
Waktu mulai berjalan, Jihan juga sudah meminta salah satu temannya untuk menyelidiki mengenai masalah korupsi yang dilakukan oleh Pak lurah.
"Sebaiknya kita lakukan seperti yang sudah aku rencanakan." ucap Jihan kepada Pak RT dan 3 ibu-ibu centil.
"Kau benar, kami akan mendukungmu, Mbak Jihan. kami akan melakukan semua yang kau berikan. Tenang saja kami akan menyuruh suami kami melakukan apa yang Mbak Jihan perintahkan." jawab pak RT.
"Bolehkah jika para suami kalian melakukan seperti yang Aku perintahkan? tenang saja motor baru akan segera datang ke tempat kalian." ucap Jihan.
Saat mendengar kata-kata Jihan, seketika 3 ibu-ibu begitu senang.
"Untuk pak RT Tenang saja, jika pak RT sudah menyelesaikan semua tugas pak RT, akan kupastikan putra Pak RT mendapat pekerjaan di kota, di salah satu perusahaan milik Ayahku." jawab Jihan.
Orang-orang itu begitu senang karena mereka akan mendapatkan hadiah yang tidak akan mereka pikirkan. untuk makan saja mereka harus memikirkan cara untuk mendapatkan uang. tapi sekarang mendengar kata-kata itu mereka benar-benar begitu bahagia.
"Mbak Jihan mau menerima para suami kami bekerja saja Kami sangat senang, tidak usah memberi kami hadiah, Mbak." ucap bu Lita.
"Tidak, itu hanyalah hadiah kecil tapi jika kalian bisa membuka semua kejahatan pria itu." jawab Jihan.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau Pak lurah adalah orang brengsek." ucap bu Ana.
"Tenang saja, kita akan segera menyingkirkan pria itu dari Desa ini." jawab Pak Jefri.
Ayah Jefri begitu bersemangat, karena dia tahu kalau Pak Budiman dari dulu sampai sekarang sangat membencinya. karena dia lebih sukses daripada dirinya, Pak Budiman adalah tipe seorang pria yang begitu kejam kepada para warganya. para warga selalu ditindas oleh pria itu, Bahkan mereka harus membayar untuk setiap bantuan yang diberikan oleh pria itu.
"Jika kita sudah bisa mendapatkan bukti-bukti pria itu maka aku yakin pak lurah akan segera dipenjara dan meninggalkan tempat ini." ucap para Ibu-ibu.
"Tenang saja, Bu. kita akan mendapatkan bukti-bukti itu, Dengan begitu kita tidak akan mungkin kehilangan semua yang kalian miliki." jawab Jihan.
"Kau tahu Mbak, Kami sangat senang saat kau berada di sini. kau memberikan kami pekerjaan, Kau memberikan kami kesejahteraan. kau membuka pabrik lagi dan membuat para pengangguran di desa ini semakin lama semakin berkurang." ucap Bu Cece.
__ADS_1
"Sudahlah bu, kalian segeralah kembali ke rumah kalian masing-masing. kita jalankan semua sesuai dengan rencana yang sudah kita bahas. kalian harus melakukan sesuai dengan posisi kalian masing-masing agar pria itu dan putrinya segera masuk ke penjara." ucap Jihan.
Malam ini semuanya sudah kembali ke tempat mereka masing-masing, dua hari lagi acara pernikahan Daniel dan Erwita. tentu saja Jihan juga sangat was-was, takutnya rencana yang sudah disusun bersama orang-orang akan dihancurkan oleh Pak lurah yang sangat licik.
Malam ini Erwita membayangkan kalau dirinya bersama dengan Daniel, pria gagah yang membuatnya jatuh cinta.
"Mas Daniel, Mas Daniel. sebentar lagi kau akan menjadi suamiku, lihat saja aku pasti tidak akan melepaskanmu." ucap Erwita yang terlihat menatap foto Daniel yang sudah ada di tangannya.
Sebuah foto yang begitu besar ditempelkan oleh Erwita di kamarnya, itu adalah foto Daniel beberapa tahun yang lalu. Ternyata Erwita sudah menyukai Daniel semenjak lama, obsesinya untuk mendapatkan Daniel benar-benar diluar dugaan, obsesi buta yang menginginkan milik orang lain.
Terlihat Daniel sedang duduk termenung di kursi samping rumah Ayah Jefri. pria itu terus menatap langit yang terlihat sedikit mendung.
"Ada apa, mas?" tanya Jihan kepada suaminya.
Tidak ada suara yang dikeluarkan oleh Daniel, pria itu hanya menatap Isterinya, kemudian menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.
"Ada apa, mas?" tanya Jihan kembali.
"Memangnya ada apa?" tanya Jihan kembali.
"Bagaimana seandainya nya aku terjebak pada permainan kita?" tanya Daniel.
"Tidak mungkin Mas, aku tidak akan mungkin membiarkan Mas Daniel menikahi wanita itu. tenang saja Mas Daniel, kau tidak boleh berpikiran sangat sempit seperti itu." ucap Jihan.
"Aku benar-benar sangat ketakutan, Sayang..
aku takut kalau aku terjebak pada pernikahan dengan wanita itu." jawab Daniel.
"Memangnya siapa yang akan menikah dengannya, aku kan sudah bilang tidak mungkin Mas Daniel menikahi wanita itu." jawab Jihan.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak membiarkan aku berada di penjara, dengan begitu Erwita tidak akan berani melakukan sesuatu." jawab Daniel.
"Sudahlah mas, kau yakinlah padaku, aku bukanlah wanita bodoh yang akan membiarkan suami ku dimiliki oleh wanita lain." ucap Jihan.
"Tapi mas sedikit takut." ucap Daniel.
"Mengapa Mas harus takut, mas Daniel tidak pernah melakukan kesalahan apapun, Mas Daniel harus percaya dengan semua rencana kita mari kita buat Erwita dan ayahnya mendekam di penjara. Apalagi aku sudah mendapatkan informasi kalau Pak lurah sudah melakukan korupsi bantuan dari pemerintah untuk desa ini." jawab Jihan.
"Benarkah?" tanya Daniel yang sangat terkejut.
"Tentu saja mas, karena itu aku berniat membantu warga untuk mendapatkan bukti-bukti itu. dengan begitu aku juga dapat menyingkirkan Pak lurah dan putrinya, anggap saja satu jalan dua keuntungan." jawab Jihan.
Setelah mendengarkan kata-kata dari istrinya, seketika Daniel bersemangat. pria itu yakin kalau istrinya mempunyai rencana yang sangat luar biasa.
"Baiklah sayang, aku percaya padamu. aku juga sangat berterima kasih karena kau sudah mempercayai suamimu ini." ucap Daniel.
"Tentu saja Mas, aku percaya sama kamu. Jika Aku tidak percaya sama kamu memangnya aku harus percaya sama siapa?" tanya Jihan yang kemudian bersandar di pundak sang suami.
"Aku benar-benar sangat kesal dengan cobaan seperti ini, aku takut waktu melihatmu tiba-tiba menjauhiku, aku takut waktu menatapmu kau tidak mau melihatku sama sekali. kau mengacuhkanku, aku benar-benar seperti kehilangan nyawa waktu itu." ucap Daniel.
Jihan nampak tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya, bagaimanapun juga Daniel adalah satu-satunya pria yang sudah membuatnya jatuh cinta.
"Maafkan aku, mas. karena waktu itu aku benar-benar sangat terkejut. aku syok, aku tidak bisa berpikir dengan jernih." jawab Jihan.
"Terima kasih ya, karena kau sudah memberikanku aku kesempatan ini." ucap Daniel.
"Tentu saja Mas." jawab Jihan.
Semilir angin malam itu memberikan suasana yang begitu romantis, tiba-tiba saja Daniel menggendong sang istri dan membawanya ke kamar, sebuah ciuman sudah mendarat di bibir Jihan. wanita itu mulai terbuai dengan semua perlakuan sang suami, sudah lama mereka tidak melakukan tugas mereka sebagai pasangan suami istri karena kesibukan Jihan membuka pabrik barunya. malam penuh cinta dari sepasang suami istri itu telah terjadi, suara ******* dan suara cumbuan itu mulai terdengar begitu memabukkan.
__ADS_1
** bersambung **
mohon dukungannya selalu, like comen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih ππ