
"Bagus, dengan begini aku bisa mengusir wanita ular itu dari rumahku, aku tidak akan Sudi menikahinya Aku tidak akan Sudi menggantikan Istriku yang begitu baik dengan wanita ular seperti dia." ucap Ayah Jefri.
Semua yang diucapkan oleh ayah Jefri akan dilakukan oleh pria tua itu, dia yakin kalau salah satu rekan bisnisnya yang bernama Adam akan membantunya semua bukti-bukti mengenai dirinya akan segera Ayah Jefri dapatkan.
* 3 hari kemudian
Terlihat Ayah Jefri sudah kembali ke desa tempat kelahirannya, pria tua itu tidak akan menyia-nyiakan semua yang telah dia dapatkan. hari ini ayah Jefri sudah mendapatkan bukti-bukti mengenai Rita, pria itu akan sedikit berakting mengenai kehidupannya. Ayah Jefri benar-benar akan membuat Rita masuk penjara atau wanita itu di usir dari tempat yang jauh. kebenaran mengenai Daniel pun sudah terungkap, Ayah Jefri tidak peduli Daniel Itu anak siapa, ayah Jefri tahu kalau Daniel adalah orang kepercayaannya.
"Assalamualaikum!!" seru Ayah Jefri yang sudah memasuki rumahnya.
Rita yang dari tadi mondar-mandir karena beberapa hari ini dia selalu dibuat acakadul oleh trio cerewet. sudah beberapa hari ini Rita tidak punya uang sepeser pun, dia juga tidak tahu kalau sekarang Wawan berada di desa yang tidak jauh dari tempatnya berada. tatapan mata Rita menatap seorang pria yang sudah berada di tempat itu, wanita itu benar-benar sangat bahagia, dia berlari ingin memeluk ayah Jefri. langkah kakinya menghampiri Ayah Jefri yang sudah memasuki rumah.
"Mas kau sudah datang, Mas!!" seru Rita yang melihat ayah Jefri sudah kembali dari kota. dengan terburu-buru wanita itu ingin berlari dan memeluk Ayah Jefri.
Namun yang terjadi malah mbok Sri langsung menarik tangan Ayah Jefri hingga ayah Jefri langsung mengikuti kemana langkah kaki Mbok Sri.
Rita yang benar-benar begitu bahagia kedua tangannya yang hampir memeluk Ayah Jefri nampun kedua tangannya itu seolah memeluk angin karena ayah Jefri di tarik Mbok Sri. Rita benar-benar sangat murka, wanita itu ingin segera menjambak wajah Mbok Sri karena berani melakukan hal itu padanya.
"Hei dasar pembantu! Apa yang kau lakukan, berani sekali kau melakukan hal itu!!" teriak Rita dengan suara yang benar-benar sangat keras. langkah kaki ayah Jefri seketika terhenti saat Rita berteriak memanggil Mbok Sri dengan sebutan pembantu. Ayah Jefri menoleh, pria itu menatap Rita yang benar-benar ingin sekali dilempar oleh ayah Jefri,
"Coba kau katakan lagi, kau memanggil wanita ini dengan sebutan apa?!" tanya ayah Jefri kepada Rita.
"Tentu saja aku memanggilnya pembantu Mas, berani sekali pembantu itu melakukan hal itu, aku ingin memelukmu Mas. aku begitu rindu padamu." jawab Rita dengan wajah yang bahagia.
__ADS_1
Mbok Sri hanya bisa tersenyum, memang dia ingin melakukan hal itu dan ingin melihat Seperti apa kemarahan ayah Jefri ketika saudaranya diperlakukan seperti itu oleh wanita asing.
"Dengarkanlah aku Rita, berani sekali kau memanggil wanita ini dengan sebutan pembantu. Apakah kau tidak tahu kalau wanita yang kau sebut pembantu ini adalah kakakku!!" teriak Ayah Jefri yang begitu murka. pria itu menghampiri Rita ingin sekali dia menampar wajah Rita, namun dia tidak ingin melakukan hal itu karena masih ada rencana yang harus dia lakukan.
Rita yang mengetahui hal itu tentu saja Wanita itu sangat terkejut, dia tidak akan mengira kalau Mbok Sri adalah saudara dari ayah Jefri.
"Kakak?" tanya ayah Rita.
"Ya, wanita ini adalah saudariku, kakakku!" teriak Ayah Jefri.
Kedua kaki Rita benar-benar seperti ingin copot saat mengetahui kebenaran kalau mbok Sri adalah saudari dari ayah Jefri.
"Kau bercanda kan mas, tidak mungkin wanita ini adalah saudaramu. wanita ini pembantu kan Mas." ucap Rita yang masih mengulangi kata-katanya.
"Dengar Rita, aku benar-benar sudah tidak bisa lagi mengatakan apapun. aku benar-benar sudah tidak bisa lagi mengatakan hal ini padamu, dengarlah Rita, kau ini hanyalah seorang wanita yang tiba-tiba datang di tempatku, kau hanyalah wanita asing yang tiba-tiba sudah berada di sini. Kau kira saat kau mengatakan hal itu aku akan diam saja, aku akan membiarkan kau menghina kakakku dan mengapa pula kau berfikir kalau aku akan menjadikanmu istriku, karena wanita sepertimu tidak pantas dijadikan istri oleh siapa saja!!" seru Ayah Jefri.
Kedua bola mata Rita langsung membulat sempurna saat Ayah Jefri mengatakan hal itu, wanita itu seketika menampar wajah Ayah Jefri.
PLAKK....
salah satu pipi Ayah Jefri ditampar oleh Rita, wanita itu seolah olah itu marah saat Ayah Jefri mengatakan kalau dirinya adalah wanita murahan.
"Berani sekali kau mengatakan hal itu mas, Kau kira kau itu siapa, Kau kira aku akan diam saja setelah kau mencoba untuk menghancurkan hidupku!!" teriak Rita.
__ADS_1
Ayah Jefri hanya tersenyum, dia tidak ingin mengatakan hal apapun. "Dengarkanlah Aku Rita, aku sudah kehabisan kata-kata berbicara denganmu. Kau adalah wanita tidak tahu diri yang berusaha untuk menjebak ku, maka dengarkanlah aku, Aku tidak akan pernah menikahimu!!" seru Ayah Jefri.
Saat Rita mendengar perkataan ayah Jefri, wanita itu sangat marah, dia mengacak-ngacak tubuhnya sendiri kemudian berlari keluar dari rumah Ayah Jefri sambil berteriak tidak karuan. Ayah Jefri dan Mbok Sri sangat terkejut, orang-orang yang ada di rumah Ayah Jefri juga sangat terkejut dengan kelakuan yang dilakukan oleh Rita.
"Apa yang akan dilakukan oleh wanita itu?!" seru Mbok Sri yang terlihat berlari keluar dan ingin melihat apa yang akan dilakukan Rita. wanita itu berteriak begitu histeris karena dia mendapatkan penolakan dari ayah Jefri.
"Tolong, tolong, tolong teriak Rita yang berlari ke arah balai Desa. Ayah Jefri, Mbok Sri dan para pekerja yang ada di rumah Ayah Jefri nampak mereka mengikuti kemana arah langkah Rita. sesaat kemudian karena Ayah Jefri tidak ingin terjadi sesuatu kepada keluarganya, Ayah Jefri menelpon Tuan Adam dan Tuan Rudi, kedua pria itu adalah orang-orang yang selalu bersama dengan Rita.
"Ada Bu?!" seru pak RT yang berada di balai desa.
"Pak, pak tolong aku!!" seru Rita.
"Ada apa Bu, Memangnya ada apa?" tanya pak RT yang melihat Rita kondisinya sangat mengenaskan.
"Ada apa Mbak?!" tanya pak RT.
"Pak, aku telah di lecehkan!" seru Rita.
"Di lecehkan?" tanya Pak RT.
"Iya, aku telah di lecehkan oleh mas Jefri!!!" teriak Rita.
"Heh....," suara helaan pak RT.
__ADS_1
** bersambung **