
Hari ini Daniel dan Jihan sedang pergi ke salah satu toko bahan sembako.
"Kau mau membeli apa?" tanya Daniel kepada sang istri.
"Kita harus membeli bahan-bahan pokok untuk kebutuhan kita, kasihan juga kan Mbok Sri yang diminta untuk membeli bahan makanan ini." jawab Jihan.
"Gula, beras, kopi, teh, penyedap, kerupuk, lalu apalagi?" tanya Daniel yang membuat Jihan tersenyum.
"Ternyata suamiku ini pengertian sekali ya, pantas aja dia pengertian. lha..., setiap hari dia memasak sendiri." jawab Jihan sambil tersenyum kepada pria yang telah menikahi nya itu..
"Tentu saja Sayang memangnya aku harus meminta orang lain memasak untukku, kau tahu sendiri kan aku bukan tipe seorang pria yang suka merepotkan." jawab Daniel.
"Oh ya Mas, nanti antarkan aku ke salah satu pasar yang ada di sana ya." pinta Jihan.
"Memangnya kau mau beli apa?" tanya Daniel kembali.
"Mau beli sayuran sama beli ikan." jawab Jihan.
"Baiklah, Mas akan nganterin kamu ke mana saja." Jawab Daniel yang kemudian membawakan belanjaan istrinya yang begitu banyak.
"Mas bawa uang tidak?" tanya Jihan
sambil tersenyum kepada sang suami.
"Memangnya kenapa?" tanya Daniel sambil menatap wajah sang istri.
Tumben sekali istrinya itu meminta uang padanya, padahal Jihan tidak pernah sekalipun meminta apapun kepada Daniel.
__ADS_1
"Aku tadi lupa membawa dompet." jawab Jihan sambil cengengesan. sebenarnya Jihan sengaja tidak membawa uang karena dia ingin membahagiakan suaminya, dengan meminta dibelikan tentu saja Daniel akan merasa benar-benar dihargai sebagai seorang suami.
"Ya udah kalau gitu, Mas bayarin. Memangnya kamu beli apa lagi?" tanya Daniel.
"Nanti kalau di pasar sana ada uang cash nggak? Kalau nggak ada masa pakai kartu pembayaran. Memangnya di sana ada ada kartu pembayaran?" tanya Jihan yang sedikit kebingungan.
"Nggak tau juga sih, apa kita cari mesin ATM dulu untuk mencairkan uang?" tanya Daniel.
"Tentu aja Mas, Kalau nggak ada ada mesin pembayaran kan bisa bisa kita kebingungan enggak bisa bayar." jawab Jihan.
"Baiklah kalau gitu, Setelah membayar ini kita pergi mencari mesin ATM." jawab Daniel.
Setelah berbelanja di sebuah toko sembako yang sangat besar yang ada di desa itu, akhirnya Daniel dan Jihan mencari mesin ATM untuk menarik tunai uang. sekitar satu jam kemudian akhirnya mereka telah kembali mereka pergi ke sebuah pasar ikan dan sayuran.
"Kamu yakin mau masuk ke sini?" tanya Daniel.
"Apa kamu nggak jijik?" tanya Daniel. karena dia sangat tahu benar kalau istrinya tidak pernah pergi ke pasar tradisional atau pasar manapun.
"Ngapain juga harus jijik, mas bilang kan kita harus memulainya dari awal dan kita jalani hidup ini berdua saja." Jawab Jihan.
Danil tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Inilah istri yang paling aku cintai." jawab Daniel yang kemudian memberikan kecupan di pipi sang istri.
"Mas! ini jalanan loh, kamu itu nggak tau malu sekali sih." ucap Jihan sambil menggerutu. padahal mukanya sudah bersemu merah karena malu atas perlakuan suaminya itu.
Tatapan mata beberapa orang menatap Daniel dan Jihan, beberapa preman suruhan dari Pak Budiman dan putrinya.
"Kita harus segera membawa pria itu pergi dari sini, karena Pak lurah sudah memberikan perintah untuk membawa pria itu pergi dari tempat ini." ucap beberapa preman.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kita sergap Dia kemudian kita bawa pergi pria itu." jawab preman yang lain. ketiga preman itu terus mengikuti kemana arah langkah kaki Jihan dan Daniel pergi. sesaat kemudian tatapan mata Jihan menatap daging, ikan segar dan beberapa sayuran.
"Mas, kita masak rendang yuk." pinta Jihan.
"Terserah." jawab Daniel.
"Kita beli jamur juga ya." pinta Jihan kembali.
"Terserah." jawab Daniel kembali.
"Kok daritadi terserah melulu sih, Memangnya Mas mau makan terserah!" seru Jihan yang membuat Daniel tersenyum.
"Terserah itu maksudnya apa pun yang kau masak itu bakal aku makan Sayang, karena kau sekarang sudah pandai memasak dan rasanya benar-benar sangat lezat." jawab Daniel.
"Idih...,pandai banget sih kamu ini ngerayu." jawab Jihan yang kemudian mulai membeli beberapa barang yang dia inginkan.
Beberapa saat kemudian terlihat salah satu dari 3 preman itu mengalihkan pandangan Daniel dari Jihan.
"Copet, copet, copet, copet!!" seru beberapa ibu-ibu yang terlihat tasnya sudah diambil oleh seorang pencopet.
Dengan segera Daniel langsung mengejar pencopet itu tanpa memikirkan sang istri. Jihan menatap kepergian Daniel, Entah mengapa semua barang yang dibawa oleh Jihan seketika dia jatuhkan dan mengejar sang suami.
"Mas, Mas Daniel!" seru Jihan yang terus mengejar sang suami.
Daniel tidak mendengar teriakan sang istri, pria itu tetap mengejar seorang pencopet yang tadi mencuri dari tangan seorang ibu. Langkah kaki Daniel terus berlari mengikuti pencuri itu, di sebuah tempat yang lumayan jauh dari pasar itu Daniel mencari keberadaan si pencuri.
** bersambung **
__ADS_1