IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU

IJINKAN AKU BAHAGIA BERSAMAMU
It's ok Rita


__ADS_3

Hari ini Jihan benar-benar sangat bahagia, setelah pulang dari acara pernikahan Wawan dan Armala.


"Kenapa kau begitu bahagia, sayang? Apakah ada sesuatu yang membuatmu bahagia? ataukah kau mendapatkan sesuatu?" tanya Daniel kepada istrinya.


Terlihat Jihan menggelengkan kepalanya, wanita itu menatap sang istri sambil mendongakkan kepalanya.


"Kenapa kau mendongakkan kepalamu, sayang?" tanya Jihan kepada Daniel.


"Tidak apa-apa sayang, mungkin aku hanya kecapean, kelihatannya Aku mimisan tadi." jawab Daniel.


Jihan yang mendengar kalau sang suami mengeluarkan darah dari hidung Tentu saja dia langsung terburu-buru masuk ke dalam.


"Ayo cepat masuk!!" seru Jihan.


Mbok Sri yang berada dibelakang Jihan, wanita itu juga kebingungan.


"Ada apa Jihan?!" seru Mbok Sri kepada Jihan.


"Ini Lombok, Mas Daniel tadi mimisan." jawab Jihan yang terus menarik tubuh Sang suami untuk segera di obati.


"Kalau gitu cepat obati, Jihan!!" seru Mbok Sri yang kemudian masuk ke dalam rumah.


Saat lampu sudah dinyalakan, para pekerja yang ada di rumah Ayah Jefri menatap seorang wanita yang sedang tertidur di ruang tamu dengan kondisi yang benar-benar mengenaskan. tubuhnya berada di lantai sedangkan kakinya berada di atas sofa.


"Dasar wanita tidak tahu diri, pantas saja dia menjadi wanita jalanan. kelakuannya saja seperti itu." ucap Mbok Sri yang kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Wanita itu benar-benar tidak tahu diri banget ya Mbok." ucap suami Mbok Sri.


"Tentu saja pak, dia itu wanita tidak tahu diri, kalau dia wanita tahu diri dia tidak akan menjebak saudaraku itu." jawab Mbok Sri.


"Lalu, apakah kita akan bisa mengusir nya?" tanya suami Mbok Sri.


"Tentu saja kita akan mengusirnya, jangan sampai dia berakar pinang di tempat ini, aku sih tidak Sudi pak berada di sini terus menerus dengan wanita sundel bolong itu." jawab Mbok Sri.


"Kau benar Mbok, aku juga males ketemu wanita ini. Kok ada ya wanita seperti ini, udah nggak punya malu nggak tahu diri juga." Jawab suami Mbok Sri yang kemudian nampak menatap Rita yang benar-benar tingkahnya seperti orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu sama sekali.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di rumah itu nampak hanya menertawakan apa yang di lakukan oleh Rita, wanita yang selalu mengaku kalau dirinya adalah calon istri dari ayah Jefri. seluruh orang-orang yang ada di desa tidak ada yang percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu, wanita tidak tahu diri yang tiba-tiba sudah berada di rumah itu dengan semua kebohongannya dan semua racunnya yang akan membuat orang lain keracunan karena kelakuannya.


Keesokan pagi


Kukuruyukkkk!!!??


bunyi ayam berkokok yang begitu keras, bahkan bunyi beberapa alarm sengaja diberi nada seperti ayam berkokok.


Rita yang masih tertidur di ruang tamu dia langsung terbangun, wajahnya benar-benar sangat lucu. tingkahnya seperti badut, wanita itu menatap di sekeliling dia mengusap mulutnya yang terlihat begitu menjijikkan. bahkan tempat tidurnya sudah berpindah.


"Ternyata nyonya besar di sini rupanya!!" seru Jihan yang membuat Rita menatap Jihan yang sudah berada di depannya.


"Apa yang kau lakukan di sini?!" seru Rita kepada Jihan.


"Kenapa kau mengatakan hal itu? Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini?!" seru Jihan yang membuat Rita seketika menatap di sekelilingnya. dia baru ingat kalau tadi malam lampu rumah sudah mati dan keadaan di sana gelap gulita, wanita itu terjatuh dari sofa dan kepalanya membentur tembok hingga pingsan sampai pagi.


"Aku? tentu saja aku sedang tidur di sini." jawab Rita yang benar-benar malu karena dipermainkan oleh Jihan.


"Kalau kau mau tidur jangan tidur di sini, lebih baik kau tidur di tempat lain, dasar wanita tidak tahu diri." ucap Jihan yang kemudian pergi ke dapur untuk melihat masakan yang dimasak oleh mbok Sri,


"Selamat pagi Mbak Jihan!!" seru Ibu Cece yang sudah ada disana.


"Selamat pagi." jawab Jihan.


"Mbak Jihan, katanya Mbak Jihan mau membuat acara di desa ini ya?" tanya ibu Lita.


"Oh...,acara yang mana ya Bu?" tanya Jihan yang sedikit kebingungan.


"Itu lho mbak, katanya kan Mbak Jihan mau mengadakan acara syukuran dan amal buat anak yatim piatu yang ada di beberapa desa ini loh...," jawab Ibu Ana.


.


"Oh..., yang itu ya Bu?" tanya Jihan.


"Tentu dong Mbak." Jawab Ibu Cece.

__ADS_1


"Kalau yang itu pasti aku akan melakukannya hari minggu, tapi nanti kita akan makan-makan di pabrik buat tasyakuran karena kita memiliki order yang benar-benar sangat luar biasa." ucap Jihan yang membuat Nisa sangat bersemangat.


"Yes, tapi Mbak Jihan, Mbak Jihan kan tidak lupa dengan janji yang waktu itu?" tanya Nisa.


"Janji yang mana ya, Nisa?" tanya Jihan yang sedikit lupa atau mungkin dia memang lupa.


"Jangan gitu dong, mbak. katanya kalau aku sudah menyelesaikan PR ku.., aku bakal mendapatkan hadiah nikah gratis." jawab Nisa sambil cengengesan.


Edi yang berada di samping Nisa, tentu saja wajahnya sudah bersemu merah. tangannya menarik-narik tangan Nisa agar tidak mengatakan hal itu.


"Nggak usah gitu Edi, dia itu udah biasa kok ngomong gitu sama aku. kamu nggak usah malu." ucap Jihan yang membuat Nisa tersenyum begitu manis.


"Oh ya Mbak Jihan, di mana Mas Daniel?" tanya ibu Cece pada Jihan.


"Mas Daniel lagi gak enak badan dia istirahat." jawab Jihan.


"Sakit apa Mbak?" tanya Bu Ana, Bu Lita dan Bu Cece yang terlihat sangat terkejut. karena selama ini Daniel jarang sekali sakit.


"Itu loh bu, Mas Daniel nggak enak badan. kepalanya pusing kemungkinan besar karena kecapean." jawab Jihan.


"Bagaimana nanti aku buatkan bubur sumsum dengan ramuan herbal?" tanya bu Ana.


"Memangnya Ibu bisa?" tanya Jihan kembali.


"Tentu bisa dong, Mbak. aku ini kan dulunya tukang jamu, Ya tentu saja aku itu sangat paham." jawab bu Ana Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Jangan mbak, hati-hati nanti keracunan, malah Mas Daniel masuk rumah sakit." canda bu Lita yang membuat Jihan tersenyum.


Bu ana, Bu Lita dan Bu Cece tertawa sesaat kemudian terlihat Mbok Sri meminta mereka semua untuk makan. terlihat Rita menatap para ibu-ibu rempong bersama Nisa.


"Mbak, ini siapa? di rumah Mbak Nisa ada pembantu baru ya?" tanya Bu Lita sambil menyindir dan melirik Bu Rita.


"Apa-apaan kamu, lancang sekali kamu mengatakan kalau aku ini pembantu, Apakah kamu tidak tahu siapa aku!!" seru Rita dengan 2 bola matanya yang sudah melotot.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2