IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Emosi Daniel dan kelicikan Rita


__ADS_3

"Mas lepasin Mas!!" teriak Jihan.


"Nggak mau, Aku nggak mau ngelepasin Istriku yang cantik ini." jawab Daniel yang kemudian memberikan ciuman kepada sang istri.


Sore itu Daniel membuat situasi benar-benar menjadi situasi yang sangat romantis.


"Kamu mau apa, Mas?" tanya Jihan. wajah Jihan nampak sedikit merona karena hembusan nafas Daniel yang mengenai wajahnya. hal itu membuat jantung Jihan berdebar begitu kencang. seharusnya situasi seperti ini sudah biasa dirasakan oleh Jihan, namun Jihan dan Daniel benar-benar seperti baru pertama kali bertemu dengan Cinta pada pandangan pertama nya.


"Tentu saja aku mau melakukan sesuatu bersama istriku." jawab Daniel sambil tersenyum. saat Jihan mendengar perkataan sang suami tentu saja wanita itu tersenyum, ada rasa kerinduan dihati Jihan dan Daniel. karena sudah hampir satu minggu ini Daniel jarang memberikan kata-kata dan pujian romantis kepadanya.


"Apa kamu tidak rindu padaku, sayang?" tanya Daniel.


Jihan pura-pura tidak mendengar perkataan sang suami hingga membuat Daniel menanyakan call itu kembali.


"Apa kamu tidak merindukanku, sayang?" tanya Daniel kembali.


Jihan ingin tersenyum, namun senyumnya terlihat dia sembunyikan.


"Ternyata istriku tidak merindukanku, Aku yakin dia mempunyai selingkuhan lain di belakangku." ucap Daniel yang membuat Jihan langsung mencubit dada sang suami hingga membuat Daniel berteriak kesakitan.


"Auch..," rintih Daniel.


"Coba katakan lagi? kau menuduhku apa?!" seru Jihan.


"Maaf maaf sayang, aku tidak bermaksud seperti itu. habis dari tadi aku bertanya kau tidak menjawab sih." Jawab Daniel.


Jari-jemari Daniel mulai berjalan dengan begitu bebas dan memberikan sebuah sentuhan-sentuhan nakal kepada sang istri. selayaknya sebagai pasangan suami istri wajar saja kalau mereka berdua merasakan cinta yang begitu luar biasa, namun kesibukan membuat mereka melupakan sedikit cinta mereka.


"Aku merindukanmu, Mas." ucap Jihan yang kemudian memeluk sang suami.


Daniel yang mendengar perkataan sang istri seketika Dia memberikan ciuman yang begitu menggairahkan, hingga membuat Jihan memeluk erat tubuh Sang suami. sore bergairah pun terjadi pasangan suami istri itu, akhirnya ketika malam menjelang Daniel dan Jihan terlihat keluar dari kamar dengan rambut yang sudah basah.

__ADS_1


"Kalian habis ngapain? kecemplung di sungai ya?" sindir mbok Sri yang membuat Daniel hanya tersenyum.


"Kalian itu dari 1 tahun yang lalu masih coba-coba, terus kapan kalian mau menjadikan bahan percobaan itu menjadi bayi kecil yang mungil?" tanya Mbok Sri yang membuat Jihan hanya tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mbok Sri.


"Iya mbok, nggak tahu. masa sudah 1 tahun lebih mereka seperti itu juga, apa mereka nggak mau memberikan Aku cucu." jawab ayah Jefri yang berada di sana dengan situasi yang begitu canggung.


"Apaan sih Ayah, ngapain juga dari tadi ayah nyindir aku. memangnya Ayah Mau mengatakan apa?' tanya Jihan yang membuat Ayah Jefri hanya menunjukkan senyumnya.


Rita yang notabenenya adalah orang asing, tentu saja Jihan dan mbok Sri tidak akan menganggapnya keberadaanya di sana. bahkan wanita itu benar-benar akan memberikan pelajaran kepada wanita itu dengan segala cara.


"Apa tidak sebaiknya kau melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit? biar kalian tahu kalian itu sehat atau tidak." ucap Rita yang seolah memprovokasi kondisi Jihan dan Daniel.


Daniel menatap Rita dengan tatapan mata yang benar-benar sangat kesal, baru pertama kali ini Daniel merasakan kekesalan yang sungguh luar biasa.


"Dengarlah Nyonya Rita, jika kau tidak bisa menjaga mulutmu pada tempatnya Maka jangan salahkan aku, jika aku harus menghinamu dengan kata-kata yang kau ucapkan tadi. aku dan istriku baik-baik saja, kami berdua dalam kondisi sempurna jadi jangan mengatakan apapun mengenai kondisi Kami. siapa kau, beraninya kau mendikte kami, Kau adalah orang asing yang tidak ada hubungan sama sekali dengan kami." ucap Daniel yang kemudian berdiri dan meninggalkan ruang makan.


Terlihat Ayah Jefri juga tidak menyukai kata-kata yang diucapkan oleh Rita, karena wanita asing itu sudah membuat Daniel begitu kesal dengan kata-kata yang diucapkan Rita.


"Aku mau pergi sebentar, Sayang." jawab Daniel.


"Bukan kau yang harus pergi dari tempat ini, Mas!" seru Jihan yang terlihat menatap Rita dengan Tatapan yang benar-benar begitu kesal dengannya.


"Kamu mau kemana Daniel?!" seru Ayah Jefri.


"Aku mau pergi sebentar Ayah," jawab Daniel.


"Kau tidak usah pergi kemana-mana, tetaplah disini bersama kami." jawab ayah Jefri yang terlihat sedikit kesal dengan semua perlakuan dari wanita asing yang sekarang tidak mau keluar dari rumahnya itu. sebenarnya Ayah Jefri juga tidak menyukai semua kelakuan dari Rita, namun Ayah Jefri juga bingung bagaimana caranya untuk mengusir Rita dari rumahnya.


"Aku mau keluar sebentar Ayah, aku mau mencari udara." ucap Daniel.


"Ya sudah kalau begitu, Kau akan keluar bersama ayah, kau tidak boleh sendiri!" seru Ayah Jefri yang kemudian meninggalkan meja makan dan pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Mbok Sri akhirnya juga pergi meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


"Dasar wanita bermuka iblis, Kenapa kau tidak segera pergi dari rumahku!!" seru Jihan yang terlihat tidak terima dengan semua kata-kata Rita.


Sesaat kemudian terlihat Rita berdiri, aktingnya kembali dimulai dengan berpura-pura pingsan setelah diteriaki oleh Jihan.


BRUKKK...


"Ya ampun!" seru Mbok Sri yang melihat Rita sudah tersungkur di lantai ruang makan.


"Sebaiknya aku bawa dia ke kamar dulu, Mbok." ucap Ayah Jefri yang kemudian berjalan mendekat Rita dan menggendong wanita itu.


Daniel Jihan dan Mbok Sri tetap berada di ruang makan, Mereka berdiri sambil menatap kepergian Ayah Jefri yang sedang menggendong wanita asing yang benar-benar sangat menyebalkan.


"Apa yang dilakukan oleh wanita itu? kenapa dia benar-benar begitu menyebalkan. berani sekali dia mencoba untuk mengganggu Ayahku, setiap waktu dia mencari cara agar mendapatkan perhatian dari ayah." ucap Jihan.


"Kau benar Jihan, kelihatannya dia wanita licik yang sangat luar biasa." jawab Mbok Sri.


"Sebaiknya kita tidak usah melihat wanita itu, Sayang. Aku benar-benar kesal dengan wanita itu." jawab Daniel yang terlihat benar-benar kesal karena perkataan yang diucapkan oleh Rita. seolah mengatakan kalau dia ataupun Jihan mengalami kemandulan.


"Kau benar sayang, lebih baik kita berada disini. kalau tidak aku akan menelpon dokter biar dokter mengatakan kebenaran mengenai hal itu." ucap Jihan yang kemudian mengambil ponselnya dan menelpon salah satu dokter kenalannya yang ada di desa.


"Buat apa menelpon dokter? aku yakin kalau wanita itu hanya pura-pura." ucap mbok Sri.


"Maka dari itu Mbok, kita buka kedoknya biar dia malu dan segera pergi dari tempat ini." jawab Jihan.


** bersambung**


Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊


😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍

__ADS_1


__ADS_2