberikan hartaku kepada ada orang lain sesuai janjiku. namun kau akan tinggal bersama Daniel mulai saat ini juga!!" seru pak Jefri.
Saat mendengar perkataan Ayahnya.. kalau hartanya tidak akan diberikan kepada siapapun tentu saja Jihan legah, namun terlihat Jihan disuruh untuk tinggal bersama Daniel di rumah sederhana hanya terlihat Jihan sangat enggan.
"Mengapa Ayah harus melakukan hal itu, Mana mungkin aku tinggal di sana!?" seru Jihan.
"Aku tidak peduli, yang aku inginkan kau tinggal di rumah Daniel!!" seru pak Jefri.
Akhirnya keputusan sudah diambil namun terlihat Daniel tidak ingin memaksa wanita itu.
"Begini saja Tuan, saya akan menempati rumah kecil yang ada di belakang itu, saya akan tinggal di sini dan saya akan melakukan semua pekerjaan pekerjaan saya y..
" Ya seperti biasanya ."ucap Daniel
"Tidak bisa Daniel, sekarang dia ini adalah istrimu, wanita arogan ini adalah istrimu Ratu arogan sejagat ini harus bisa merawat dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri!!" seru Pak Jefri.
akhirnya Jihan pergi meninggalkan ruangan Ayahnya, karena dia tidak ingin berlama-lama bertengkar dengan orang tua satu-satunya itu.
"Jihan!!" seru Pak Jeffry. Daniel hanya menghela nafasnya, kemudian dia meminta Pak Jefri untuk duduk bersamanya. terlihat pria itu benar-benar sangat kesal dengan semua kelakuan dari putrinya itu, dia tidak habis pikir mengapa dia mempunyai Putri yang begitu sombong, bahkan sangat arogan. walaupun dia adalah wanita yang benar-benar sangat pandai.
** bersambung **
__ADS_1