
"Kau mau kemana?" tanya Mbok Sri kepada Jihan.
"Aku mau ke tempat temanku, mbok. aku akan melihat bukti-bukti yang dikatakan oleh temanku itu." jawab Jihan.
"Ya sudah kalau begitu, lakukanlah seperti apa yang kau inginkan. kau harus berhati-hati." ucap mbok Sri.
"Tenang saja, mbok. aku akan berhati-hati, lagi pula aku sudah tahu bagaimana sifat Pak lurah dan putrinya akan kubuat mereka mendekam di penjara gara-gara kelakuan mereka berdua." jawab Jihan. .
"Ya sudah kalau begitu, yang penting kau tidak boleh sampai lengah saat melawan mereka." ucap Mbok Sri.
Terlihat Jihan menganggukkan kepalanya, wanita itu berpamitan dengan mbok Sri.
Hari ini Jihan sudah berpakaian rapi, kemudian wanita itu menyetir mobilnya sendiri pergi ke suatu tempat.
Sekitar satu jam kemudian.
Di sebuah rumah sederhana terlihat Evita sudah datang, di sana ada detektif sekaligus teman Jihan.
"Apakah kau ingin melihat rekaman CCTV itu?" tanya detektif.
"Tentu saja aku ingin melihatnya, Kau kira aku tidak akan mau melihatnya." jawab Jihan.
"Oya, apakah kau mau menemui pria itu?" tanya detektif.
"Setelah kita melihat rekaman CCTV itu aku pasti akan ikut denganmu untuk ke tempat pria itu, akan kuberikan dia uang dengan nominal yang sangat luar biasa. setelah itu aku pasti akan membereskan Pak lurah dan putrinya." jawab Jihan.
Terlihat Jihan sudah melihat rekaman CCTV yang ada di gedung tersebut, tangannya benar-benar sudah terkepal erat. emosinya begitu meluap, ingin sekali dia menghajar Erwita habis-habisan.
"Oh ya, aku tadi bertemu dengan temanmu yang ada di desa." ucap detektif.
"Siapa?" tanya Jihan.
"Namanya Deni, Apakah kamu mengenal dia?" tanya detektif.
"Tentu saja aku mengenalnya." jawab Jihan.
"Dia juga menitipkan beberapa informasi kepada ku yang akan bisa membantu suamimu." jawab detektif.
"Baiklah kalau begitu, kita sudah melihat kalau wanita dan seorang pria memasukkan suamiku ke dalam kamar itu sekarang ajak aku ke tempat pria itu akan kubuat dia menyerahkan seluruh bukti-bukti itu dan menjadi saksi untuk menjebloskan wanita itu." ucap Jihan.
__ADS_1
"Ternyata kau benar-benar sangat kesal ya?" tanya detektif.
"Tentu saja aku sangat kesal, wanita mana yang tidak akan kesal ketika dirinya harus menghadapi hal seperti ini." jawab Jihan.
"Lebih baik kau mengembalikan kepercayaan dirimu seperti dahulu, menjadi wanita kuat, kejam dan benar-benar tidak bisa diajak kompromi." pinta detektif.
"Tidak, aku tidak mau kembali mencari diriku yang dahulu. Aku ingin tetap seperti ini, mencintai suamiku dan dicintai suamiku. mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang selama ini tidak pernah mengenalku." jawab Jihan.
"Baiklah kalau begitu, kalau itu keinginanmu lebih baik kita segera mencari keberadaan pria itu. Kalau tidak dia akan melarikan diri." ucap detektif.
Setelah mendengarkan perkataan detektif, tentu saja Jihan segera pergi dari tempat itu bersama dengan detektif. Jihan benar-benar akan membuat Putri Pak lurah dipermalukan di tempat itu.
Sekitar satu jam kemudian
Sebuah mobil hitam sudah berhenti di depan rumah,
"Apakah ini rumahnya?" tanya Jihan kepada detektif.
"Benar sekali, inilah rumahnya." jawab detektif.
"Apakah kau mau masuk ke tempat itu?" tanya detektif sambil menunjuk rumah pria yang mengabadikan kejadian waktu erita menjebak Daniel.
"Tidak usah ikut detektif, kau tunggu saja di sini biar aku melakukan semua yang harusnya aku lakukan." jawab Jihan.
Langkah kaki Jihan sudah memasuki rumah tersebut, dia mulai mengetuk pintu rumah itu sambil menatap sekeliling rumah sederhana,
"Nuansa sederhana, pasti dia tidak tinggal sendiri di rumah ini." ucap Jihan.
Beberapa saat kemudian seorang wanita sudah keluar menemui Jihan. "Iya, anda mencari Siapa?" tanya seorang wanita yang membuka pintu rumah itu.
"Apakah ini rumah dari tuan Andi?" tanya Jihan kepada wanita itu.
"Benar, saya istrinya. Memangnya ada keperluan apa anda mencari suami saya?" tanya si wanita.
"Bisakah saya bertemu dengan suami anda, karena ini mengenai pekerjaan yang beberapa waktu yang lalu sudah dia kerjakan." jawab Jihan.
"Baiklah, kalau begitu masuklah dulu mbak. karena saya akan memanggil suami saya." ucap si wanita.
Jihan memasuki rumah itu, wanita itu menatap desain dalam rumah sederhana, itulah kata yang masih keluar dari mulut Jihan. tak berselang lama Seorang pria sudah keluar dari ruangannya. pria itu melangkahkan kakinya dan menatap Jihan.
__ADS_1
"Ada apa ya Mbak?" tanya Andi kepada Jihan.
"Apakah anda yang bernama Mas Andi?" tanya Jihan.
"Benar." jawab Andi.
"Bisakah kita duduk sebentar, karena ada sesuatu yang benar-benar sangat penting." jawab Jihan.
Terlihat Andi terus menatap wajah Jihan, karena dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan wanita itu.
"Sayang, bisakah kamu membuatkan kami minum?" pinta Andi kepada istrinya.
"Tentu." jawab istri Andi.
Jihan menatap Andi, kemudian tersenyum kepada pria itu.
"Anda ini siapa? Saya tidak mengenal Anda." ucap Andi.
"Tentu saja Anda tidak mengenal saya, karena kita tidak saling kenal namun ada hubungan." jawab Jihan.
"Apa maksud anda?" tanya Andi.
"Perkenalkan, namaku adalah Jihan Sahila. istri dari Daniel." jawab Jihan.
DEG..
Saat mendengar Nama Daniel, seketika pria itu terkejut,
"Kenapa kau melotot seperti itu? dan Kenapa juga kau harus terkejut, bukankah kau mengetahui insiden waktu itu?" tanya Jihan kepada Andi.
Tidak ada suara yang dikeluarkan oleh Andi, sesaat kemudian Jihan mengeluarkan beberapa tumpuk uang dan ditsruh dimeja.
"Aku yakin Erwita tidak akan memberikanmu uang sebanyak ini, serahkan seluruh bukti-bukti itu setelah itu aku akan melepaskanmu. jika kau masih bersikukuh untuk membantu Erwita.., akan kubuat kau masuk penjara karena CCTV yang ada di bangunan itu merekam wajahmu dan Erwita." jawab Jihan.
"Andi tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, nampak dia menatap dengan tatapan mata yang benar-benar tidak berkata.
"Kau ingin aku menceritakan mengenai pekerjaanmu kepada istrimu atau aku akan diam dan kau mendapatkan uang-uang ini?" tanya Jihan.
Seketika Andi berdiri, kemudian dia masuk ke kamarnya. ponsel dan beberapa Apa foto-foto bukti mengenai kelakuan Erwita.
__ADS_1
"Bagus, Ternyata kau begitu tanggap dengan ucapan ku." ucap Jihan sambil melihat isi ponsel itu. "Oh ya, ini ponsel baru sebagai ganti ponsel yang akan aku bawa ini. jadi aku juga akan menutup mulutmu ku dengan sangat rapat, aku akan membantumu mencari pekerjaan di perusahaan Ayahku. tenang saja kalau kau bekerja sama denganku Kau tidak akan lagi menjadi seorang penjahat brengsek seperti ini." ucap Jihan yang membuat Andi hanya terdiam.
** bersambung **