IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
Dasar wanita kompor


__ADS_3

"Mbok Sri memang benar, Seharusnya aku memikirkan dahulu kenapa juga aku harus marah-marah." ucap Jihan.


"Karena itu kau tidak boleh marah seperti itu, berpikirlah ulang mengenai apa yang yang dikatakan oleh orang-orang itu, agar kau tidak marah dan menyesal di kemudian hari."ucap Mbok Sri.


"Oya, sudah sudah yang penting kita harus saling percaya, kalian tidak usah mengurusi hal itu. aku akan mencari tahu apa yang diinginkan oleh Lola. lalu mengapa dia ingin menghancurkan rumah tangga kita." ucap Daniel.


"Ya jelas Mas. dia ingin menghancurkan rumah tangga kita, dari wajahnya saja aku tahu kalau dia menyukaimu. apalagi kau selalu berada di sisi-nya ketika dia membutuhkanmu." jawab Jihan.


"Aku melakukan tugas yang seharusnya aku lakukan sebagai seorang pengawal kepercayaan Ayah Jefri. aku harus menjaga Lola, Karena Wanita itu tidak berasal dari negara kita, lalu Apakah salah aku melakukannya?" tanya Daniel.


Jihan menggelengkan kepalanya."Tentu saja salah, Mas. ngapain juga dia mengharapkan orang lain menyukainya, padahal pria itu tidak mempunyai perasaan sama sekali." jawab Jihan.


"Sudah-sudah, Kalian tidak usah berdebat seperti itu. lebih baik kita makan setelah itu Mbok Sri akan mengajak kalian ke suatu tempat." ucap mbok Sri.


"Memangnya kita mau kemana Mbok?" tanya Jihan.


"Pokoknya ke suatu tempat." jawab Mbok Sri.


Tentu saja Mbok Sri akan mengajak Jihan ke makam ibunya, makan yang sudah lama tidak dikunjungi oleh Jihan.


1 jam kemudian


CEKLEK..


pintu rumah Jihan telah terbuka, wanita itu keluar bersama sang suami. Lola yang masih berada di luar rumah Jihan nampak wanita itu langsung berdiri dan menyambut Daniel.


"Mas Daniel!" seru Lola.


Jihan langsung menarik tubuh suaminya, "Heh wanita kompor, Kenapa juga kau tidak pergi dari sini, dasar tidak tahu malu!" seru Jihan.


"Yang satunya dibilang muka tembok yang satunya wanita kompor, ternyata Jihan pandai juga menamai seseorang." guman Mbok Sri dalam hati.


"Mas, kamu ke mana Mas?" tanya Lola.


"Kau lihat sendiri kan, aku mau pergi bersama istriku." jawab Daniel.


"Mas, kamu harus bertanggung jawab padaku,Mas. aku hamil Mas!" seru Lola.

__ADS_1


"Wanita brengsek tidak tahu malu, tidak punya harga diri, Dasar wanita kompor. ngapain juga kau hamil meminta pertanggungjawaban dari suamiku? Memangnya kau tidak punya pria lain yang harus jebak!" seru Jihan.


"Apa maksudmu aku tidak tahu malu? Tentu saja aku meminta pertanggungjawaban dari Mas Daniel, karena pria itu telah menghamili ku!" seru Lola.


"Sudah tidak usah dihiraukan, lebih baik kita pergi dari sini." ucapan Daniel yang kemudian menarik tubuh sang istri dan membawanya pergi mengikuti Mbok Sri.


Di suatu tempat Mbok Sri sudah mengajak Jihan,


"Mbok, bukankah ini jalan ke makam?" tanya Jihan.


"Tentu saja Ini jalan ke makam, Memangnya ini jalan ke mall." jawab Mbok Sri yang membuat Daniel tersenyum.


"Sudah berapa lama kau tidak pernah ke makam ibumu?" tanya Daniel.


"Sudah lama banget, Mas. jawab Jihan.


"Kau bersenang-senang selama bertahun-tahun, tapi untuk menyempatkan diri ke makam ibumu saja sangat susah." ucap Daniel yang membuat Jihan menatap suaminya.


"Memangnya kamu pernah ke sini Mas?" tanya Jihan.


"Daniel sering ke sini ini untuk mendoakan ibumu." jawab Mbok Sri.


"Kau tidak usah seperti itu, bagaimanapun juga ibumu sudah merawatku, membesarkanku dan memberikan aku kasih sayang." jawab Daniel yang kemudian mengajak istrinya untuk duduk bersama dengan dirinya.


Terlihat Mbok Sri, Daniel dan Jihan membaca surat-surat pendek untuk pengantar doa dimakan Ibu Jihan.


"Maafkan aku ya Bu, tidak pernah ke tempat Ibu. maafkan aku yang jarang mendoakan ibu." ucap Jihan.


"Mulai sekarang belajarlah untuk mendoakan ibumu, bagaimanapun juga dialah yang melahirkanmu." ucap Jihan yang kemudian mengelus kepala istrinya.


"Terima kasih ya Mas, karena kau adalah suami yang paling sempurna, pria yang paling sempurna yang telah aku dapatkan." jawab Jihan.


beberapa menit kemudian akhirnya Daniel sudah kembali, pria itu terlihat tersenyum kepada sang istri sembari membawa makanan yang tadi habis dia beli dari warung kesukaan Jihan.


"Mas, nanti kita ke makan berdua ya." ucap Jihan.


"Kalau kamu manis seperti ini kan menyenangkan, kalau kamu marah menakutkan." ucap Daniel yang membuat Jihan langsung melotot padanya.

__ADS_1


Dari tempat yang agak jauh Lola sudah mendatangi rumah Pak RT, wanita itu memprovokasi Pak RT Dengan mengatakan kalau dia hamil, pria yang telah menghamili adalah Daniel.


Kerumunan warga sudah berdatangan di depan rumah Jihan, Hal itu membuat Jihan dan Daniel yang baru pulang dari makam nampak begitu terkejut.


"Ada apa Mas? kok di depan rumah banyak orang ya?" tanya Jihan.


"Nggak tahu, apa ada konser di depan rumah kita." canda Daniel.


"Enggak usah bercanda deh Mas, memangnya kamu itu yang sok-sokan Cari perhatian." jawab Jihan yang kemudian mencubit dada sang suami.


"Auch..., sakit sayang." pucat Daniel.


Langkah kaki Daniel dan Jihan mendekati rumah mereka, terlihat disana ada Pak RT bersama para warga yang sudah ada Ada ada di depan rumah Ayah Jefri.


"Ada apa ini, kenapa kalian berada di depan rumahku?" tanya Jihan kepada Pak RT dan beberapa warga.


Nampak Lola menyembunyikan dirinya di belakang kerumunan orang-orang itu.


"Kami mau ke tempat Mbak Jihan, karena tadi kami mendapat laporan dari seorang wanita kalau Mas Daniel sudah menghamilinya." jawab Pak RT sekaligus orang kepercayaan di pabrik perhiasan milik Jihan.


"Apa yang Pak RT katakan, Coba ulangi." pinta Jihan.


"Tadi ada seorang wanita yang melapor kepada saya, katanya dia ingin meminta pertanggungjawaban sama Mas Daniel." jawab Pak RT.


Jihan dan Daniel saling memandang satu sama lain, mereka berdua tahu siapa yang mengatakan hal itu.


"Apakah wanita itu sedikit berwajah oriental dengan hidung mancung dan rambutnya acak Adul?" tanya Jihan.


Pak RT menganggukkan kepalanya.


"Ngapain juga Pak RT harus percaya, wanita itu wanita gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa." ucap Jihan.


Lola yang mendengar hal itu, seketika dia keluar, dia sangat marah karena dirinya dikatain sebagai wanita gila oleh Jihan.


"Berani sekali kamu ngatain aku sebagai wanita gila!" seru Lola.


"Ternyata kau disini dasar wanita tidak tahu diri," ucap Jihan yang kemudian mengajak para warga untuk duduk di depan teras rumahnya.

__ADS_1


"Baiklah Pak RT, karena wanita ini sudah datang bersama para warga. sekalian saya mau menanyakan sesuatu dan harap kalian menggunakan pikiran kalian!" seru Jihan yang membuat Pak RT dan beberapa warga nampak saling menatap satu sama lain.


** bersambung **


__ADS_2