IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Amarah dan perasaan cinta


__ADS_3

Sekitar 3 jam kemudian akhirnya Jihan dirawat di sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar di desa tersebut.


"Kau sudah bangun?" tanya Deni kepada Jihan.


Jihan menganggukkan kepalanya, tersenyum sembari berterima kasih kepada Deni. "Terima kasih ya sudah mengantarku ke rumah sakit." ucap Jihan.


"Tidak apa-apa, yang penting kau sembuh setelah itu kau rawat dirimu dengan baik." ucap Deni.


Suara Langkah kaki dan nampak memasuki ruangan tempat Jihan berada, wajahnya terlihat pucat karena begitu ketakutan jika terjadi sesuatu kepada ada istrinya.


"Bagaimana kondisi mu, nak Jihan?" tanya Mbok Sri yang sudah berada di rumah sakit.


"Sudah baikan Mbok, terima kasih." jawab Jihan.


Terlihat juga di sana Nisa menemani Mbok Sri mengunjungi Jihan.


"Aku senang mbak jihan sudah lebih baik." ucap Nisa.


Jihan memalingkan wajahnya, Wanita itu benar-benar sangat benci dengan sosok wanita yang bernama Nisa. dari belakang tubuh Mbok Darmi terlihat Daniel memasuki ruangan istrinya.


"Oh ya Deni, besok kalau ada waktu antar aku pulang ke rumah ayahku yang ada di Jakarta. Aku mau ke sana untuk melakukan perawatan, Aku tidak mau tinggal di sini tidak ada yang merawatku." jawab ucap Jihan yang kemudian mengambil ponselnya.


"Kau mau apa?" tanya Daniel.


"Aku akan mengurus semua surat perceraian kita, Aku sudah muak dengan pria Seperti mu!" seru Jihan yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu sangat terkejut.


"Perceraian?" tanya Mbok Sri yang terlihat begitu kebingungan dengan kata perceraian yang diucapkan oleh Jihan.


"Bisakah kalian keluar sebentar, Aku ingin berbicara dengannya." pinta Daniel kepada ketiga orang itu.

__ADS_1


Mbok Sri Deni dan Nisa nampak sangat kebingungan dengan kata-kata perceraian yang diucapkan oleh Jihan.


"Apa maksudmu? kenapa kau ingin bercerai denganku?" tanya Daniel. pria itu jantungnya serasa ingin copot saat mendengar kata perceraian yang diucapkan oleh istrinya.


"Mengapa tidak, aku yakin kau begitu senang dengan kata-kata yang barusan aku ucapkan. setelah kita bercerai segeralah nikahi wanita itu, perhatikanlah dia dengan sepenuh hatimu. jadi kau tidak usah merawatku lagi." jawab Jihan.


"Apa maksudmu?" tanya Daniel.


"Kau tidak usah berpura-pura, aku tahu kalau kau menyukainya. jadi aku lepaskan dirimu untuknya, kalian boleh berbahagia aku akan mencari kebahagiaanku di tempat lain tidak bersamamu." jawab Jihan.


BRAKK..


"Apa maksudmu!" teriak Daniel yang begitu terkejut.


"Mengapa kau harus bertanya padaku apa maksudku? lalu apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Jihan.


"Apa kesalahanmu? mengapa Aku marah padamu? lalu dimana otakmu, kau lebih membela wanita lain daripada membelaku. kau lebih perhatian kepada wanita lain daripada diriku, kau merawat wanita lain bukan merawatku yang sedang terluka. Lalu apakah itu bukan satu-satunya alasan ku marah padamu? seorang suami yang menelantarkan istrinya, seorang suami yang lebih menolong wanita lain daripada istrinya!" seru Jihan.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, jawab Daniel.


"Sudahkah, lebih baik kita urus perceraian ini di kota. carilah kehidupanmu dan akan kucari kehidupanku sendiri, kita memang berbeda jalan Aku tahu aku bukanlah wanita sempurna yang pantas menjadi istrimu. kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik yang lebih mencintaimu, bisa memberikanmu kebahagiaan dan selalu memberikanmu senyum." jawab Jihan.


"Aku tidak ingin semuanya itu!" teriak Daniel.


"Jau tidak usah berteriak padaku!" seru Jihan.


"Aku tidak akan pernah mau menceraikan mu sampai aku mati!" seru Daniel yang kemudian menarik tubuh Jihan dan memeluknya.


"Kau tidak usah memelukku seperti ini, lepaskan aku!" seru Jihan yang berusaha memberontak dan mendorong tubuh Daniel.

__ADS_1


"Maafkan Aku, Maafkan aku." ucap Daniel yang tetap memeluk tubuh istrinya.


"Bagaimana jika aku tidak bisa memaafkanmu karena kau telah menghianati ku di depan mataku." jawab Jihan.


Memang Daniel tidak bermaksud untuk melukai Jihan, namun betapa bodohhnya Daniel karena dia lebih memilih untuk menolong wanita lain daripada menolong istrinya yang masih terluka.


"Maaf maafkan aku, hukumlah aku dengan apapun. namun kau tidak boleh menceraikan ku, Kau boleh melakukan apapun namun kau tidak boleh meninggalkan aku." jawab Daniel dengan suara yang bergetar pula. terlihat sekali kalau pria itu menangis karena sesuatu.


"Kenapa aku tidak boleh meninggalkanmu? Kenapa aku tidak boleh menceraikanmu dan kenapa aku tidak boleh memberikanmu kepada wanita lain?" tanya Jihan yang membuat Daniel semakin memeluk erat tubuh istrinya yang terduduk di ranjang.


"Apakah salah jika aku mencintaimu? Apakah dosa jika aku menginginkan cintamu? Apakah aku tidak berhak untuk mencari kebahagiaan bersamamu?" ucap Daniel yang membuat Jihan langsung Diam membeku.


"Apa maksudmu?" tanya Jihan.


"Maafkan aku jika telah mencintaimu, Maafkan aku jika telah lancang menginginkan dirimu." jawab Daniel dengan suara yang benar-benar bergetar karena menangis. ketakutannya sungguh luar biasa jika Jihan membenci dirinya dan tiba-tiba tidak mau bertemu dengannya seumur hidup.


"Apa maksudmu?" tanya Jihan kembali.


"Maafkan aku, Maafkan aku yang telah mencintaimu. Maafkan aku yang telah meminta cinta ini padamu." jawab Daniel.


DEG...


jantung Jihan terasa ingin keluar ketika mendengar pernyataan Cinta dari suaminya. dia tidak akan pernah mengira kalau perasaan Daniel sama seperti perasaannya yang sekarang benar-benar meluap karena emosi cemburu.


"Aku yakin kau sedang bercanda denganku kan?" tanya Jihan.


"Tidak, aku benar-benar mencintaimu." jawab Daniel.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2