IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Daniel terluka


__ADS_3

"Minumlah dulu teh hangat ini agar kau tidak terlalu ketakutan." pinta Mbok Sri kepada Jihan. Jihan menganggukkan kepalanya sesaat kemudian terlihat wanita tua itu mengompres beberapa memar yang ada di wajah Daniel.


"Udah mbok nggak usah, biar aku aja yang ngompres." ucap Jihan yang kemudian mengambil alat pengompres dan mengompres wajah Daniel.


Air mata Jihan tiba-tiba menetes, tidak pernah sekalipun wanita itu menangisi seorang pria kecuali ayahnya. namun sekarang dua pria membuat hati Jihan benar-benar sangat terluka, dia terus menangis ketika melihat beberapa luka yang ada di wajah suaminya. padahal dulu ketika Daniel pulang dari suatu tempat dengan membawa beberapa luka yang ada di tubuhnya, Jihan nampak biasa-biasa saja. namun sekarang air mata itu meluncur begitu bebas dari dua bola mata Jihan.


"Udah sayang, jangan nangis terus nanti air matanya kering. matamu tambah bengkak lho." ucap Daniel.


Tak ada suara yang keluar dari mulut Jihan, yang terdengar hanyalah suara isak tangis dari wanita itu.


"Sudah jangan nangis terus dong..., cantiknya ilang loh." ucap Daniel sambil mengusap air mata yang terus keluar dari mata sang istri.


"Istriku yang cantik ini tidak boleh menangis dong, gadis kuat, tegar dan sangat sombong itu ke mana? sekarang kok jadi cengeng." canda Daniel.


"Kamu ini Mas kok malah bercanda seperti itu sih, aku ini nangis gara-gara kamu loh, kok malah kamu ngelucu seperti itu." jawab Jihan yang kemudian memukul dengan suaminya.


"Iya,iya. maaf." ucap Daniel.


Tatapan mata Mbok Sri menatap sepasang suami istri yang sedang saling melempar perkataan.


"Sudah, sudah. kalau sudah selesai Cepat makan, tadi Mbok sudah menyiapkan makanan." ucap Mbok Sri yang kemudian meminta Daniel dan Jihan untuk segera ke ruang makan.


Saat mereka sedang berada di ruang makan, seorang wanita tiba-tiba mendatangi tempat itu. ternyata Nisa yang tiba-tiba sudah datang ke tempat itu.

__ADS_1


"Mas Daniel, Mas Daniel!" seru Nisa yang sudah berada di dalam rumah Jihan.


Jihan yang sedang makan nampak wanita itu langsung menghentikan aktivitasnya, dua bola matanya menatap Nisa yang tiba-tiba berteriak dari pintu rumah menuju ruang makan.


"Kau ini tidak punya sopan santun ya, tiba-tiba nyelonong dan berteriak!" seru Jihan yang terlihat marah.


Daniel tidak menghiraukan Nisa, pria itu terus melanjutkan makan.


"Mas Daniel, bagaimana keadaanmu?!" seru Nisa kembali.


Daniel tidak menjawab pertanyaan Nisa, pria itu tetap melanjutkan makan kemudian meminum air. "Oh ya Sayang, aku sudah selesai makan. aku mau istirahat dulu." ucap Daniel yang kemudian mencium sang istri dan meninggalkan Nisa.


"Mas, Mas dan Kok gitu sih. aku benar-benar sangat khawatir lho Mas!" seru Nisa.


"Ya mungkin aja dia nggak kebagian rasa malu." jawab mbok sri sambil tersenyum.


Jihan tertawa saat mendengar jawaban wanita tua itu.


"Apaan sih Mbok, kenapa bilang seperti itu. Aku ini kan keponakanmu!" seru Nisa.


"Ngapain juga aku harus mengakui mu sebagai keponakan, sedangkan tingkah lakumu aja benar-benar sangat memalukan." jawab mbok Sri yang kemudian meninggalkan Nisa,.


"Mbak, Mbak Jihan. Bagaimana keadaan Mas Daniel?" tanya Nisa.

__ADS_1


"Kau lihat sendiri kan kondisinya baik-baik saja." Jawab Jihan.


"Dia nggak terluka kan Mbak?" tanya Nisa kembali.


"Kamu ini kok enggak tahu malu sekali ya terus menerus mengejar suamiku." ucap Jihan.


"Bukan begitu Mbak, aku tadi ke sini itu ada seorang wanita yang menanyakan rumah keluarga Pak Jefri. katanya dia itu calon istri dari Mas Daniel, kemudian seorang pria yang ngakunya dia itu suami Mbak Jihan." ucap Nisa.


Jihan yang sedang meminum air nampak wanita itu langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya hingga mengenai pakaian Nisa.


"Suamiku? Apa maksudmu?!" seru Jihan.


"Iya Mbak, tadi ada seorang wanita yang mencari Mas Daniel, katanya dia itu calon istri mas Daniel. yang kami tahu kan mbak itu istrinya, kemudian ada seorang pria tua yang mengaku kalau dia itu suami dari Mbak Jihan. Bahkan dia membawa surat nikah segala." jawab Nisa.


Jihan yang mendengarkan perkataan Nisa, seketika wanita itu berlari dan memasuki kamarnya Bersama sang suami.


BRAKKK..


Jihan membuka pintu kamarnya dengan sangat kasar. Daniel yang sedang mengistirahatkan dirinya pun langsung terkejut dan terbangun.


"Ada apa sih sayang." ucap Daniel yang kemudian terduduk.


"Mas gawat, gawat!" seru Jihan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2