
"Aku tahu Daniel, Kalau sekarang kau mendapatkan cobaan seberat ini." jawab jawab Mbok Sri.
"Aku minta tolong mbok, bicaralah dengan istriku. coba yakinkan istriku,mbok. aku tidak pernah melakukan hal itu pada wanita itu. Aku tidak mungkin menjadi pria sedang Brengsek." jawab Daniel.
"Tentu saja Daniel, aku sangat percaya padamu. aku sudah membesarkanmu semenjak berusia kecil, tidak mungkin aku tidak mengenal bagaimana sifat-sifat mu." jawab Mbok Sri.
"Sebaiknya kau istirahat dulu,Mbok. besok kau berbicaralah dengan putriku, biar hatinya tenang." pinta Ayah Jefri.
"Baik,Pak. besok saya akan berbicara dengan Jihan." jawab Mbok Sri.
Terlihat Jihan membuka jendela kamarnya, wanita itu menatap langit berkabut seperti hatinya yang sekarang berkabut hitam karena berita yang sudah menyebar.
"Aku percaya kau tidak akan melakukan hal itu, mas Daniel.tapi mengapa hatiku sesakit ini." guman Jihan dalam hati.
Langit yang begitu gelap, bagaikan hati Jihan yang segelap malam yang berwarna hitam. Daniel terus menatap pintu kamar istrinya, pria itu terus menunggu sang istri yang keluar dari kamar tersebut sudah 2 hari. Jika besok menampakan sinar matahari, maka sudah tiga hari Jihan tidak mau menemuinya.
"Segeralah kau tidur,Daniel." pinta Ayah Jefri.
"Bagaimana bisa aku tidur, Ayah. sedangkan istriku tidak mau bertemu denganku." jawab Daniel.
"Tenanglah, pasti dia akan kembali seperti semula." jawab ayah Jefri.
"Aku benar-benar takut, Ayah. bagaimana jika tiba-tiba dia meninggalkanku." ucap Daniel.
ayah Jefri melihat wajah Daniel yang benar-benar kebingungan, garis hitam nampak di bawah matanya. sudah dua hari ini Daniel tidak tidur, dia terus menunggu sang istri keluar dari kamarnya. malam telah menyuratkan semilir dingin, malam telah berganti menjadi pagi. pagi itu Mbok Sri sudah memasak di dapur, wanita itu membuatkan makanan kesukaan Jihan seperti biasanya.
"Mbok, Bisa antarkan makanan ini ke tempat istriku?" tanya Daniel kepada Mbok Sri.
"Tentu saja, Daniel. aku akan mengantarkan makanan ini ke tempat istrimu, Jadi kau tenang saja." Jawab Mbok Sri.
"Ya sudah kalau begitu, mbok. antarkan dulu makanan ini ke tempat Jihan." pinta Ayah Jefri.
"Daniel, pak Jefri. kalian makan dulu." ucap Mbok Sri yang kemudian mengantarkan makanan ke tempat Jihan. saat dia mau berjalan, terlihat pintu rumah Ayah Jefri sudah diketuk. Mbok Sri menoleh ke asal suara itu, salah satu penjaga rumah Ayah Jefri masuk ke dalam rumah dengan nafas yang begitu ngos-ngosan.
"Ada apa? Kenapa kau terburu-buru seperti itu?" tanya Mbok Sri.
"Di mana tuan besar,Mbok?" tanya penjaga rumah.
"Tuan ada di ruang makan, Memangnya ada apa?" tanya Mbok Sri.
"Ada polisi Mbok, ada polisi di luar." jawab penjaga rumah dengan suara yang sedikit bergetar dan ketakutan.
"Pak polisi ngapain? pak polisi ngapain berada disini?" tanya Mbok Sri.
__ADS_1
"Tidak tahu Mbok, Tapi kelihatannya pak polisi mencari Mas Daniel." jawab Mbok Sri.
PRANKKK..
Seketika nampan yang dibawa oleh Mbok Sri langsung terjatuh, wanita itu segera berlari namun beberapa polisi sudah masuk kedalam rumah Ayah Jefri.
Seketika pula Mbok Sri langsung berlari masuk ke tempat keberadaan Ayah Jefri dan Daniel.
sedangkan Ayah Jefri dan Daniel yang mendengar suara piring pecah, mereka berdua langsung menghampiri Mbok Sri.
"Ada apa, Mbok?!" seru Ayah Jefri dan Daniel.
Mbok Sri Belum mengatakan apapun, beberapa polisi sudah masuk ke dalam rumah Ayah Jefri.
"Selamat pagi!!" seru beberapa polisi.
"Selamat pagi!' jawab Ayah jafri yang sedikit terkejut karena kedatangan beberapa polisi ke rumahnya.
"Ada apa pak? kenapa Bapak polisi ke tempat saya?" tanya ayah Jefri.
"Maafkan saya, Tuan. saya mendapatkan laporan mengenai tindakan tidak senonoh dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Daniel kepada Nona Erwita." jawab Pak polisi.
DEG..
"Kenapa Bapak melakukan hal itu?" tanya Daniel.
"Saya sudah mendapatkan laporan dari Erwita mengenai pemerkosaan yang terjadi pada dirinya. Bahkan dia juga mengikut sertakan beberapa bukti-bukti mengenai kejadian waktu itu." jawab Salah satu anggota polisi.
"Saya tidak pernah melakukan hal itu, Pak." jawab Daniel.
"Maafkan saya, tuan Daniel. hari ini anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut." jawab Pak polisi.
"Tunggul sebentar, Pak!!" seru Ayah Jefri.
"Memangnya ada apa,Tuan?" tanya pak polisi.
"Apakah anda membawa surat penangkapan untuk menantu saya?" tanya ayah Jefri.
Para polisi memberikan surat penangkapan untuk Daniel, pria itu benar-benar tidak mengira Kalau Putri dari Budiman sama liciknya dengan ayahnya.
"Baiklah kalau begitu, Ayah. biarkan aku ikut mereka, aku tidak mungkin dipenjara karena aku tidak pernah melakukannya." jawab Daniel.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik anda bekerjasama dengan kami. jika tidak kami akan melakukan tugas kami." jawab Pak polisi.
__ADS_1
Akhirnya Daniel dibawa oleh beberapa polisi sedangkan mbok Sri terlihat dia langsung berlari ke kamar Jihan
BRAKKK..
BRAKKK...
"Jihan, buka pintunya. Jihan!!" seru Mbok Sri yang sudah berteriak dan memukul pintu kamar Jihan.
BRAKKK...
BRAKKK..
Mbok Sri terus menggebrak pintu kamar Jihan, wanita tua itu tidak menyerah, dia akan terus menggebrak pintu kamar Jihan. dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Daniel.
CEKLEK..
pintu kamar Jihan sudah terbuka, terlihat kedua mata Jihan sudah bengkak, hidungnya memerah, wajahnya terlihat pucat karena sudah hampir 3 hari ini menangis. tidak ada suara yang keluar dari mulut Jihan, dia hanya membuka pintu kamarnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kemudian hendak masuk kembali ke kamarnya.
"Jihan, suamimu ditangkap polisi!" seru Mbok Sri.
Langkah kaki Jihan langsung terhenti ketika mendengar perkataan Mbok Sri, wanita itu menoleh dan menatap Mbok Sri dengan tatapannya begitu nyalang.
"Apa maksud Mbok?" tanya Jihan.
"Daniel ditangkap polisi!' seru Mbok Sri.
"Bagaimana bisa, Mbok?" tanya Jihan.
"Ini semuanya gara-gara kelakuan wanita murahan itu!" seru Mbok Sri.
Kedua kaki Jihan serasa sudah lemas, tiba-tiba dia terduduk di lantai kamarnya. belum satu masalah selesai kemudian datang masalah yang lain, terlihat mbok Sri memapah Jihan ke kamarnya. wanita itu mendudukkan Jihan diatas ranjangnya, Jihan Sudah menangis, menangisi semua yang terjadi pada dirinya dan Daniel.
Mbok sri mengusap airmata Jihan yang terus menetes. "Kenapa kamu tidak percaya dengan suamimu, Jihan?" tanya Mbok Sri.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut Jihan, yang ada hanya suara tangisan yang terus terdengar.
"Jihan, coba tatap mata Mbok sri, Kenapa kamu tidak percaya dengan Daniel?" tanya Mbok Sri kembali.
Jihan menatap wajah Mbok Sri, kemudian wanita itu memeluk Mbok Sri dengan begitu erat.
** bersambung **
mohon dukungannya selalu, like,komen dan voteπ€πβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππ terima kasih ππ
__ADS_1