
"Apakah kau yakin dengan semua kata-katamu itu?" tanya Andi.
"Tenang saja, datanglah ke perusahaan ini aku akan melakukan sedikit permainan. namun aku tidak akan menjadikanmu tersangka, anggap saja kau akan menjadi penolong ku." jawab Jihan.
Sesaat kemudian terlihat istri Andi sudah keluar. "Loh, mau ke mana Mbak?" tanya istri Andi.
"Maaf Mbak, tadi saya hanya memberikan uang pesangon ini kepada suami Mbak, karena beberapa minggu kemudian aku memintanya untuk pindah ke pabrik yang baru." jawab Jihan.
"Kok Mas Andi enggak bilang ya?" tanya istri Andi sambil menatap wajah suaminya..
"Tentu saja suamimu itu tidak bilang, karena ini sangat mendadak." jawab Jihan yang kemudian pergi berpamitan dan memberikan kartu nama dan nomor telepon Jihan.
Jihan melangkahkan kakinya keluar dari rumah Andi, wanita itu tersenyum kemudian memasuki mobil detektif.
"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan bukti-bukti itu?" tanya detektif.
"Tentu saja aku sudah mendapatkannya." jawab Jihan yang kemudian meminta detektif untuk menjalankan mobilnya.
"Kau mau ke mana? pulang ke rumah atau kau ke mana?" tanya detektif.
"Tentu saja aku harus mengambil mobilku dahulu, Memangnya kau ingin membuat mobilku terpampang di tempat itu." jawab Jihan.
Saat malam telah menjelang, akhirnya nya wanita itu kembali ke rumah, saat masuk Jihan melihat sang ayah yang duduk termenung.
"Selamat malam, Ayah. assalamualaikum!!" seru Jihan.
"Assalamualaikum dulu baru Selamat malam." jawab ayah Jefri.
"Iya, maaf." ucap Jihan yang kemudian mendatangi Ayahnya.
"Ada apa?" tanya ayah Jefri.
"Aku sudah mendapatkan informasi dan bukti-bukti yang sangat kuat untuk bebaskan suamiku, Ayah." jawab Jihan.
"Benarkah?" tanya ayah Jefri.
"Tentu saja, Ayah. besok pagi kita akan ke penjara untuk menjemput Mas Daniel, tapi aku harus melakukan sebuah sandiwara untuk membuat Erwita merasakan semua rasa sakit hatiku." jawab Jihan.
"Apa maksudmu?" tanya ayah Jefri.
Jihan menceritakan semua rencananya kepada ayahnya, pria tua itu benar-benar sangat terkejut dengan rencana yang dibuat oleh putrinya. Ayah Jefri menyukai rencana Jihan, dia mengiyakan semua rencana putrinya.
__ADS_1
Saat pagi sudah menjelang, Ayah Jefri dan Jihan juga pergi ke kantor polisi untuk membicarakan rencana yang akan mereka lakukan dan menjebak Erwita.
"Kenapa kita harus melakukannya, Sayang? aku tidak mau menikahi wanita itu!" seru Daniel.
"Siapa juga yang menyuruhmu untuk menikahinya, aku hanya memintamu untuk bersandiwara. aku akan mencari penghulu dan semuanya. Namun bukan dia yang akan menikah, melainkan kita berdoa yang akan menikah ulang." jawab Jihan.
"Tapi bagaimana jika mereka mengetahui rencana kita?" tanya Daniel.
"Tentu saja tidak, sayang. karena aku sudah berbicara dengan Pak polisi, Tenang saja." Jawab Jihan.
Rencana pun dimulai, terlihat Daniel sudah menelepon Erwita dan meminta wanita itu untuk mencabut semua tuntutan itu, dia bersedia menikahi Erwita untuk menjadi istri keduanya. betapa bahagia Erwita ketika mendengar hal itu,
"Lihatlah, Ayah. pria itu sudah bersedia menikah denganku. Aku sudah bilang Kan kalau dia akan menyerah!" seru Erwita.
"Aku tidak percaya kalau dia akan melakukan hal itu, aku kira dia akan setia dengan Putri Jefri." jawab Pak lurah.
"Tidak mungkin, Ayah. jika pria itu mau dipenjara dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun. pasti dia lebih memilih untuk menikahiku dan menjadikanku istri kedua daripada dia harus masuk penjara." jawab Erwita yang kemudian bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi guna membebaskan Daniel.
"Bagaimana? Apakah kau yakin akan menikahiku?" tanya Erwita kepada Daniel yang ada di penjara.
"Aku bersedia menikahimu dan menjadikanmu istri kedua. Aku tidak akan menceraikan istri Ku." ucap Daniel.
"Tidak apa-apa, aku tidak peduli menjadi istri kedua mu. yang penting kau akan menikahiku dan bertanggungjawab padaku." ucap Erwita.
"Aku harus kembali dulu ke rumah, Setelah itu kita kembali ke desa untuk melakukan pernikahan." ucap Daniel.
"Ya terserah Mas Daniel, yang penting kita segera menikah dan kau menjadikan aku istrimu." jawab Erwita yang kemudian memeluk Daniel.
Daniel langsung mendorong tubuh Erwita. "Aku akan menikahimu dahulu, setelah itu Kau boleh memelukku." jawab Daniel yang kemudian meminta Erwita untuk segera mengantarkannya ke rumah.
Sedangkan Jihan dan orang-orang yang ada di rumah itu mereka sudah bersiap-siap pada sandiwara yang akan mereka lakukan.
"Kalian harus ingat, tidak boleh ada yang tertawa dengan semua ini. jika kalian sampai tertawa lihat saja apa yang akan aku lakukan." ancam Jihan yang terlihat begitu menyeramkan .
"Tenang saja, Mbok pasti akan berakting sebagus mungkin." jawab Mbok Sri.
"Tenang saja, sayang. ayah juga akan berakting sangat luar biasa." ucap Ayah Jefri.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya Erwita, Daniel dan Pak lurah sudah berada di rumah Ayah Jefri. nampak senyum benar-benar mengembang diwajah Erwita. wanita itu terus menggenggam tangan Daniel, sedangkan Daniel terlihat pria itu ingin sekali menendang tubuh Erwita.
"Kalau tidak gara-gara Istriku yang ingin aku menjalankan, rencana ini tidak mungkin aku mau disentuh oleh wanita kurang ajar ini." guman Daniel dalam hati.
__ADS_1
"Kalian harus bersiap-siap!" seru Jihan.
TOK..
TOK..
TOK..
Erwita yang sudah mengetok pintu rumah Ayah Jefri. Mbok Sri sudah membukanya.
"Halo Mbak Jihan!" seru Erwita yang tersenyum begitu bahagia.
"Mas Daniel!" seru Jihan.
"Ayo Mas, kita katakan saja langsung pada titik poinnya." ucap Erwita.
"Mas Daniel, Ada apa ini Mas? kok mas Uda keluar?" tanya Jihan yang pura-pura terkejut dengan kedatangan Daniel.
"Mas Daniel sudah menandatangani kesepakatan untuk menjadikan ku istri keduanya." ucap Erwita.
Jihan kembali berakting terkejut."Apa maksudmu, Mas? Apa yang ingin kau lakukan?!" seru Jihan.
"Mas Daniel sudah berjanji padaku untuk menikahiku, dia berjanji akan menjadikan aku istri keduanya. dia tidak mau menceraikan mu jadi aku akan menjadi madu mulai sekarang." ucap Erwita dengan begitu bangga.
Jihan yang mendengar kata-kata itu, tentu saja hatinya benar-benar sangat kesal, dongkol dan ingin mencabik-cabik wajah Erwita.
"Brengsek sekali wanita ini, mengatakan hal itu, lihat saja saat semuanya sudah selesai akan kubuat kau menangis darah." guman Jihan dalam hati.
"Maafkan aku, sayang. aku terpaksa melakukan hal ini karena aku tidak ingin dipenjara seumur hidupku." jawab Daniel.
"Tapi tidak seperti ini, Mas!!" seru Jihan.
PLAK...
Seketika Ayah Jefri langsung menampar Daniel dan berpura-pura sangat marah kepada menantunya itu.
"Dasar kurang ajar, aku memberimu semuanya. namun sekarang kau malah menghianati Putri Ku!!" teriak Ayah Jefri.
"Maafkan Aku, Ayah." ucap Daniel.
"Dasar kau pria brengsek!" seru Ayah Jefri.
__ADS_1
"Biarkan saja, Ayah. biarkan saja seperti ini, daripada Mas Daniel masuk penjara." ucap Jihan sambil berakting begitu sedih. Hal itu membuat Ayah Jefri ingin tertawa saat melihat akting putrinya itu.
** bersambung **