IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Rita menjebak ingin ayah jefri


__ADS_3

Dari hari ke hari terlihat Rita benar-benar sudah membuat rencana yang begitu matang, hari ini Rita keluar dari rumah Ayah Jefri untuk bertemu dengan seseorang. dia akan kan mendapatkan apapun, yang dia inginkan dengan segala cara akan dia lakukan. tidak peduli bagaimanapun caranya.


"Apakah kau sudah membawa barang yang aku minta itu?" tanya Rita kepada salah satu orang suruhannya.


"Sudah, aku sudah membeli obat itu. katanya obat itu obat yang sangat kuat." jawab orang suruhan Rita.


"Baiklah kalau begitu, aku ingin kau lakukan seperti yang aku inginkan. jangan sampai mereka mengetahui kalau akulah orang yang melakukan hal ini." ucap Rita.


"Tenang saja, aku tidak akan mengatakan apapun kepada orang lain. pokoknya kamu berikan aku uang Tutup mulut." jawab orang suruhan Rita.


"Tenang saja, kalau uang Tutup mulut Aku akan memberikannya padamu. Jadi kau jangan sampai berkomentar di luar sana." perintah Rita yang membuat anak buahnya langsung pergi dari tempat itu.


"Rita menyuruh salah satu anak buahnya untuk membeli obat gairah yang akan diberikan kepada ada Ayah Jefri. wanita tua itu benar-benar mempunyai otak yang sangat licik.


"Lihat saja Jefri, sebentar lagi akan melihat apa yang akan aku lakukan, sebentar lagi kau akan tunduk dikakiku." ucap Rita yang kemudian pergi dari tempat itu agar tidak ada orang yang melihatnya.


Ternyata salah satu warga yang ada di tempat itu melihat Jessica sedang berbicara dengan seseorang.


"Kenapa wanita itu ada disini ya? Katanya dia kan tidak bisa berjalan." ucap Nisa yang terus melihat Rita yang berjalan dengan terburu-buru meninggalkan tempat pertemuannya dengan anak buahnya.


Nisa yang begitu penasaran akhirnya wanita itu terus mengikuti kemana arah kepergian dari Rita, sesaat kemudian Rita bertemu dengan Nisa saat berada di jalan.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini, Nissa!" seru Jihan.


"Mbak Jihan sendiri lagi ngapain disini?" tanya Nisa balik.


"Tadi aku habis dari apotek untuk membeli obat-obatan." jawab Jihan.


"Oh ya Mbak Jihan, Apa saat di jalan mbak Jihan tidak melihat wanita sundel bolong itu?" tanya Nisa kepada Jihan.

__ADS_1


"Memangnya kau melihat dia dimana?" tanya Jihan yang begitu penasaran.


"Tadi aku melihat wanita sundel bolong itu sedang ke suatu tempat." jawab Nisa.


"Apakah kau yakin?" tanya Jihan.


"Tentu saja aku sangat yakin, Bahkan aku sangat yakin kalau wanita itu sedang yang melakukan sesuatu di tempat itu. karena tempat itu sangat sepi, Mbak." jawab Nisa.


"Apakah kau yakin?" tanya Jihan kembali.


"Tentu saja aku sangat yakin, Bahkan aku benar-benar yakin 100%. mataku Ini masih sehat, Mbak. Kau kira mataku Ini buram." jawab Nisa yang membuat Jihan mulai memikirkan sesuatu Apa yang sedang direncanakan oleh Rita kali ini.


"Ya sudah kalau begitu, Nisa. lebih baik kamu segera pulang, karena aku juga akan pulang." ucap Jihan yang kemudian meminta Nisa untuk segera pulang, karena hari ini pabrik sudah tutup dan tidak ada lembur karena Semua pesanan sudah dikirimkan.


"Apa sebenarnya yang direncanakan oleh wanita sundel bolong itu? hingga membuat dia keluar dari rumah padahal dia selalu mengatakan kalau dirinya sedang sakit." ucap Jihan.


Karena terus memikirkan hal itu, akhirnya Jihan memilih untuk segera pulang. dia tidak ingin terus-menerus berada di tempat itu, apalagi saat mendengar kalau wanita itu habis keluar ke suatu tempat. Jihan akan mencari tahu apa yang dilakukan oleh Rita, wanita tua itu pasti merencanakan sesuatu, Jihan melajukan mobilnya, Wanita itu sudah pulang dan berpapasan dengan sang suami yang juga sudah pulang.


"Sudah Sayang." jawab Jihan.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jihan.


"Daniel tidak ada, sayang. aku cuma ingin pulang cepat saja." Jawab Jihan.


"Apakah kau capek?" tanya Daniel.


"Tentu saja Sayang aku sangat capek. kau tahu sendiri kan kalau beberapa hari ini aku terus mengurus pesanan yang begitu banyak, bahkan karyawanku sampai mengeluh kecapean karena hampir 2 bulan ini mereka aku peras tenaganya." jawab Jihan.


"Apakah tidak lebih baik kau memberikan mereka waktu untuk beristirahat." ucap Daniel.

__ADS_1


"Tentu saja Sayang, aku akan memberikan mereka cuti untuk beberapa waktu. aku tidak akan membiarkan anak buahku sampai kesakitan." jawab Jihan.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kau tidur lah dahulu, kelihatannya tubuhmu itu benar-benar sangat kelelahan." ucap Daniel yang kemudian menggandeng sang istri untuk segera masuk ke kamarnya.


Jihan lupa kalau dia harus segera mencari tahu apa yang dilakukan oleh Rita, karena tubuhnya yang begitu capek Hal itu membuat buat Jihan langsung ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya dari semua rutinitasnya yang baru selesai.


"Apakah kau ingin mandi air hangat, sayang?" tanya Daniel.


"Tidak usah, sayang. Air ini udah hangat kok, enggak usah pakai masak air hangat." jawab Jihan yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat kemudian nampak Daniel tersenyum, pria itu tidak bisa mengatakan apapun kata-katanya serasa terhenti saat melihat sang istri terlihat memakai pakaian tidur yang begitu menggoda.


"Ada apa Sayang? kenapa Tatapan matamu seperti itu? Apakah ada sesuatu yang salah dengan ku?" tanya Jihan kepada sang suami.


Daniel menggelengkan kepalanya, tiba-tiba gairahnya sudah mulai naik ke kepalanya saat melihat sang istri yang memakai pakaian tidur yang begitu seksi.


"Aku akan segera mandi, sayang. dan kita akan melakukan olahraga malam." ucap Daniel.


Jihan nampak sedikit kebingungan, kedua alisnya seketika mengerut saat mendengar kata-kata suaminya.


"Memangnya kau mau olahraga malam di mana, Sayang. ini sudah sore loh." ucap Jihan.


"Tentu saja aku akan olahraga bersama istriku, karena barusan dia menggodaku dengan memakai pakaian yang benar-benar begitu hot." jawab Daniel yang membuat Jihan menatap tubuhnya. dia baru menyadari kalau pakaian tidur yang dia pakai benar-benar menunjukkan lekuk tubuhnya. pantas saja Daniel mengatakan hal itu, Daniel terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi. siapa yang akan menolak saat melihat sang istri memakai pakaian seperti itu, begitu menggoda, bahkan membuat gairah pria normal seketika terbangun.


Jihan tidak bisa mengelak lagi, karena dia yang melakukan hal itu. maka dia juga yang harus bertanggung jawab. Setelah dari kamar mandi terlihat Daniel sudah berdiri sambil menaik turunkan kedua alisnya, Jihan hanya tersenyum karena itu tanda dari sang suami kalau dirinya harus mendekati sang suami. sedikit demi sedikit Jihan mulai hafal dengan apa yang diinginkan oleh sang suami, akhirnya sore itu akan terulang kembali kisah cinta dari dua insan.


** bersambung**


Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa untuk tinggalin jejak, like,vote dan komentar. dukungan kalian sangat berarti.terima kasih😊

__ADS_1


😍👍👍👍❤️❤️❤️😊💋😍


__ADS_2