IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Super wonder woman, trio cerewet


__ADS_3

"Ternyata kau bukan pembantu ya?" tanya Nisa.


"Berani sekali kau mengatakan kalau aku ini pembantu! Apakah kau tidak tahu siapa aku ini!!" seru Rita yang menunjuk satu-persatu orang ada yang ada di tempat itu.


"Memangnya kau siapa?" tanya Nisa kembali.


"Aku adalah pemilik Rumah ini, aku adalah calon istri dari Jefri, pemilik pabrik perhiasan!!" seru Rita.


Nisa dan orang-orang yang ada di tempat itu tentu saja hanya memutar kedua bola matanya dengan begitu jengah.


Bagaimana tidak, wanita asing itu benar-benar seperti wanita sinting yang mengaku menjadi calon istri dari pengusaha perhiasan.


"Benarkah? kok aku baru tahu ya?" sindir mbok sri yang membuat kita menatap wanita tua yang ada ada di sampingnya itu.


"Hei pembantu! jangan macam-macam ya, kau itu tidak ada hak untuk mengatakan hal itu padaku!!" seru Rita yang membuat Mbok Sri nampak tertawa.


"Ha-ha-ha...,mending aku dong pembantu, daripada kau wanita laba-laba sundel bolong. tidak tahu diri." jawab Mbok Sri yang kemudian melengos sambil meninggalkan Rita.


Trio cerewet langsung menyindir Rita dengan sendirian yang benar-benar sangat pedas,


"Aku baru tahu Loh mbok. kalau di rumah Ini ada sundel bolong, pantesan aja kalau aku masuk ke rumah Mbak Jihan bulu kudukku tiba-tiba merinding. ya padahal dulu tidak Loh mbok!!" seru Bu Ana yang membuat Rita melotot seolah-olah bola matanya itu ingin keluar dari kepalanya.


"Berani sekali kalian mengatakan hal itu, kalian kira kalian ini siapa!!" teriak Rita dengan suara yang benar-benar sangat kencang.


"Dasar wanita tidak tahu diri, kau itu wanita tidak tahu diri, yang benar-benar sangat menyedihkan, seorang wanita yang tidak mempunyai hati, otaknya kotor, otaknya cuma setengah, bahkan wanita sinting yang memasuki tempat ini!!" seru Bu Cece yang membuat benar-benar sangat murka.


"Kalian!!" teriak Rita.


"Apa!" seru Bu Cece.


Sesaat kemudian terlihat Rita langsung menghampiri Bu Cece, wanita itu melayangkan pukulan kepada bu Cece, namun Bu Cece malah menghindar. Rita langsung menarik rambut Bu Cece, seketika Bu Cece langsung terhuyung dan hendak terjatuh.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Bu Lita dan Bu Ana langsung mendorong tubuh Rita hingga membuat tubuh Rita langsung tersungkur di lantai,


"Jangan macam-macam ya, Kau kira kau itu siapa?! dasar wanita sundel bolong!!" seru bu Ana kamu.


"Kau Berani melawan kita, lihat aja bakal aku buat babak belur wajahmu, wajahmu itu tidak cantik kalau tidak pakai make up! dasar wanita sundel bolong tidak tahu diri!!" seru bu Ana yang membuat Rita seketika berdiri.


Wanita itu hendak menampar wajah bu Ana, namun buana malah menampakkan wajah Rita hingga dua kali. Jihan dan Nisa serta mbok sri yang melihat hal itu nampak mereka bertiga hanya terdiam.


"Tontonan gratis Mbak." ucap Nisa.


"Biarin aja, kita lihat aja siapa yang menang." jawab Jihan.


"Kalau masalah berantem Pasti bu Cece sama bu ana nomor 1. kalian tidak tahu sih.., kalau waktu mereka masih muda mereka itu jagonya berantem. bahkan mereka itu paling sering dibawa ke balai desa, gara-gara berantem sama para pemuda desa yang mau menggoda mereka." ucap mbok Sri yang membuat Jihan dan Nisa langsung menatap wanita tua itu.


"Beneran?" tanya Jihan kepada Mbok Sri.


"Tentu saja bener, Waktu mereka muda Mbok ini sudah berumah tangga lo, Bahkan mereka itu setiap hari dimarahi orang tuanya karena berantem terus menerus." jawab Mbak Sri sambil membayangkan masa lalu trio cerewet tersebut.


"Mbok Sri ini bercanda atau beneran?" tanya Jihan kepada Mbok Sri.


"Tentu saja benar, kaliau tidak benar Mbok enggak bakal ceritakan." jawab Mbok Sri.


"Wih.. wih.. wih.., ganas banget Ya mbok." ucap Nisa kembali.


"Tentu saja mereka itu wanita-wanita ganas, Bahkan mereka itu bisa dibilang para preman kampung. jawab Mbok Sri.


Setelah menceritakan semua itu, akhirnya Mbok Sri menatap Rita yang sedang berkelahi dengan trio cerewet, tentu saja perbedaan usia mereka yang cukup jauh membuat trio cerewet mengalahkan Rita dengan sangat mudah. wajah kita benar-benar seperti habis dihajar oleh para preman, sedangkan trio cerewet lihat mereka merapikan rambutnya yang sudah berantakan karena tadi mereka berkelahi dengan seseorang.


"Nanti kalau kita dalam masalah kita panggil aja trio cerewet ini." ucap Jihan yang membuat Nisa tersenyum.


"Mbak Jihan kan juga begitu, yang aku dengar dari kota kalau mbak Jihan itu sukanya berantem. bahkan Mbak Jihan juga berantem dengan para preman yang suka menggoda Mbak Jihan." ucap Nisa yang membuat Jihan menutup mulutnya.

__ADS_1


"Kamu ini Nisa, bisa aja membuatku tidak bisa berkata lagi." jawab Jihan sambil memukul Bunda Nisa. sesaat kemudian akhirnya mbok Sri melerai semua perkelahian Rita dan trio cerewet.


Terlihat Rita mukanya sudah babak belur, sedangkan trio cerewet terlihat mereka merapikan rambutnya yang kusut karena berkelahi dengan Rita.


"Awas kalian ya, pasti aku akan bilang sama Mas Jefri!!" seru Rita.


"Bilang aja sama Pak Jefri, nggak bakalan di hiraukan sama Pak Jefri." jawab Bu Cece.


"Dasar wanita brengsek!!" seru Rita.


"Dasar wanita muka tembok, sundel bolong!!" seru bu Ana yang benar-benar sangat kesal dengan wanita yang ada di depannya itu.


Bagaimana tidak, kita benar-benar membuat suasana di rumah itu seperti di pemakaman. Daniel yang berada di depan pintu kamarnya terlihat pria itu sudah mengabadikan momen Rita berkelahi dengan trio cerewet. sesaat kemudian pria itu mengirim video perkelahian itu kepada ayah Jefri.


Di tempat lain Ayah Jefri tertawa terbahak-bahak, saat melihat Rita bukannya sudah bonyok bonyok karena berkelahi dengan trio cerewet.


"Ada apa Tuan, Kenapa Anda tersenyum?" tanya anak buah Ayah Jefri.


"Lihatlah wanita yang aku bicarakan itu." ucap Ayah Jefri.


Sesaat kemudian terlihat anak buah Ayah Jefri menatap video yang diperlihatkan oleh pria tua itu. "Tuan, Bukankah ini adalah selingkuhan dari pengusaha yang bernama Adam." ucap anak buah Jefri.


"Maksudmu?" tanya ayah Jefri yang kebingungan.


"Ya Tuhan, Kalau saya tidak salah dia adalah wanita simpanan dari teman Anda. pengusaha Adam, bahkan saya pernah melihatnya di suatu tempat." jawab ayah Jefri.


"Apakah kamu tidak bercanda?" tanya ayah Jefri yang yang benar-benar tidak percaya dengan perkataan anak buahnya.


"Kalau tidak, coba Tuan tanyakan kepada Tuan Adam, pasti Tuan Adam mengetahui informasi itu." jawab anak buah Ayah Jefri.


Kata-kata yang diucapkan oleh anak buahnya membuat Ayah Jefri sangat bersemangat, itu artinya dia akan dapat menghancurkan Rita dengan bukti-bukti yang sudah ada di tangannya.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2